Ahad, 9 Februari 2025, cuaca pagi Jakarta sempat
menimbulkan kekhawatiran bagi para goweser. Hujan yang turun menjelang Subuh
mengingatkan bahwa beberapa hari belakangan kota ini kerap diguyur hujan.
Namun, semangat dan kekompakan para goweser tetap menyala. Delapan goweser
dengan penuh semangat mengayuh pedal mereka, memulai perjalanan dari Palmerah
Utara, melewati Tanah Abang, Prapatan, hingga akhirnya tiba di Lapangan
Banteng. Hawa dingin yang menyelimuti Jakarta justru terasa menyegarkan berkat
aktivitas bersepeda yang menghangatkan tubuh.
Lapangan Banteng, yang memiliki nilai sejarah
bagi bangsa Indonesia, menjadi tujuan utama. Monumen Pembebasan Irian Barat
berdiri gagah sebagai simbol perjuangan, sementara di masa lalu, kawasan ini
juga pernah menjadi pusat terminal bus yang melayani berbagai rute di Jakarta.
Setibanya di lokasi, para goweser memarkirkan
sepeda mereka di tempat yang aman. Mereka kemudian berjalan kaki menelusuri
taman, menikmati udara segar yang disaring oleh pepohonan rindang. Pemandangan
beragam aktivitas warga menambah semarak suasana. Anak-anak, remaja, hingga
orang dewasa tampak sibuk dengan kegiatan olahraga masing-masing, mulai dari
berjalan kaki, jogging, senam, hingga olahraga ringan lainnya.
Swafoto menjadi aktivitas wajib bagi para
goweser, mengabadikan momen di berbagai lokasi menarik. Bahkan sebelum tiba di
Lapangan Banteng, mereka sudah berfoto di depan Markas Marinir di Jalan
Prapatan. Setelah puas berkeliling dan berfoto, akhirnya mereka menemukan spot
nyaman untuk beristirahat dan menikmati coffee break.
Minuman hangat seperti kopi, coffee mix, dan susu
jahe menjadi pilihan utama, ditemani camilan sederhana seperti telur rebus dan
kue kamir. Obrolan ringan hingga topik berat, seperti isu pagar laut, mewarnai
perbincangan mereka. Momen ini menjadi ajang keakraban, memberikan kesempatan
bagi para goweser untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Tanpa terasa, waktu terus bergulir, dan akhirnya
tiba saatnya untuk pulang. Beberapa goweser harus melanjutkan aktivitas lain.
Dengan semangat yang tetap menyala, mereka berjanji untuk kembali bersepeda
pekan depan, dengan tujuan yang berbeda. Sampai jumpa di perjalanan gowes
berikutnya!
(Wy)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
