Halaman

8 Desember 2024

Meriahnya Pentas Baca dan Lomba Mewarnai Unit Ternate 2

Tangerang, 7 Desember 2024 – Pentas baca dan lomba mewarnai biMBA-AlUEO Unit Ternate 2 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 7 Desember 2024, bertempat di Aula Remaja Kuring Resto, Jalan Jenderal Gatot Subroto Km 4,5 RT.001/RW.001, Sangiang Jaya, Priuk, Kota Tangerang, Banten. Acara yang penuh semangat ini dihadiri oleh 165 anak-anak biMBA beserta para pendamping.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh dua MC, Ms. Maureen Setiani dan Ms. Fitia Nurjanah, yang juga merupakan motivator biMBA. Setelah pembacaan doa, suasana semakin semarak dengan tepuk semangat dan yel-yel khas biMBA.

Dalam sambutannya, Kepala Unit biMBA-AlUEO Ternate 2, Ibu Robbiyatul Ade Wiyah, menekankan pentingnya menanamkan minat baca pada anak sejak dini agar mereka mencintai proses belajar sepanjang hayat. Sementara itu, Wiwi Yunianto, perwakilan dari kantor pusat biMBA-AlUEO, menyampaikan manfaat dari kegiatan ini, yaitu saat pentas baca  untuk mendorong anak-anak memiliki minat baca dan belajar sepanjang hayat, serta memahami aturan dari hal-hal sederhana saat lomba mewarnai gambar.

Acara juga diwarnai dengan testimoni , yaitu  Ibu Nanda Fidyana Pangestu , orang tua murid dari : Nadira Kanaya Ariestiyanto  dan Aghnia Khalisa Ariestiyanto, yang mengungkapkan kemajuan signifikan kedua anaknya setelah mengikuti bimbingan di biMBA-AlUEO. Menurutnya, kedua anak yang sebelumnya belum mengenal huruf dan angka kini sudah mampu membaca kata-kata sederhana, berhitung, dan menulis.

Setelah itu, lomba mewarnai dimulai sekitar pukul 08.20 WIB, diawali dengan nyanyian "Cinta Ananda" oleh kepala unit dan para motivator. Di sela-sela acara, panitia menyisipkan door prize untuk menambah semangat peserta.

Pentas baca level 1, 2, 3, dan 4 dilaksanakan secara bergantian dengan berbagai hiburan menarik, seperti gerak dan tari lagu "La biMBA" dan "Jangan Marah Dong," serta penampilan dari Inglish biMBA. Ada pula sosialisasi biMBA intervio oleh Ibu Titin Sumarni.

Menjelang akhir acara, anak-anak dihibur dengan penampilan badut yang disambut antusias, diikuti senam "Gemu Famire" oleh kepala unit dan motivator. Door prize dan pengumuman pemenang lomba mewarnai menjadi puncak kemeriahan sebelum acara ditutup.

Sebagai apresiasi, semua peserta mendapat trofi dan goody bag. Acara yang sarat edukasi dan hiburan ini berakhir pada pukul 12.00 WIB, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

Selesai.

 

Bottom of Form

 


5 Desember 2024

Mimpi Rumah Impian

 

Di sebuah desa kecil di pinggiran kota, hiduplah seorang anak bernama Rafi. Ia baru berusia 10 tahun, tetapi hidup telah mengajarinya tentang kerasnya perjuangan. Rafi tinggal bersama ibunya, Bu Lina, di sebuah gubuk sederhana yang terbuat dari bilik bambu dan atap rumbia. Jika hujan turun, air menetes dari atap, membuat lantai tanah menjadi becek dan dingin. Namun, Rafi tak pernah kehilangan senyumnya.

Setiap pagi, ia berjalan kaki sejauh tiga kilometer ke sekolah dengan sepatu yang mulai usang. Meski demikian, semangat belajarnya tak pernah surut. Ia bercita-cita menjadi seorang arsitek agar suatu hari bisa membangun rumah impian untuk ibunya.

Di sekolah, Rafi suka menggambar. Ia sering menggambar rumah-rumah yang ia impikan, dengan tembok yang kokoh, atap yang tidak bocor, dan sebuah taman kecil di depan rumah. Ia selalu berkata kepada teman-temannya, "Suatu hari nanti, aku akan membangun rumah seperti ini untuk ibu."

Namun, mimpi itu tidak mudah diwujudkan. Setelah pulang sekolah, Rafi membantu ibunya menjual gorengan di pasar untuk menyambung hidup. Setiap sen yang mereka dapatkan terasa begitu berharga.

Suatu hari, ketika Rafi tengah menggambar rumah impiannya di halaman sekolah, seorang guru bernama Bu Ratna melihatnya. Terkesan dengan ketekunan dan bakat Rafi, Bu Ratna bertanya tentang mimpinya. Dengan mata berbinar, Rafi menceritakan keinginannya untuk membangun rumah yang layak bagi ibunya.

Bu Ratna merasa tersentuh. Ia pun mengajukan cerita Rafi ke sebuah organisasi sosial yang sering membantu anak-anak berbakat dari keluarga kurang mampu. Tak lama setelah itu, sebuah kabar baik datang. Organisasi tersebut bersedia memberikan beasiswa pendidikan untuk Rafi dan membantu memperbaiki rumahnya.

Hari itu, Rafi pulang ke rumah dengan membawa berita bahagia. Matanya berkaca-kaca saat ia berkata kepada ibunya, "Bu, suatu hari nanti, aku akan membangun rumah yang lebih besar dan lebih indah untuk kita. Tapi sekarang, kita akan punya rumah yang lebih baik."

Pekerjaan renovasi rumah dimulai, dan dalam beberapa minggu, rumah kecil mereka berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak. Meskipun sederhana, rumah itu kini memiliki dinding yang kuat, lantai yang tidak lagi berlumpur, dan atap yang tidak bocor.

Rafi semakin giat belajar. Ia tahu, perjalanan menuju mimpinya masih panjang. Namun, dengan hati yang penuh syukur, ia percaya bahwa setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalanan besar.

Mimpi Rafi tak hanya tentang memiliki rumah layak huni, tapi juga tentang memberi kebahagiaan bagi ibunya yang telah berjuang tanpa kenal lelah. Bagi Rafi, rumah impian itu bukan hanya bangunan, melainkan tempat di mana cinta, harapan, dan kebahagiaan selalu menyala.(Tamat) Wy

 

Pentingnya Minat Baca dan Belajar bagi Anak Usia Dini



Minat baca dan belajar pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan intelektual. Pada usia dini, anak berada dalam masa emas pertumbuhan otak, yang memungkinkan mereka menyerap informasi dan kebiasaan dengan sangat cepat. Oleh karena itu, menanamkan minat baca dan belajar sejak dini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi perkembangan anak.

1. Mengembangkan Kemampuan Kognitif

Membaca dan belajar melatih otak anak untuk berpikir, memahami, dan memproses informasi. Kegiatan ini membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, seperti daya ingat, konsentrasi, dan logika. Anak yang terbiasa membaca dan belajar cenderung memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik serta kemampuan berpikir kritis.

2. Meningkatkan Keterampilan Berbahasa

Membaca buku atau mendengar cerita memperkaya kosakata dan struktur bahasa anak. Mereka belajar memahami cara menyusun kalimat, mengenal kata-kata baru, dan memperluas wawasan. Keterampilan berbahasa ini sangat penting dalam komunikasi dan pembelajaran di masa depan.

3. Menumbuhkan Kreativitas dan Imajinasi

Membaca cerita membuka pintu ke dunia baru yang penuh imajinasi. Anak-anak diajak untuk membayangkan karakter, tempat, dan situasi yang diceritakan dalam buku. Hal ini merangsang kreativitas mereka, yang merupakan modal penting untuk inovasi dan eksplorasi di kemudian hari.

4. Membentuk Kebiasaan Belajar Seumur Hidup

Anak yang memiliki minat baca dan belajar cenderung mengembangkan rasa ingin tahu yang tinggi. Kebiasaan ini membantu mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Mereka tidak hanya belajar untuk memenuhi tuntutan akademik tetapi juga untuk mencari pemahaman yang lebih dalam tentang dunia di sekitar mereka.

5. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Anak yang memiliki wawasan luas dari membaca dan belajar lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka merasa nyaman mengungkapkan pendapat dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan.

Cara Menumbuhkan Minat Baca dan Belajar pada Anak Usia Dini

  1. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
    Sediakan buku-buku bergambar, mainan edukatif, dan alat belajar di rumah. Pastikan lingkungan anak penuh dengan stimulasi positif yang mendorong mereka untuk eksplorasi.
  2. Jadilah Contoh
    Orang tua adalah role model bagi anak. Jika anak melihat orang tua gemar membaca atau belajar, mereka cenderung meniru kebiasaan tersebut.
  3. Luangkan Waktu untuk Membaca Bersama
    Luangkan waktu setiap hari untuk membaca buku bersama anak. Ceritakan isi buku dengan nada yang menarik agar anak terlibat dan menikmati prosesnya.
  4. Berikan Pujian dan Penghargaan
    Apresiasi usaha anak dalam membaca atau belajar. Hal ini akan memotivasi mereka untuk terus melakukannya.
  5. Gunakan Media yang Interaktif
    Selain buku cetak, manfaatkan buku elektronik, video edukasi, atau aplikasi belajar yang interaktif untuk membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan.

Kesimpulan

Minat baca dan belajar pada anak usia dini merupakan investasi besar bagi masa depan mereka. Dengan membiasakan anak untuk membaca dan belajar, orang tua dan pendidik membantu mereka mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan emosional. Dukungan yang konsisten akan membentuk anak-anak menjadi individu yang cerdas, kreatif, dan percaya diri, siap menghadapi tantangan di masa depan.

Halal bi Halal 33 Unit biMBA AlUEO Cikarang

 

Lebih dari serratus lima puluh tiga orang kepala unit dan motivator dari tiga puluh tiga  unit biMBA-AlUEO yang tersebar mulai dari Bekasi Timur, Cikarang hingga Jonggol. Ditambah dengan dua orang mitra beserta keluarga atau staf pemegang lisensi tiga puluh tiga unit tersebut dan sebelas orang undangan termasuk dari kantor pusat biMBA-AlUEO serta beberapa mitra dari unit lain. Pada Sabtu, 13 Mei 2023, mereka berkumpul di rumah makan Telaga Seafood, Cikarang untuk merayakan Halal bi Halal.

“ Setelah tiga  tahun masa pandemi, barulah tahun ini kami menyelenggarakan acara Halal bi Halal,” kata ketua panitia penyelenggara, ibu Putu Ineke kepala unit biMBA-AlUEO Fudholi dalam sambutannya. Lanjut bu Ineke,  “Sebenarnya tahun 2022 sudah dilakukan persiapan untuk agenda tahunan ini. Namun karena saat itu pandemi belum juga reda ditambah begitu banyak persyaratan yang harus dipenuhi akhirnya Halal bi Halal tahun itu urung diselenggarakan.”

“Jumlah unit biMBA-AlUEO (lisensi Bu Tanti dan Pak Toni) sebelum masa pandemi yaitu tahun 2019 ada dua puluh tujuh  unit. Sekarang ini setelah tiga tahun, jumlah unit ada tiga puluh tiga. Jadi selama tiga  tahun masa pandemi bertambah enam unit. Bisa dikatakan setiap tahun tambua dua unit,” begitu yang disampaikan Wiwi Yunianto, Humas biMBA-AlUEO kantor pusat dalam sambutannya. Dari kursi hadirin, kepala unit senior, ibu Tantry sedikit berteriak menyampaikan. “ Ada lima unit lagi yang akan dibuka. Sekarang sudah tahap persiapan”.

Jumlah unit yang dikelola oleh bu Tanti dan Pak Toni memang terus bertambah, bahkan pandemi bukan hal yang  menghambat pertambahan tersebut. Usaha atau kiat apa saja yang diterapkan oleh bu Tanti dan Pak Toni, sehingga pertambahan unit terus terjadi ? Pak Toni pun menyampaikan kiat-kiatnya.

Dalam sambutannya, Pak Toni memperlihatkan empat jari tangan ke depan; ibu jari, telunjuk, tengah dan kelingking. Empat Jari tersebut bermakna tiga plus satu . Tiga untuk motivator dan kepala unit dan satu tambahan khusus untuk kepala unit. Pak Toni menjelaskan setiap motivator dan ku harus  : 1. Disiplin, rajin dan tanggung jawab. 2. Komitmen jangka panjang. 3. Suka terhadap anak kecil. Dan tambahan satu khusus untuk kepala unit: Punya sifat kepemimpinan atau leader ship.

Acarta Halal bi Halal tahun ini memang terkesan sangat meriah dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi. Selain santap siang, beberapa sambutan,  tukar kado, doorprize, penampilan tarian Indonesia Wonderland. Sebuah tarian yang merupakan gabungan  dari beberapa tarian daerah di Indonesia. Tarian tersebut ditampilkan dari empat kelompok yang mewakili wilayah masing-masing, Seperti: Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Agus Salim dan Jonggol. Penampilan tarian tersebut pun dinilai oleh dewan juri yang semua anggotanya dari kantor pusat. Karena ada penilaian tentu ada juaranya. Ada pun juara - juaranya sebagai berikut : Juara pertama: Cikarang Selatan, Juara kedua : Agus Salim, Juara ketiga: Jonggol dan Juara Harapan Pertama: Cikarang Utara. Selain penampilan tarian ada juga penampilan angklung yang dipersiapkan secara khusus dengan memanggil pelatih yang professional, yaitu Farid SN. Keseharian Pak Farid SN adalah seorang guru yang mengajar di SMA Negeri 1 Cikarang Utara.  Sementara anggota group angklung terdiri dari para kepala unit dan motivator yang berjumlah tak kurang dari tiga puluh orang. Kelompok angklung ini berlatih cukup singkap, yaitu cuma enam kali pertemuan saja. Penampilan kelompok angklung cukup memukau dan menarik perhatian para hadirin. Tak jarang terdengar uplous ( tepuk tangan) secara berulang-ulang.

