Halaman

27 Maret 2014

Tidaklah Bijak Jika Terlalu Mudah Menyimpulkan...

Teman saya ragu untuk menerima pinangan seorang pemuda yang selama ini dikenal sebagai orang yang baik prilakunya. Teman saya itu menduga-duga , kalau-kalau masa lalu pemuda itu tidak baik,sehingga Tuhan tidak meridhoi kehidupannya. Hal itu terbukti dengan keadaannya saat ini yang belum juga mencapai sukses. Sementara teman-teman pemuda itu rata-rata telah mengenyam kesusksesan sejak lama.

Teman saya tersebut menyakini ada kaitan erat antara kesuksesan dan kegagalan hidup seorang manusia dengan prilaku baik atau buruknya. Teman saya tidak melihat dengan pikiran dan hati jernih, bahwa ada ujian dalam kehidupan tiap manusia.

Kebanyakan dari pendapat kita, bahwa ujian hidup bagi manusia adalah hal-hal yang dirasa tidak menyenangkan, menyusahkan, tidak enak, penuh dengan pahit getir. Oh…tentu tidak benar seluruhnya , walau pun tidak salah secara keseluruhan pula.

Ujian adalah apa pun yang dirasakan, dialami atau pun dijalani oleh manusia. Enak atau tidak, pahit getir atau pun manis, senang atau sengsara, kaya atau miskin, cantik- tampan atau pun buruk rupa.

Menurut saya kegagalan dan kesuksesan di dunia bukanlah imbalan perbuatan baik dan buruk manusia dari Tuhan, melainkan ujian. Imbalan hakikinya diberikan diakhirat kelak. Jadi tidak semestinya kita menilai prilaku seseorang di masa lalu dengan melihat fakta kehidupannya di masa kini..(Wy 270314) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar