Halaman

24 Januari 2012

Tak Ada Kesempurnaan Tanpa Kekurangan






Penulis : Wiwi Yunianto

Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia selalu membutuhkan kehadiran manusia lainnya dalam mencapai tujuannya. Dalam ukuran kecil manusia sangat membutuhkan kehadiran manusia lain mulai sebagai teman, sahabat maupun pasangan hidup guna melengkapi satu sama lain , karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan di samping kelebihan itulah kesempurnaan manusia.
Karena manusia tidak mungkin dapat hidup di dunia ini seorang diri. Manusia membutuhkan manusia lain baik dalam hubungan pertemanan , berkelompok, berserikat, berpartai, bahkan bernegara guna mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Manusia di samping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu. Manusia sebagai makhluk individu atau mahluk pribadi memiliki keakuan atau dalam bahasa lain egois. Manusia memiliki rasa ingin diakui, ingin sendiri, ingin segala sesuatu berpulang pada dirinya.
Manusia ingin memiliki sesuatu yang sempurna, ingin memiliki hubungan pertemanan, memilki kelompok, serikat, pemerintahan yang sempurna. Sehingga jika terjadi sesuatu yang menurut keakuannya tidak sesuai, dia akan melakukan tindakan yang terkadang di luar nalar dan akalnya.
Dalam ukuran hubungan kecil antar manusia, pertemanan atau persahabatan. Tiap manusia ingin memiliki teman , sahabat atau pasangan dengan ukuran dan kadar yang menurut pendapatnya sempurna secara fisik atau pun prilaku. Dia haruslah tampan, gagah, kalau dia laki-laki, sebaliknya jika dia perempuan haruslah dia cantik, manis, lemah lembut disamping itu dia haruslah pandai, cerdas dan berprilaku baik serta mau atau  bersedia menerima dirinya apa adanya, yang satu ini tanda keakuan manusia. Orang lain harus sempurna tanpa kekurangan apalagi cacat, akan tetapi orang lain haruslah merima dirinya apa adanya. Sungguh ini keakuan atau egois. Begitu pun jika memiliki idola, kelompok atau pemerintahan, inginnya sangat sempurna tanpa cela atau kekurangan sedikit pun.
Khusus dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, inginnya hubungan berjalan mulus-mulus saja tanpa ada kendala yang terjadi. Padahal tak ada cerita atau kisah hidup macam itu. Terkadang kendala dalam kehidupan membuat orang menjadi tegar, pandai dan kuat. Sering kali jika terjadi suatu hal yang dirasakan tidak menyenangkan oleh salah satu pihak atau keduanya dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, maka tak jarang hubungan itu akan berakhir  dengan tidak baik. Bagai pepatah lama mengatakan:” Panas setahun terhapus oleh hujan sehari”, hubungan pertemanan atau persahabatan baik yang telah terjalin begitu lama dapat putus atau  hancur hanya karena suatu kesalahan yang sebenarnya dapat dimaafkan dan diperbaiki. Sikap ini juga menandakan bahwa manusia makhluk individu dengan   sifat keakuan atau egois.  Selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar