Penulis : Wiwi Yunianto
Pak Ody seorang mantan Ketua RT di lingkungan saya tinggal, sepeda motor yang baru dibelinya belum genap satu bulan, telah lenyap digondol maling. Menurut cerita para tetangga , malam itu sekitar pukul sepuluh seperti biasa Pak Ody akan memasukan sepeda motornya ke dalam rumah. Akan tetapi alangkah terkejutnya beliau, ketika dilihatnya sepeda motor yang diparkir di halaman rumahnya telah raib. Padahal sepeda motor itu dalam ke adaan terkunci, baik kunci stang maupun kunci tambahan. Dan yang lebih aneh pula sebelum raibnya sepeda motor itu pintu pagar besi halaman rumah Pak Ody dalam keadaan terkunci pula.Tentu saja setelah kejadian itu keadaan kunci gembok pintu pagar tampak telah dirusak.
Berbagai cerita dan dugaan berkembang sangat cepat. Ada sumber yang mengatakan bahwa sejak sore hari sebelum kejadian sekitar pukul empat terlihat seorang pemuda bertampang sangar dengan menggunakan jaket warna hitam dan anting – anting sebelah tergelayut di telinga sebelah kanan, tampak mondar-mandir di sekitar halaman rumah Pak Ody. Saat itu sepeda motor Pak Ody belum terpakir, karena Pak Ody belum pulang dari kantor.
Cerita lain menyebutkan sekitar pukul sembilan malam ada tiga ABG (istilah orang sekarang yang ditujukan pada anak remaja) semuanya laki-laki, berkendaraan dua sepeda motor secara terburu-buru meskipun tidak sampai ngebut, karena lingkunan tempat saya tinggal adalah gang dan berpenduduk cukup padat.
Dugaan lainnya memperkirakan kalau sepeda motor mantan ketua Rt itu telah masuk dalam target para penggondol. Karena menurut penuturan beberapa orang tetangga, bahwa belakangan ini terlihat seorang pemuda bertopi yang tak dikenal seperti mengamati sesuatu dan mondar- mandir melewati depan halaman rumah Pak Ody.
Pendapat dan usulan setelah kajadian itu pun bermunculan. Misalnya siskamling yang selama ini tak pernah diadakan lagi karena dianggap keadaan telah sangat aman, harus digiatkan kembali. Pembuatan dan pemasangan portal buka tutup setinggi tidak lebih dari lima puluh sentimeter di tiap mulut gang.
Sementara itu keadaan Pak Ody mengalami sedikit perubahan. Jika biasanya pergi ke kantor jam enam lebih sedikit tiap pagi, kini Pak Ody pergi ke kantor selepas sholat shubuh. Waktu tiba di rumah pun mengalami perubahan, yang biasanya menjelang magrib beliau telah sampai di rumah, kini selepas isya barulah tiba.Tapi dari sikap dan keramah-tamahannya tak sedikit pun mengalami perubahan. Selalu menyapa setiap orang yang dikenalnya saat berpapasan jalan atau bertemu di mana pun. Sepertinya kehilangan sepeda motor tidak mengubah sikap prilaku beliau yang memang dikenal ramah dan sedikit humoris itu.
Suatu malam saat siskamling , seorang tetangga bertanya pada Pak Ody soal perasaan beliau saat kehilangan sepeda motor.
‘Kaget tentu saja !’, kata Pak Ody.
Kemudian beliau melanjutkan, “ Ingin marah rasanya, tapi kepada siapa?”
“Ya, sama malingnya , Pak !” kata seorang bapak lainnya yang kemudian disambut dengan tawa oleh bapak-bapak lainnya, “ Ha….ha..ha….”
“ Kalau malam itu saya ketemu malingnya sudah pasti saya beri pelajaran dia ! “, lanjut pak Ody.
“ Matematika atau fisika, Pak?” , pertanyaan liar ini pun disambut tawa pula.
“Ha..ha…ha…”
“ Biar pusing dia !” celetuk dari seorang bapak yang lainnya lagi.
“Yah, pelajaran tinju !”, jawab Pak Ody sekenanya.
“Tapi setelah saya pikir-pikir dan renungkan pasti semua ini ada hikmahnya.” kata Pak Ody.
“ Allah sedang memberi pelajaran yang sangat berharga pada saya. Saya jadi sadar bahwa kita tidak boleh lengah, sehingga kewaspadaan kita turun. Menganggap bahwa tempat dan keadaan sudah aman , padahal para penjahat berkeliaran di sekitar kita.”
Pak Ody melanjutkan lagi: “ Dengan adanya kejadian ini, kita ‘kan bisa lebih akrab karena diadakan siskamling lagi. Tukang las juga dapat rezeki , pembuatan dan pemasangan portal, betul ‘kan ?” , para bapak pun manggut-manggut.
“Dan yang jauh lebih berharga, saya tambah yakin bahwa apa yang kita miliki, sesungguhnya tidak mutlak kita miliki. Semuanya milik Allah semata. Jika Allah menghendaki apa yang kita miliki berpindah tangan, kita tidak dapat menolaknya. Rela atau tidak.” Pada kalimat terakhir intonasi Pak Ody menurun.
“ Mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan gantinya yang jauh lebih baik ”, kata seorang bapak yang sejak tadi manggut-manggut.
“Amien…..!” suara bapak-bapak menyambut.
Selesai
Ditulis di Jakarta, Selesai ditulis : 21 Januari 2012 Pukul 01.03 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar