Halaman

25 Januari 2012

Hilangnya Sepeda Motor Mantan Ketua RT








Penulis : Wiwi Yunianto
Pak Ody seorang mantan Ketua RT di lingkungan saya tinggal, sepeda motor yang baru dibelinya belum genap satu bulan, telah lenyap digondol maling. Menurut cerita para tetangga , malam itu sekitar pukul  sepuluh  seperti biasa Pak Ody akan memasukan sepeda motornya ke dalam rumah. Akan tetapi alangkah terkejutnya beliau, ketika dilihatnya sepeda motor yang diparkir di halaman rumahnya telah raib. Padahal sepeda motor itu dalam ke adaan terkunci, baik kunci stang maupun kunci tambahan. Dan yang lebih aneh pula sebelum raibnya sepeda motor itu pintu pagar besi halaman rumah Pak Ody dalam keadaan terkunci pula.Tentu saja setelah kejadian itu keadaan  kunci gembok pintu pagar tampak telah dirusak.
Berbagai cerita dan dugaan berkembang sangat cepat. Ada sumber yang mengatakan bahwa sejak sore hari sebelum kejadian sekitar pukul empat  terlihat seorang pemuda bertampang sangar dengan menggunakan jaket warna hitam dan anting – anting sebelah tergelayut di telinga sebelah kanan, tampak mondar-mandir di sekitar halaman rumah Pak Ody. Saat itu sepeda motor Pak Ody belum terpakir, karena Pak Ody belum pulang dari kantor.
Cerita lain menyebutkan sekitar pukul sembilan malam ada tiga ABG (istilah orang sekarang yang ditujukan pada anak remaja) semuanya laki-laki, berkendaraan dua sepeda motor secara terburu-buru meskipun tidak sampai ngebut, karena lingkunan tempat saya tinggal adalah gang dan berpenduduk cukup padat.
Dugaan lainnya memperkirakan kalau sepeda motor mantan ketua Rt itu telah masuk dalam target para penggondol. Karena menurut penuturan beberapa orang tetangga, bahwa belakangan ini terlihat seorang pemuda bertopi yang tak dikenal seperti mengamati sesuatu dan mondar- mandir melewati depan halaman rumah Pak Ody.



Pendapat dan usulan setelah kajadian itu pun bermunculan. Misalnya siskamling yang selama ini tak pernah diadakan lagi karena dianggap keadaan telah sangat aman, harus digiatkan kembali. Pembuatan dan pemasangan portal buka tutup setinggi tidak lebih dari lima puluh sentimeter di tiap mulut gang.
Sementara itu keadaan Pak Ody mengalami sedikit perubahan. Jika biasanya pergi ke kantor jam enam lebih sedikit tiap pagi, kini Pak Ody pergi ke kantor selepas sholat shubuh. Waktu tiba di rumah pun mengalami perubahan, yang biasanya menjelang magrib beliau telah sampai di rumah, kini selepas isya barulah tiba.Tapi dari sikap dan keramah-tamahannya tak sedikit pun mengalami perubahan. Selalu menyapa setiap orang yang dikenalnya saat berpapasan jalan atau bertemu di mana pun. Sepertinya kehilangan sepeda motor tidak mengubah sikap prilaku beliau yang memang dikenal ramah dan sedikit humoris itu.
Suatu malam saat siskamling , seorang tetangga bertanya pada Pak Ody soal perasaan beliau saat kehilangan sepeda motor.
                ‘Kaget tentu saja !’, kata Pak Ody.
    Kemudian beliau melanjutkan, “ Ingin marah rasanya, tapi kepada siapa?”
               “Ya, sama malingnya , Pak !” kata seorang bapak lainnya yang kemudian disambut dengan tawa oleh bapak-bapak lainnya, “ Ha….ha..ha….”
                “ Kalau malam itu saya ketemu malingnya sudah pasti saya beri pelajaran dia ! “, lanjut pak Ody.
                “ Matematika atau fisika, Pak?” , pertanyaan liar ini pun disambut tawa pula.
                “Ha..ha…ha…”
                “ Biar pusing dia !” celetuk dari seorang bapak yang lainnya lagi.
                “Yah, pelajaran tinju !”, jawab Pak Ody sekenanya.
                “Tapi setelah saya pikir-pikir dan renungkan pasti semua ini ada hikmahnya.” kata Pak Ody.
“ Allah sedang memberi pelajaran yang sangat berharga pada saya. Saya jadi sadar  bahwa kita tidak boleh lengah, sehingga kewaspadaan kita turun. Menganggap bahwa tempat dan keadaan sudah aman , padahal para penjahat berkeliaran di sekitar kita.” 
Pak Ody melanjutkan lagi: “ Dengan adanya kejadian ini, kita ‘kan bisa lebih akrab karena diadakan siskamling lagi. Tukang las juga dapat rezeki , pembuatan dan pemasangan portal, betul ‘kan ?” , para bapak pun manggut-manggut.
“Dan yang jauh lebih berharga, saya tambah yakin bahwa apa yang kita miliki, sesungguhnya tidak mutlak kita miliki. Semuanya milik Allah semata. Jika Allah menghendaki apa yang kita miliki berpindah tangan, kita tidak dapat menolaknya. Rela atau tidak.” Pada kalimat terakhir intonasi Pak Ody menurun.
“ Mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan gantinya yang jauh lebih baik ”, kata seorang bapak yang sejak tadi manggut-manggut.
“Amien…..!” suara bapak-bapak menyambut.
Selesai
Ditulis di Jakarta, Selesai ditulis : 21 Januari 2012 Pukul  01.03 WIB

24 Januari 2012

Tak Ada Kesempurnaan Tanpa Kekurangan






Penulis : Wiwi Yunianto

Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia selalu membutuhkan kehadiran manusia lainnya dalam mencapai tujuannya. Dalam ukuran kecil manusia sangat membutuhkan kehadiran manusia lain mulai sebagai teman, sahabat maupun pasangan hidup guna melengkapi satu sama lain , karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan di samping kelebihan itulah kesempurnaan manusia.
Karena manusia tidak mungkin dapat hidup di dunia ini seorang diri. Manusia membutuhkan manusia lain baik dalam hubungan pertemanan , berkelompok, berserikat, berpartai, bahkan bernegara guna mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Manusia di samping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu. Manusia sebagai makhluk individu atau mahluk pribadi memiliki keakuan atau dalam bahasa lain egois. Manusia memiliki rasa ingin diakui, ingin sendiri, ingin segala sesuatu berpulang pada dirinya.
Manusia ingin memiliki sesuatu yang sempurna, ingin memiliki hubungan pertemanan, memilki kelompok, serikat, pemerintahan yang sempurna. Sehingga jika terjadi sesuatu yang menurut keakuannya tidak sesuai, dia akan melakukan tindakan yang terkadang di luar nalar dan akalnya.
Dalam ukuran hubungan kecil antar manusia, pertemanan atau persahabatan. Tiap manusia ingin memiliki teman , sahabat atau pasangan dengan ukuran dan kadar yang menurut pendapatnya sempurna secara fisik atau pun prilaku. Dia haruslah tampan, gagah, kalau dia laki-laki, sebaliknya jika dia perempuan haruslah dia cantik, manis, lemah lembut disamping itu dia haruslah pandai, cerdas dan berprilaku baik serta mau atau  bersedia menerima dirinya apa adanya, yang satu ini tanda keakuan manusia. Orang lain harus sempurna tanpa kekurangan apalagi cacat, akan tetapi orang lain haruslah merima dirinya apa adanya. Sungguh ini keakuan atau egois. Begitu pun jika memiliki idola, kelompok atau pemerintahan, inginnya sangat sempurna tanpa cela atau kekurangan sedikit pun.
Khusus dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, inginnya hubungan berjalan mulus-mulus saja tanpa ada kendala yang terjadi. Padahal tak ada cerita atau kisah hidup macam itu. Terkadang kendala dalam kehidupan membuat orang menjadi tegar, pandai dan kuat. Sering kali jika terjadi suatu hal yang dirasakan tidak menyenangkan oleh salah satu pihak atau keduanya dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, maka tak jarang hubungan itu akan berakhir  dengan tidak baik. Bagai pepatah lama mengatakan:” Panas setahun terhapus oleh hujan sehari”, hubungan pertemanan atau persahabatan baik yang telah terjalin begitu lama dapat putus atau  hancur hanya karena suatu kesalahan yang sebenarnya dapat dimaafkan dan diperbaiki. Sikap ini juga menandakan bahwa manusia makhluk individu dengan   sifat keakuan atau egois.  Selesai.