Halaman

28 Maret 2023

 Tarian Wonderland Indonesia Mewarnai Pentas Baca

Tarian Wonderland Indonesia




Bertempat di sebuah aula masjid Al Kautsar daerah Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pentas baca dan lomba mewarnai diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO unit Griya Yasa Lestari pada Sabtu , 18 Maret 2023. Acara dibuka oleh bu Suci, salah satu motivator unit tersebut yang pagi ini bertindak sebagai MC. Acara awal di dibuka dengan berdo'a , yel-yel biMBA lalu dilanjutkan dengan sebuah tari kreasi yang didasarkan pada budaya beberapa daerah, seperti Aceh, Minang dan Kalimantan serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Tarian tersebut cukup penarik perhatian para hadirin yang terdiri dari anak-anak biMBA dan orangtua mereka masing-masing serta beberapa terlihat adik, kakak dan sanak saudara dari para murid biMBA. Jumanaklah murid yang hadir tidak kurang dari 120, sehingga jumlah keseluruh mendekati jumlah 300 orang. Tarian yang bertajuk Indonesia Wonderland memang menarik. Karena selain kostum yang dikenakan menampilkan beberapa daerah yang telah disebutkan di atas tetapi warnanya pun cukup cerah ditambah gerakan -gerakan tarian yang tampak dinamis. Tentu gerakan tersebut dilatih oleh seorang kareografer yang cukup baik. Memang di sana -sini kadang gerakan masih ada kekurangan terutama kekompakan, namun bagi anak seusia mereka sudah cukup baik. Tak jarang para hadirin memberikan aplous tanda salut atau kagum. Penampilan tarian ini pertanda kecintaan kepada tanah air yang telah ditanamkan sejak usia dini.

Sambutan dari kantor pusat dilaksanakan oleh relawan Humas yaitu, Wiwi Yunianto. dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa biMBA-AlUEO membimbing anak memiliki minat baca dan belajar secara instrisik atau minat yang timbul dan tumbuh berkembang dari dalam diri anak itu sendiri. Minat ini sangat penting karena jika seorang anak yang sudah memiliki minat belajar, maka orangtua tinggal mengarahkan saja tidak perlu lagi memaksa agar anaknya mau belajar. Belajar bagi seorang anak yang telah tumbuh dan berkembang minatnya adalah sebuah tantangan yang harus dijawab, bukan beban yang harus dihindari.

Sementara itu kepala unit biMBA-AlUEO unit Griya Yasa Lestari, ibu Debby Mafriana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentas baca dan lomba mewarnai merupakan ajang silaturahmi antara komponen dalam komunitas biMBA di sebuah unit. Disamping itu pentas baca dan lomba mewarnai adalah sebuah wadah untuk menampilkan kemampuan tiap anak biMBA.

Tesimoni di sesi berikutnya disampaikan oleh dua orangtua murid seorang ibu dan seorang ayah dari keluarga yang berbeda tentu saja. Seorang ibu, orangtua murid dari Iona Nouvalin Hawa Mulyadi menyampaikan bahwa anaknya awal masuk bicaranya belum jelas. Belajar di biMBA berjalan satu bulan sudah mulai bisa bicara dan mengenal huruf dan angka walau secara sedikit. Sementara seorang ayah bernama Thony Setiawan adalah orangtua murid dari Thalita Hasna Kayyisa dan Tanisha Khirwa Damitsa. Pak Thony Setiawan menyampaikan bahwa metode belajar di biMBA memang terbukti membuat anak cepat bisa baca. Pak Thony bahkan mencontohkan verbal kata "BUDI" dengan sangat lancar bak seorang motivator biMBA.

Pentas baca dan lomba mewarnai unit Griya Yasa Lestari ini menampilkan sederet acara, seperti pentas baca yang dibagi beberapa sesi dan disesuaikan dengan level, lomba mewarnai yang terdiri dari dua kategori, usia 3 sampai 4 tahun dan 5 sampai enam tahun, berbagai hiburan tari-tarian, senam, testimoni orangtua murid, sambutan dan hiburan badut yang memang seringkali ditunggu-tunggu oleh anak-anak biMBA serta pembagian tropy dan goody bag diakhir acara (Wy)



Anak-anak biMBA tengah menunggu acara dibuka


Pentas baca


Pentas Baca

Paduan suara

Testimoni orangtua murid.


Door prize








26 Maret 2023

 

Pentas Baca Sebagai Pembuktian

Salah satu murid biMBA unit Dayeuh Jonggol tengah melaksanakan pentas baca yang dipandu oleh motivatornya

Saat Pentas Baca dan lomba Mewarnai biMBA-AlUEO unit Dayeuh Jonggol agak berbeda dengan unit-unt sebelumnya. Karena saat pelaksanaan cuaca sangat cerah cenderung terik. Namun karena pelaksanaannya di dalam gedung, sehingga rasa terik tak langsung terasa.

Ada sekitar seratus empat puluh anak yang hadir pada pentas baca dan lomba mewarnai yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Maret 2023. Meraka masing-masing didampingi oleh orangtua meeka. Baik ayah, ibu, nenek, kakek, kakakatau adiknya. Para pendamping ini bisa satu diantaranya atau pun dua atau tiga orang. Seakan mereka ingin menikmati juga acara itu. Atau pun mereka ingin menyaksikan kemampuan mereka tampil di atas panggung. Karena selain pentas baca, ada pula acara lain yang ditampilkan oleh anak-anak biMBA dengan koreografer tentu para pembing mereka pula.

Acara dibuka oleh ibu Maahyuni Rahadi, mantan motivator mobile yang kini masih sangat antusias jika diminta untuk membantu acara sebagai MC. Selain berdo'a, acara pembukaan diisi dengan verbal kata, bernyanyi LabiMBA. yel-yel yang membuat seluruh anak-anak biMBA bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan testimoni. Perwakilan kantor pusat biMBA-AlUEO menyampaikan pentingnya mewarnai, karena dalam kegiatan mewarnai tanpa disadari tiap peserta tengah memperoleh pelajaran mentaati aturan dan ketentuan dalam mewarnai. Sekaligus tentu mendapat pelajaran bebas dalam menentukan warna yang akan digunakan. Selain itu Wiwi Yunianto juga menyampaikan pelajaran dalam pentas baca, yaitu kemandirian dan keberanian tampil di hadapan orang banyak.Keberanian tampil dihadapan orang banyak merupakan keterampilan yang sangat penting di masa depan kala anak-anak biMBAtelah penjadi seorang pemimpin.

Sementara itu kepala unit, ibu Dwi Rini Farianti yang mendapat giliran kedua dalam memberi sambutan, menyampaikan bahwa pentas baca dan mewarnai adalah sebuah pembuktian dari apa yang anak-anak biMBA terima di dalam kelas selama ini.

Orangtua murid yang mendapat kesempatan menyampaikan testimoni adalah orangtua dari Ayasya. Ibu ini menyampaikan bahwa beliau memiliki dua anak yang belajar di biMBA. Anak pertama saat ini sudah belajar di SD. Anak pertama sebelum di SD juga belajar di biMBA. Hasil belajar di biMBA memang sangat bagus. Saat ini sang kakak menjadi juara di kelasnya. Sementara sang adik masih belajar di biMBA. Sang adik sudah mampu membaca padahal baru hitungan bulan belajar di biMBA.

Acara berlanjut dengan tampilan pentas baca yang berurut mulai dari tahapan awal, yaitu verbal kata, membaca kata , kalimat dan paragraf. Setiap pergantian sesi pentas baca diselingi dengan doorprize atau pun hiburan yang ditampilkan anak-anak biMBA itu sendiri. Selain hiburan dari anak-anak biMBA, juga ditampilkan hiburan badut yang cukup segar dan menyegarkan suasana. Anak-anak sejak awal kedatangan badut sudah begitu antusias.

Rangkaian acara pentas baca dan lomba mewarnai ini ditutup dengan pembagian piala peserta. Tiap anak pasti mendapatkan piala dan goody bag. Sehingga setiap anak akan merasa menjadi juara. (Wy)


Wiwi Yunianto, Relawan Humas tengah memberi sambutan dalam kapasitasnya sebagai perwakilan kantor pusat.




Ibu Dwi, kepala unit tengah memberi sambutan


Salah satu orangtua murid tengah memberi testimoni.

Membantu Bu Maahyuni Rahadi, memanggil orangtua murid yang beruntung nomor door prizenya keluar.






 Antara Monas dan Perpusnas

Selvi sebentar di depan anak-anak biMBA Situ Gede


Sedianya kedatangan rombongan pada pukul 08.00 WIB di Monas, akan tetapi kemacetan jalan masuk dari Bogor ke Jakarta dan tiap ruas jalan di dalam kota Jakarta menyebabkan rombongan anak-anak biMBA-AlUEO Situ Gede mengalami keterlambatan hingga sekitar satu sengah jam. Namun begitu anak-anak biMBA terlihat begitu ceria. Meskipun lokasi penurunan dari dua bus yang membawa mereka tidak begitu dekat dengan lokasi tujuan. Mereka diturunkan tepat di depan gedung Perpusnas (Perpustakaan Nasional). Kemudian mereka berjalan beriringan yang dipandu oleh para motivator , kepala unit dan mitra menyeberangi jalan Meredeka Selatan menuju pintu masuk Monas melalui  area parkir IRTI dan pusat souvenir dan jajanan.

Tak lama kemudian rombongan biMBA-AlUEO Situ Gede pun memasuki pintu gerbang taman Monas dan antri di halte kereta wisata (odong-odong) untuk menuju pintu masuk bagunan Monas. Berbagai ekspresi dan tingkah anak-anak biMBA tampak di wajah mereka. Ada guratan lelah setelah menempuh perjalanan. Ada yang sempat menangis, karena merasa ditinggal oleh teman-temannya. Meskipun masih bersama ibunya yang senantiasa mendampinginya sejak tadi. Anak ini memang tertinggal naik kereta wisata. Karena daya tampungnya yang terbatas, sehingga anak ini bersama beberapa anak yang lainnya harus antri lagi menunggu datangnya kereta wisata berikutnya.

Sesampainya di depan pintu masuk monumen, ternyata tidak langsung masuk. Melainkan istirahat di atas rerumputan sambil santap siang. Setelahnya baru antri lagi , tapi kali ini untuk memasuki monumen. Antrian menurun menelusuri lorong bawah tanah, naik ke lagi area menuju pintu masuk diorama. Di ruang ini tempratu udaranya sungguh berbeda di banding di luar sana. Cukup sejuk. Banyak anak -anak dari sekolah lain, ada SD, SMP kebanyakan malah dari luar kota. Di dalam ruang diorama ada informasi dalam bentuk boneka di ruangan-ruangan yang menyerupai akuarium yang menggambarkan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dari pergerakan Indonesia, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, berbagai pembrontakan di berbagai daerah dan lain sebagainya.

Selesai berwisata di monumen nasional atau MONAS, anak-anak biMBA-AlUEO unit Situ Gede menuju gedung Perpustakaan Nasional. Anak-anak langsung menuju lantai 12 . Di sana di gelar acara penyambutan, stori stealing oleh para pustakawan, berbagai sambutan hingga penyerahan plakat kenang-kenangan oleh mitra biMBA-AlUEO, bapak Ismail Marzuki kepada perwakilan pustakawan. Sebelum anak -anak meninggalkan ruangan itu, mereka diberi kesempatan untuk mencari buku-buku dan membacanya. (Wy)


Pose bareng mitra unit Situ Gede, Pak H. Ismail Marzuki


Naik Kereta "odong-odong " wisata dari monumen menuju pintu keluar area Monas


     Foto bareng anak-anak biMBA unit Situ Gede bersama para motivator, mitra dan orangtua mereka masing-masing.