Penulis : Wiwi Yunianto
22 Nopember 2012
Berbagai cara penipuan dilakukan
para penjahat. Pagi ini seseorang menghubungi saya mengaku bernama Asep. Dia
mengaku sebagai kemenakan saya. Saya bingung, karena dari nama dan logat bicara
tentu kami berbeda suku. Aneh! Tapi saya tetap mendengarkan apa yang dituturkannya.
Mengocehlah dia, bahwa tadi ia hendak
ke rumah saya, dalam perjalanan ke rumah saya, sepeda motor yang
ditungganginya menyerempet anak kecil. Saya bertanya , anak kecil siapa. Dia
jawab ya anak kecil.Kemudian ia menuturkan bahwa
biaya pengobatan anak tersebut sebesar Rp. 900.000,00 (sembilan ratus ribu
rupiah). Sementara ia cuma punya lima ratus ribu rupiah. Ia ingin agar saya
bicara dengan polisi yang menangani perkara itu, tentu saja lewat telepon/HP,
agar perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan.
Saat ia bicara soal sejumlah uang, saya sudah mulai curiga . Tapi tetap saya dengarkan ocehannya. Bahkan saya mengamati warna suaranya. Saya yakin ,
saya belum pernah mendengar suara ini. Apalagi mengenalnya. Terlebih kalau
dirunut dari no kode area telepon, sama sekali saya tidak tahu yaitu : 0267…
Secara spontan saya katakan,
bahwa saya tidak kenal dengan lawan bicara ini. Dia bersikeras menyakinkan
saya, kalau dia adalah kemenakan saya. Tetapi berkali-kali saya katakan bahwa
sama sekali saya tidak mengenalnya.
Mungkin dia sudah kesal dan tak
tau cara untuk menyakinkan saya. Sebelum menutup teleponnya, ia sempat memaki
saya.
Saya malah tersenyum menertawakan
kekalahannya….he..he..he…
Selesai
