Halaman

29 Januari 2025

Jakarta Diselimuti Hawa Dingin, Gowes Melaju Terus



 

Siap gowess

Jakarta, 29 Januari 2025 - Hawa dingin yang menusuk tubuh terasa begitu nyata di bekas ibu kota. Hujan yang mengguyur Jakarta hampir sepanjang malam membuat pagi hari ini menjadi lebih sejuk dari biasanya. Bagi sebagian orang, kondisi seperti ini adalah waktu yang tepat untuk menarik selimut lebih erat dan bermalas-malasan di tempat tidur. Namun, hal ini tidak berlaku bagi tiga orang goweser yang tetap bersemangat mengayuh sepeda mereka.

Sejak pagi buta, ketiganya telah bersiap dengan perlengkapan bersepedanya. Tepat pukul enam pagi, mereka mulai mengayuh sepeda, menelusuri aspal di Jalan Palmerah Utara. Sesampainya di zebra cross di bawah lampu lalu lintas, mereka berhenti sejenak, lalu berbelok ke kanan saat lampu hijau menyala, melanjutkan perjalanan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto. Hawa dingin yang menyelimuti Jakarta tak mengurangi semangat mereka, bahkan ketika salah satu sepeda mengalami masalah rantai terlepas dari crank. Setelah perbaikan singkat, perjalanan kembali dilanjutkan.

Suasana jalanan terasa lebih lengang dari biasanya. Hari ini adalah libur nasional Tahun Baru Imlek, membuat jalan-jalan di Jakarta tidak sepadat hari biasa. Tanpa hambatan berarti, mereka akhirnya tiba di tujuan, Taman Mataram, yang terletak di pinggir Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelum hujan kembali mengguyur dengan deras, para goweser menyempatkan diri untuk berfoto di taman yang rindang tersebut. Tak lama, hujan turun cukup lebat, memaksa mereka untuk berteduh di sebuah tempat yang telah disediakan. Bangku-bangku kayu yang menopang pada cor-coran menjadi tempat perlindungan dari hujan. Di sana, mereka tidak sendirian. Ada pasangan suami istri yang tengah menikmati sarapan bubur, serta dua orang lainnya yang tampaknya berteduh sejenak di taman tersebut. Para pekerja taman yang semula sibuk membersihkan dan merawat area hijau itu sudah tak terlihat, kemungkinan besar berlindung di kantor pengelola taman yang berada di sekitar lokasi.

Taman Mataram yang terawat dengan baik ini tidak hanya dipenuhi pepohonan dan rerumputan hijau, tetapi juga memiliki sebuah monumen tokoh kosmonot Uni Soviet,      Yuri Alekseyevich Gagarin, yang berdiri tegak dengan kedua tangan membentang. Tempat ini biasanya ideal untuk jogging dan rekreasi ringan. Namun, karena hujan turun cukup deras, satu-satunya aktivitas yang dapat dilakukan adalah menunggu hujan reda sambil menyeruput kopi hangat dan menikmati camilan yang ada.

Meski Jakarta diselimuti hawa dingin dan hujan deras, semangat para goweser untuk terus mengayuh pedal tak surut. Bagi mereka, bersepeda bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang menyenangkan. (Wy)

Dua orang gowesser tengah mengarahkan telunjuk mereka ke monimen Yuri Gagarin


Ustadz Deni tengah menuiapkan minuman hangat.


Jakarta Sepi....




Sepeda harus dituntun saat melintasi jembatan orang di statsiun kereta Palmerah.