Sesampai di sekolah anak saya
yang duduk di kelas sebelas (di zaman saya dulu kelas dua SMA), saya belum
paham kenapa di lapangan sekolah itu berdiri tenda seperti akan ada acara.
Selain itu terdengar cukup keras dari sound system lagu Hymne Guru. Sepulang mengantar, saya pun
belum paham, sesekali berpapasan atau melihat anak-anak sekolah yang membawa
bucket yang berisi makanan ringan seperti coklat atau uang kertas yang dibentuk
seperti bunga. Begitu indah bunga uang kertas itu, tentu yang membuatnya dengan
segenap rasa simpati.
Saat mengantar anak bungsu saya
yang masih duduk di bangku TK atau RA ( Raudhatul Athfal), barulah saya paham
kalau hari ini Jumat, 25 Nopember 2022 adalah peringatan Hari Guru
Indonesia. Orangtua murid di RA anak
saya pun mempersiapkan acara yang cukup surprise . Rencana mereka akan
memberikan karangan bunga yang dibentuk dari uang kertas pecahan lima ribuan.
Ada empat guru dan kepala sekolah. Jadi ada lima karangan bunga terbuat dari
uang kertas yang telah disiapkan.
Saat menjelang pulang sekolah,
para orangtua murid yang semuanya kaum ibu “menerobos’ masuk kelas,mengucapkan
selamat Hari Guru sekaligus menyerahkan karangan bunga tersebut. Suasana
seketika berubah jadi haru. Bahkan satu orang guru sempat larut dalam perasaan.
Mungkin bu Guru Eva tak menyadari kalau air matanya meleleh membasahi pipinya. Tapi
anak-anak RA Al JARONA justru bergembira dalam suasana. Mereka menyampaikan ucapan
selamat kepada para guru dan kepala sekolah. (Wy)






