Halaman

22 November 2012

Menipu Lewat Telepon


Penulis : Wiwi Yunianto

22 Nopember 2012

Berbagai cara penipuan dilakukan para penjahat. Pagi ini seseorang menghubungi saya mengaku bernama Asep. Dia mengaku sebagai kemenakan saya. Saya bingung, karena dari nama dan logat bicara tentu kami berbeda suku. Aneh! Tapi saya tetap mendengarkan apa yang dituturkannya.


Mengocehlah dia, bahwa tadi ia hendak ke rumah saya, dalam perjalanan ke rumah saya, sepeda motor yang ditungganginya menyerempet anak kecil. Saya bertanya , anak kecil siapa. Dia jawab ya anak kecil.Kemudian ia menuturkan bahwa biaya pengobatan anak tersebut sebesar Rp. 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah). Sementara ia cuma punya lima ratus ribu rupiah. Ia ingin agar saya bicara dengan polisi yang menangani perkara itu, tentu saja lewat telepon/HP, agar perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Saat ia bicara soal sejumlah uang, saya sudah mulai curiga . Tapi tetap saya dengarkan ocehannya. Bahkan  saya mengamati warna suaranya. Saya yakin , saya belum pernah mendengar suara ini. Apalagi mengenalnya. Terlebih kalau dirunut dari no kode area telepon, sama sekali saya tidak tahu yaitu : 0267…

Secara spontan saya katakan, bahwa saya tidak kenal dengan lawan bicara ini. Dia bersikeras menyakinkan saya, kalau dia adalah kemenakan saya. Tetapi berkali-kali saya katakan bahwa sama sekali saya tidak mengenalnya.

Mungkin dia sudah kesal dan tak tau cara untuk menyakinkan saya. Sebelum menutup teleponnya, ia sempat memaki saya.

Saya malah tersenyum menertawakan kekalahannya….he..he..he…

Selesai


30 Juli 2012

Mengenang Pembakaran Album The Beatles


The Beatles


Peristiwa Pembakaran Album The Beatles
Pada 31 Juli 1966, terjadi pembakaran album The Beatles besar-besaran di Birmingham. Aksi pembakaran tersebut dipicu oleh pernyataan kontroversial John Lennon dalam sebuah wawancara dengan London Evening Standard pada 4 Maret 1966 yang berkata:
"Agama Kristen akan berlalu. Agama itu akan mengecil dan hilang. Saya tidak perlu berargumen tentang hal itu. Saya benar dan akan terbukti benar. Kami lebih populer dari Yesus sekarang. Saya tidak tahu yan gmana yang akan tumbang lebih dahulu - rock n roll atau Kristen. Yesus masih oke, tetapi murid-muridnya lah yang keras kepala dan orang biasa saja. Perubahan-Perubahan yang mereka buat yang telah merusak semuanya."
Pernyataan tersebut, yang merupakan bagian dari wawancara sepanjang dua halaman tersebut, tidak dihiraukan di Inggris pada saat itu.
John berkata bahwa The Beatles lebih populer dari Yesus, yang berarti bahwa agama Kristen (dan agama lainnya secara umum) menjadi lebih lemah dan tidak populer sampai grup rock seperti The Beatles menjadi lebih populer dari pada mereka pada saat itu. Dia mengeluarkan pernyataan itu sebagai contoh atas maksudnya, bahwa agama Kristen tidak populer di antara anak muda, dan dia tidak bermaksud membandingkan The Beatles dengan Yesus atau bahwa dirinya lebih hebat dari Yesus. Tetapi ketika pernyataan di atas dicetak di sebuah majalah remaja di Amerika Serikat bernama "Datebook" beberapa bulan kemudian, kehebohan besar pecah.
Stasiun radio AS melarang diputarnya lagu The Beatles. Beberapa bahkan membakar foto dan album Beatles, dan terlihat anak-anak muda menginjak-injak album Beatles, memegang foto Beatles yang sedang terbakar sambil tersenyum dan memegang spanduk bertuliskan "Yesus mati untuk Anda John Lennon" dan "John Lennon itu Setan!" (Kami masih sering mendengar orang berkata bahwa The Beatles itu "antikristus" sampai saat ini, tetapi tampaknya Tuhan memihak kepada The Beatles, karena salah satu stasiun radio yang mengorganisir pembakaran album tersebut tersambar petir keesokan paginya, yang menghancurkan peralatan stasiun tersebut dan dikabarkan turut menghantam direktur pemberitaan stasiun tersebut sampai tak sadarkan diri!)
Seorang anggota Ku Klux Klan berkata bahwa The Beatles kemungkinan telah "dicuci otaknya oleh para komunis." Dengan tur AS The Beatles hanya tinggal beberapa hari lagi, manajer band tersebut, Brian Epstein, berkata kepada American Press bahwa pernyataan John sangat disalah artikan. Tetapi masyarakat yang membakar album The Beatles tidak mengerti, atau tidak mau mengerti.
Setelah mereka tiba di AS, The Beatles mengadakan konferendi pers. Untuk pertama kalinya tidak ada pertanyaan tentang gaya rambut mereka, atau kapan mereka akan menikah. John dan anggota The Beatles lainnya duduk bersama dan menjawab pertanyaan seputar pernyataan "Yesus" John, dan mencoba menjelaskannya ke wartawan AS.
Masyarakat yang marah masih tidak mau mengerti (yang terbukti dengan masyarakat agamis yang membenci John dan mengatakan pernyataannya adalah "penghujatan"). Tetapi, saat surat kabar mencetak bahwa John Lennon telah meminta maaf (yang memang dia lakukan, secara tidak langsung), masyarakat mulai tenang. Tetapi kehebohan tersebut berdampak besar terhadap menurunnya minat di tur The Beatles.

Disadur dari plasa MSN

2 Maret 2012

Desaku


Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda dan handai tolanku

Tak mudah kulupakan tak mudah bercerai
Selalu kuimpikan desaku yang permai


25 Januari 2012

Hilangnya Sepeda Motor Mantan Ketua RT








Penulis : Wiwi Yunianto
Pak Ody seorang mantan Ketua RT di lingkungan saya tinggal, sepeda motor yang baru dibelinya belum genap satu bulan, telah lenyap digondol maling. Menurut cerita para tetangga , malam itu sekitar pukul  sepuluh  seperti biasa Pak Ody akan memasukan sepeda motornya ke dalam rumah. Akan tetapi alangkah terkejutnya beliau, ketika dilihatnya sepeda motor yang diparkir di halaman rumahnya telah raib. Padahal sepeda motor itu dalam ke adaan terkunci, baik kunci stang maupun kunci tambahan. Dan yang lebih aneh pula sebelum raibnya sepeda motor itu pintu pagar besi halaman rumah Pak Ody dalam keadaan terkunci pula.Tentu saja setelah kejadian itu keadaan  kunci gembok pintu pagar tampak telah dirusak.
Berbagai cerita dan dugaan berkembang sangat cepat. Ada sumber yang mengatakan bahwa sejak sore hari sebelum kejadian sekitar pukul empat  terlihat seorang pemuda bertampang sangar dengan menggunakan jaket warna hitam dan anting – anting sebelah tergelayut di telinga sebelah kanan, tampak mondar-mandir di sekitar halaman rumah Pak Ody. Saat itu sepeda motor Pak Ody belum terpakir, karena Pak Ody belum pulang dari kantor.
Cerita lain menyebutkan sekitar pukul sembilan malam ada tiga ABG (istilah orang sekarang yang ditujukan pada anak remaja) semuanya laki-laki, berkendaraan dua sepeda motor secara terburu-buru meskipun tidak sampai ngebut, karena lingkunan tempat saya tinggal adalah gang dan berpenduduk cukup padat.
Dugaan lainnya memperkirakan kalau sepeda motor mantan ketua Rt itu telah masuk dalam target para penggondol. Karena menurut penuturan beberapa orang tetangga, bahwa belakangan ini terlihat seorang pemuda bertopi yang tak dikenal seperti mengamati sesuatu dan mondar- mandir melewati depan halaman rumah Pak Ody.



Pendapat dan usulan setelah kajadian itu pun bermunculan. Misalnya siskamling yang selama ini tak pernah diadakan lagi karena dianggap keadaan telah sangat aman, harus digiatkan kembali. Pembuatan dan pemasangan portal buka tutup setinggi tidak lebih dari lima puluh sentimeter di tiap mulut gang.
Sementara itu keadaan Pak Ody mengalami sedikit perubahan. Jika biasanya pergi ke kantor jam enam lebih sedikit tiap pagi, kini Pak Ody pergi ke kantor selepas sholat shubuh. Waktu tiba di rumah pun mengalami perubahan, yang biasanya menjelang magrib beliau telah sampai di rumah, kini selepas isya barulah tiba.Tapi dari sikap dan keramah-tamahannya tak sedikit pun mengalami perubahan. Selalu menyapa setiap orang yang dikenalnya saat berpapasan jalan atau bertemu di mana pun. Sepertinya kehilangan sepeda motor tidak mengubah sikap prilaku beliau yang memang dikenal ramah dan sedikit humoris itu.
Suatu malam saat siskamling , seorang tetangga bertanya pada Pak Ody soal perasaan beliau saat kehilangan sepeda motor.
                ‘Kaget tentu saja !’, kata Pak Ody.
    Kemudian beliau melanjutkan, “ Ingin marah rasanya, tapi kepada siapa?”
               “Ya, sama malingnya , Pak !” kata seorang bapak lainnya yang kemudian disambut dengan tawa oleh bapak-bapak lainnya, “ Ha….ha..ha….”
                “ Kalau malam itu saya ketemu malingnya sudah pasti saya beri pelajaran dia ! “, lanjut pak Ody.
                “ Matematika atau fisika, Pak?” , pertanyaan liar ini pun disambut tawa pula.
                “Ha..ha…ha…”
                “ Biar pusing dia !” celetuk dari seorang bapak yang lainnya lagi.
                “Yah, pelajaran tinju !”, jawab Pak Ody sekenanya.
                “Tapi setelah saya pikir-pikir dan renungkan pasti semua ini ada hikmahnya.” kata Pak Ody.
“ Allah sedang memberi pelajaran yang sangat berharga pada saya. Saya jadi sadar  bahwa kita tidak boleh lengah, sehingga kewaspadaan kita turun. Menganggap bahwa tempat dan keadaan sudah aman , padahal para penjahat berkeliaran di sekitar kita.” 
Pak Ody melanjutkan lagi: “ Dengan adanya kejadian ini, kita ‘kan bisa lebih akrab karena diadakan siskamling lagi. Tukang las juga dapat rezeki , pembuatan dan pemasangan portal, betul ‘kan ?” , para bapak pun manggut-manggut.
“Dan yang jauh lebih berharga, saya tambah yakin bahwa apa yang kita miliki, sesungguhnya tidak mutlak kita miliki. Semuanya milik Allah semata. Jika Allah menghendaki apa yang kita miliki berpindah tangan, kita tidak dapat menolaknya. Rela atau tidak.” Pada kalimat terakhir intonasi Pak Ody menurun.
“ Mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan gantinya yang jauh lebih baik ”, kata seorang bapak yang sejak tadi manggut-manggut.
“Amien…..!” suara bapak-bapak menyambut.
Selesai
Ditulis di Jakarta, Selesai ditulis : 21 Januari 2012 Pukul  01.03 WIB

24 Januari 2012

Tak Ada Kesempurnaan Tanpa Kekurangan






Penulis : Wiwi Yunianto

Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia selalu membutuhkan kehadiran manusia lainnya dalam mencapai tujuannya. Dalam ukuran kecil manusia sangat membutuhkan kehadiran manusia lain mulai sebagai teman, sahabat maupun pasangan hidup guna melengkapi satu sama lain , karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan di samping kelebihan itulah kesempurnaan manusia.
Karena manusia tidak mungkin dapat hidup di dunia ini seorang diri. Manusia membutuhkan manusia lain baik dalam hubungan pertemanan , berkelompok, berserikat, berpartai, bahkan bernegara guna mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Manusia di samping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu. Manusia sebagai makhluk individu atau mahluk pribadi memiliki keakuan atau dalam bahasa lain egois. Manusia memiliki rasa ingin diakui, ingin sendiri, ingin segala sesuatu berpulang pada dirinya.
Manusia ingin memiliki sesuatu yang sempurna, ingin memiliki hubungan pertemanan, memilki kelompok, serikat, pemerintahan yang sempurna. Sehingga jika terjadi sesuatu yang menurut keakuannya tidak sesuai, dia akan melakukan tindakan yang terkadang di luar nalar dan akalnya.
Dalam ukuran hubungan kecil antar manusia, pertemanan atau persahabatan. Tiap manusia ingin memiliki teman , sahabat atau pasangan dengan ukuran dan kadar yang menurut pendapatnya sempurna secara fisik atau pun prilaku. Dia haruslah tampan, gagah, kalau dia laki-laki, sebaliknya jika dia perempuan haruslah dia cantik, manis, lemah lembut disamping itu dia haruslah pandai, cerdas dan berprilaku baik serta mau atau  bersedia menerima dirinya apa adanya, yang satu ini tanda keakuan manusia. Orang lain harus sempurna tanpa kekurangan apalagi cacat, akan tetapi orang lain haruslah merima dirinya apa adanya. Sungguh ini keakuan atau egois. Begitu pun jika memiliki idola, kelompok atau pemerintahan, inginnya sangat sempurna tanpa cela atau kekurangan sedikit pun.
Khusus dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, inginnya hubungan berjalan mulus-mulus saja tanpa ada kendala yang terjadi. Padahal tak ada cerita atau kisah hidup macam itu. Terkadang kendala dalam kehidupan membuat orang menjadi tegar, pandai dan kuat. Sering kali jika terjadi suatu hal yang dirasakan tidak menyenangkan oleh salah satu pihak atau keduanya dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, maka tak jarang hubungan itu akan berakhir  dengan tidak baik. Bagai pepatah lama mengatakan:” Panas setahun terhapus oleh hujan sehari”, hubungan pertemanan atau persahabatan baik yang telah terjalin begitu lama dapat putus atau  hancur hanya karena suatu kesalahan yang sebenarnya dapat dimaafkan dan diperbaiki. Sikap ini juga menandakan bahwa manusia makhluk individu dengan   sifat keakuan atau egois.  Selesai.

19 Januari 2012


Bencana Awal Tahun


Penulis : Wiwi Yunianto
Usai keramaian, hiruk - pikuk, keceriaan, perayaan dari yang mubazir hingga yang haram dilakukan untuk menyambut datangnya tahun baru, tanah air tercinta dilanda bencana alam sambung -menyambung, bahkan ada yang bersamaan. Tercatat : Banjir di Buleleng Bali, Banjir akibat lahar dingin di Probolinggo, banjir di Sampang Madura, banjir di Magelang, Angin puting beliung di Jepara , mungkin yang terakhir belum dapat dikelompokan dalam bencana alam: debu vulkanik gunung Anak Krakatau telah mencapai Serang Banten. Masihkah kita bisa tertawa tanpa dosa ? Mungkin ini teguran yang sangat serius ....! Selesai
6 Januari 2011 22 10 WIB
Top of Form

De Vide Et Empera





Penulis : Wiwi Yunianto

            Bagi kita yang suka pelajaran sejarah pasti ingat Perang Padri di Ranah Minang  Kabau, perang antara Laskar Pejuang yang dipimpin oleh  Tuanku  Imam Bonjol di satu pihak  dan kaum adat di lain pihak. Perang ini terjadi tak lepas dari agenda  besar  Pemerintah Penjajah Belanda dalam melancarkan taktik De Vide Et Impera ( taktik pecah belah ).

Tak heran jika belakangan perang ini bukan bukan cuma  antara Laskar Tuanku Imam Bonjol melawan kaum adat tapi juga tawanan yang berasal dari sisa pasukan Pangeran Diponegoro yang kalah perang dihadapkan dengan pasukan Tuanku Imam Bonjol. Suatu taktik perang yang sangat keji. Bukan lantaran pihak yang berhadapan adalah satu bangsa melainkan juga satu keyakinan agama. Uh ! Terlalu !
Dan  saat yang hampir bersamaan di Tanah Jawa, pemerintah Penjajah Belanda dengan sangat licik, menangkap dan memaksa kanjeng Sentot Ali Basyah Prawiro Dirjo menghianati pimpinannya yaitu Kanjeng Pangeran Diponegoro. Sehingga pada suatu perundingan yang telah dirancang secara lagi-lagi sangat licik Kanjeng Pangeran Diponegoro ditangkap dan dibuang ke tanah Makasar hingga wafatnya.

      Di tanah Betawi pun tak jauh berbeda, salah satu versi menyebutkan bahwa Pahlawan Rakyat Betawi, Si Pitung terpedaya oleh Pemerintah Penjajah Belanda , setelah informasi yang dikorek dari sahabat Si Pitung , yaitu Ji ih. !

      Di zaman kini, penjajah tak lagi tampak nyata, tapi kalau jeli dan sedikit menggunakan otak; pastilah kita tahu bahwa penjajah dan tak tik De Vide Et Empera masih sangat ampuh dilancarkan :
  1. Pertentangan antara pemeluk agama mengaku seagama tapi berlainan keyakinan makin hari makin tajam dan berlanjut dengan penyerangan .
  2. Kerusuhan antara anak bangsa berbau SARA.
Apakah kita masih menutup mata ?
 Jakarta, 15 Februari 2011   Pukul : 19. 34 WIB

Pendidikan Untuk Apa dan Siapa ?







Semenjak dalam kandungan seorang bayi mengalami pendidikan secara alami; dia belajar bergerak –gerak misalnya. Kemudian ketika dia dilahirkan proses belajar berlanjut terus mulai dari yang paling sederhana, sedikit sulit, sulit , sedikit rumit sampai rumit dan sangat rumit sejalan dengan perkembangan otak, pisik, emosi  dan bergulirnya waktu  hingga dia dewasa bahkan sampai ajal menjemputnya. Dalam perkataan lain manusia belajar selama dia bernafas secara alami bahkan mungkin tanpa ia sendiri menyadarinya.

Jadi kalau ada suatu usaha menghalang-halangi seorang manusia belajar, dengan berbagai alasan yang dikemukakan atau disembunyikan, tentu hal ini tidak sangat berlebihan jika dimasukan dalam tindakan melanggar HAM

Pendidikan pada dasarnya tidak  dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, karena sadar atau tidak, terpaksa atau suka rela  seluruh manusia mengalami pendidikan. Pendidikan ada, karena manusia ada. Kalau demikian apakah  karena manusia barulah pendidikan itu ada ? Jawabnya bisa ya, bisa tidak. Karena ternyata selain manusia hewan pun mengalami pendidikan dari “orang tua” dan lingkungannya secara umum. Lihat saja bagaimana kucing belajar berlari , melompat dsb, begitu juga burung belajar terbang, itik belajar berenang dst.  Dan tujuan dari pendidikan pun beragam tergantung banyak hal pula yang melatar belakangi dan yang ingin dicapainya.

Tujuan belajar di masa  pejajahan Belanda maupun Jepang tentu hanya untuk kepentingan mereka, di masa Republik ini merdeka tentu untuk kepentingan bangsa ini. Sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD’45 bahwa pendidikan bertujuan untu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak ada disebutkan pendidikan untuk mencari kerja, atau pun untuk membodohi orang lain. Tapi dalam kenyataan saat ini ; tidak perlu diurai terlalu jauh , kita semua sudah dapat merasakannya !
Selesai                                                                Jakarta, 16 Februari 2011 16.20 WIB

Penulis : Wiwi Yunianto

17 Januari 2012



INGIN MASUK PESANTREN



Penulis: Wiwi Yunianto
Mungkin benar jika ada pendapat yang mengatakan bahwa cucu lebih disayang dibanding anak, paling tidak hal ini diperlihatkan oleh Mbah Sastro yang membela keinginan Dirman , cucunya. Dirman ingin masuk pesantren, sementara sang ayah, Suryo tak mengizinkan. Suryo beralasan usia Dirman barulah tujuh  tahun, anak pertama pula, adiknya masih bayi, baru berusia 3 bulan. Artinya, begitu lama Suryo menimang-nimang Dirman barulah anak keduanya lahir. Tapi kemudian Suryo merasa harus dipisahkan dengan buah hatinya itu.
                “Mestinya kamu bangga, bahwa putra pertamamu meskipun masih sangat muda sudah memiliki keinginan yang besar dalam menuntut ilmu. Paling tidak jejakmu sudah terwariskan. Dulu kamu juga begitukan? “ , Mbah Sastro mulai tampak rasa kebanggaan terhadap cucunya.
                “Tapi, kan saya meninggalkan rumah, pergi ke negeri orang setelah lulus SMA”, Suryo mencoba membela diri.
                “Itulah, cucuku itu lebih berani dibandingkan bapaknya,” lagi-lagi mbah Sastro terdengar membanggakan cucunya lebih dari anaknya.
                “Maaf Pak, saya belum dapat mengizinkan Dirman masuk pesantren pada usia yang sangat muda. Kalau mau belajar agama ‘kan bisa di TPA, pengajian atau madrasah. Nah nanti kalau sudah lulus SD barulah saya dapat mengizinkannya,” Suryo mencoba mempertahankan alasannya.
                “ Sepertinya kamu itu tahu segalanya bahkan yang belum terjadi “. Mbah Sastro agak lirih berucap.
Dari balik dinding Dirman menyimak pembicaraan antara ayah dan mbah kakungnya.
 Selesai .

 Ingin Menulis Skenario Sinetron Untuk Istri

Penulis : Wiwi Yunianto

Istri saya sangat gemar menonton sinetron, terutama sinetron lepas atau bukan serial. Hampir tiap ada waktu senggang, biasanya Sabtu dan Ahad dia siap di depan layar kaca. Dengan sangat fokus mengikuti alur cerita, dialog dan adegan sinetron. Kadang ia berkomentar mengenai alur cerita, dialog, atau pun aktor/aktris  yang memerankannya.

Salah satu latar belakang, saya ingin belajar dan mampu menulis adalah saya ingin membuat sebuah skenario sinetron. Saya ingin naskah saya itu diangkat ke layar kaca, saya ingin dia menonton sinetron itu lebih fokus dari biasanya. Saya ingin pula ia berkomentar banyak mengenai hal-hal yang ditampilkan dalam sinetron itu. Dan yang paling saya inginkan adalah, saat ia membaca satu demi satu kata yang ditampilkan pada awal atau akhir sinetron, yaitu nama penulis cerita & skenario  : Wiwi Yunianto  . Tentu saja, saya ingin mendengar komentarnya.
SELESAI

16 Januari 2012

Pemilihan Ketua RW



Cerpen



Penulis: Wiwi Yunianto

         Umurnya belum genap 10 tahun, tapi keingintahuannya persoalan suksesi atau pemilihan  di tingkat RW telah membuatnya bagai seorang pengamat politik independen. Malam ini ada pemilihan ketua RW di lingkungan tempat tinggal Pandu, secara kebetulan dari tiga orang calon ketua RW salah seorang  adalah ayahnya.
Sejak bergulirnya kabar akan di gelar pemilihan ketua RW seminggu yang lalu, Pandu seakan tak pernah bosan mencuri dengar para ketua RT, beberapa pengurus RW dan cukup banyak warga serta tetangga yang bertandang ke rumahnya dalam rangka memberi dukungan kepada ayahnya.  Tiap malam ada saja orang yang datang ke rumahnya, ngobrol dari selepas Isya hingga larut malam. Secara seksama Pandu mendengarkan pembicaraan orang-orang dewasa itu. Pandu jadi agak memahami perkembangan politik di lingkungan rumah tinggalnya. Pandu jadi ingin tahu lebih dalam  tata cara pemilihan dan proses penggantian Ketua RW. Selama ini Pandu  menerima pengetahuan seperti itu hanya secara terori di bangku sekolah dalam pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN).
        Pandu secara cermat menggoreskan pena di secarik kertas. Tak dilewatkan sedetik pun matanya, telinganya dari penghitungan suara. Turus demi turus telah tergores. Awalnya tiga calon mendapatkan angka berimbang, namun begitu kertas suara tersisa tinggal setengahnya, satu calon hampir tak mengalami perubahan. Tinggal dua calon yang bersaing cukup ketat angka demi angka berubah secara susul menyusul.
Hati Pandu cukup berdebar-debar saat nama satu calon hampir tak mengalami perubahan, padahal calon yang satunya lagi telah mengalami perubahan hampir lima kali. Barulah hati Pandu agak teratur debarannya, saat nama ketua RW lama yang mencalonkan diri lagi sempat mengalami terhenti perubahan angka. Tapi hal itu tak berlangsung lama ketika perolehan suara sama persis, antara Ketua RW lama dengan satu nama calon yang juga sekretaris RW, sementara sisa kertas suara tinggal satu lembar.
       Bukan cuma debaran hati Pandu tak berirama teratur, tapi juga keringat dingin telah membasahi wajahnya. Tangan kecilnya yang masih memegang pena pun menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.Dan ketika panitia menyebutkan nama Rohim dengan cukup keras, diikuti suara sorak para pendukung Ketua RW lama, kaki  dan tangan serta seluruh tubuh Pandu pun terasa lemas. Pena yang sedari tadi dipegangnya pun terlepas dan jatuh ke tanah.  Pandu jadi merasa begitu lelah, ia pun duduk di rerumputan di luar pagar bambu halaman kantor RW , tempat pemilihan.
      Suara seorang lelaki yang sangat dikenalnya cukup mengagetkan, Pandu terhenyak dari keterdiamannya. Pandu bangkit dan berjalan mendekati suara panggilan itu.
            “Kanapa Ayah kalah ? “ lirih suara Pandu. Tapi suara itu cukup terdengar oleh ayahnya.
            “Itu biasa dalam pemilihan , Pandu. Ada yang kalah juga ada yang menang”. Ayah Pandu tersenyum.
         “Apakah ayah tidak cukup pantas menggantikan Pak Rohim ?”  Pandu menengadah memandangi  wajah ayahnya.
                  “Pandu, ayo kita pulang. Hari sudah cukup malam. Kamu ‘kan harus bangun pagi besok, sholat shubuh dan berangkat sekolah. Besok ‘kan bukan hari libur.” 
Pandu serasa enggan untuk beranjak.
                “ Ayah, bolehkah Pandu tahu, kenapa ayah kalah dalam pemilihan tadi? “ Pandu seperti merajuk.
                “ Boleh, nanti di rumah ayah akan menerangkannya. Sekarang kita pulang, yuk ! Pandu dituntun menuju tempat sepeda motor ayahnya diparkir.
Sepeda motor yang ditunggangi Pandu dan ayahnya menerobos kegelapan malam menelusuri jalan bebatuan menuju rumahnya. Ada yang tersisa di hati Pandu, sebuah pertanyaan; kenapa ayahnya kalah dalam pemilihan RW .

SELESAI


Kasih Ibu Sepanjang Masa



Cerpen:


Wiwi Yunianto
                Perasaan malu dengan tetangga bercampur rasa kesal yang tiada tara, Anto tanpa pikir panjang langsung menerobos kerumunan tetangga. Anto berlari dengan sebelumnya melemparkan begitu saja kunci motornya. Ibunya berteriak-teriak memanggilnya, tapi Anto tak sedikit pun perduli. Ia merasa sangat kesal, ibunya sering kali memarahinya. Sepertinya apa pun yang ia lakukan pasti salah dan harus diomeli. Ia berlari dan terus berlari menelusuri gang sempit dari rumahnya entah menuju ke mana. Anto berhenti berlari di depan rumah di pinggir jalan yang tak terlalu lebar, cukuplah untuk berpapasan antara mobil dengan sepeda motor. Anto berhenti karena melihat satu kejadian yang tragis.
                Seorang ibu menjerit seperti mempertahankan sesuatu dari seorang pengendara sepeda motor. Kekesalannya di rumah sebelumnya seperti ada saluran untuk meluapkannya. Anto berlari mengahampiri pengendara sepeda motor yang memang dari arah yang berlawanan dengannya. Anto melompat dengan gerakan menendang. Kakinya yang terbungkus sepatu jenis “jungle” atau sepatu yang biasa digunakan oleh penjelajah hutan menghantam dada pengendara sepeda motor itu. Karuan saja pengendara sepeda motor itu terjatuh ke samping kiri, sepentara sepeda motornya sempat melaju dan akhirnya pun jatuh rebah.
Melihat korbannya jatuh , Anto langsung menghujaninya dengan bogem mentah berkali-kali. Sementara itu sang ibu menjerit-jerit meminta Anto untuk menghentikannya. Anto baru berhenti ketika sang ibu telah memeluk lelaki muda pengendara sepeda motor itu, yang tak lain adalah anaknya.
Ibu tadi mencoba mempertahankan uang belanja dagangannya dari anak lelakinya yang selalu merongrongnya untuk berfoya-foya. Anto mengira adegan tadi adalah aksi penjambretan.
Anto terdiam sesaat, tersadar betapa hati seorang ibu sangat menyayangi anaknya, bagaimana pun dia. Anto jadi merasa telah begitu bersalah pada ibunya di rumah. 
Selesai

Anggaran Renovasi Toilet Yang Mencengangkan

Sebuah Opini


Rencana renovasi 220 toilet di 10 lantai gedung parlemen dengan anggaran tak kurang dari 2 milyar, mendulang berbagai tanggapan di banyak kalangan dan lapisan masyarakat.  Seorang reporter televisi swasta mengadakan investigasi harga dan biaya renovasi toilet di beberapa toko  penjual dan jasa renovasi toilet di bilangan Jl. Panglima Polim Jakarta Selatan. Hasilnya; tidak terlalu mengejutkan tetapi cukup memancing pertanyaan. Harga sekaligus biaya pemasangan sebuah toilet dengan mutu istimewa tak lebih dari Rp. 6.000.000,-. Sehingga untuk merenovasi 220 toielt akan menelan biaya sebesar Rp.1.320.000.000,-(Satu Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Juta Rupiah). Pertanyaannya adalah, akan dikemanakan sisa anggaran sekitar Rp.680.000.000,-(Enam Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah) itu ?