Acara yang dibuka oleh 2 orang MC , yaitu ibu Yuyun dan ibu Dewi Safitri A. Keseharian mereka sebagai kepala unit. Masing -masing dari unit Puri Cikarang Hijau  dan Bumi Asih, pada pukul 13.00 kemudian berlanjut  dengan pembacaan kalam Illahi oleh ibu Ellah. Selesai pembacaan Kalam Illahi dilanjutkan dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh salah satu MC, ibu Safitri Dewi kemudian berlanjut dengan deretan acara yang telah dipaparkan di atas. rangkaian acara tersebut pun berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh bu Ellah. Acara yang cukup meriah dan sangat berkesan di hati para yang hadir, tentu akan ditunggu penyelenggaraannya kembali di tahun depan. (Wy)

6 Agustus 2024

 Gowes ke Situ Gintung

Ahad, 4 Agustus 2024 yang berarti akhir pekan pertama di bulan Agustus 2024. Para goweser dari Komunitas Sepeda Sehat Jamim, pagi itu meluncur menelusuri jalan mulai dari jalan Palmerah Utara II, belok kanan mendagi sedikit di jalan Jend. Gatot Subroto atau flay over Pejompongan, belok kiri menurun melingkar berlanjut ke jalan arteri Tentara Pelajar hingga Pondok Indah. Tiap kali para goweser memang menghindari jalan yang menanjak. Kalau tutunan sih seneng , nggak perlu nggowes sepeda sudah meluncur dengan sendirinya. Istilah para goweser turunan senang , tanjakan seneb, .....Sesampai di simpak empat atau perempatan Pondok Indah sebagian besar atau lima orang dari anggota goweser menungu giliran lampu pengatur lalu-lintas ( Traffict light) sampai menyala hijau. Tetapi ada satu orang yang terlebih dahulu menerobos dan menunggu di seberang jalan atau tepatnya di depan Pondok Indah Mall sebelah timur. Ketika lima orang itu bergerak mengikuti lampu yang menyala hijau. Ternyata satu orang yang telah diseberang mengambil gambar / video shooting.

Para goweser bergembira menggowes "kuda gowesnya"

Selepas perempatan Pondok Indah, para goweser melanjutkan nggowes sepeda masing-masing menuju ke lokasi. Kira-kira baru seperempat jam atau lima belas menit perjalanan dari perempatan Pondok Indah para goweser istirahat di bawah stasiun LRT Lebak Bulus untuk minum dan menikmati kue pancong yang di bawa oleh salah satu anggota.

Istirahat di bawah stasiun LRT



Selesai istirahat kembali melanjutkan perjalanan dengan menunggangi "kuda gowes" masing-masing. Mungkin begitu semangat hingga tak terasa sudah  melewati Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah dan belok kekiri, baru menyadari dua goweser ternyata tertinggal. Empat orang goweser berhenti untuk menunggu, sambil ada yang mencoba menghubungi dua orang gowesr yang terpisah tersebut. 

                                         Bukan sedang mejeng, tapi terik cahaya matahari pagi menjelang siang itu                                                                 memang cukup menyilaukan.



Selalu selfi di mana  dan kapanpun termasuk sesaat sebelum nggowes kembali menuju lokasi



Dua orang yang terpisah menginformasikan mereka belok di sekitar rumah sakit Hermina. Memang sebenarnya komunitas goweser ini sebelumnya sudah akan berbelok ke kiri jauh  sebelum tiba dekat rumah sakit tersebut, Namun atas saran dari salah seorang goweser perjalanan dilanjutkan alais tak jadi berbelok.

Informasi kemudian diterima dari dua orang yang terpisah tersebut bahwa mereka sudah tiba di Situ Gintung dengan buku foto yang mereka share.

Musthapa membidikkan kameranya ke danau/Situ Gintung


Musthapa dan Arya berpose secara selfi di tepi danau


Empat goweser pun bergerak maju menuju Situ Gintung tanpa berbalik arah. Dalam perjalanan sesekali komunikasi terhubung dan berbalik arah setelah sampai di depan rumah Sakit Hermina. Setelah berbalik arah sesuai arahan dua teman yang sudah lebih dahulu tiba, para goweser yang empat orang tersebut belok kanan dan tak lama kemudian bertemu dengan salah satu dari dua orang yang terpisah tersebut. 

Jalan atau tepatnya gang menuju Situ Gintung yang sudah tak jauh itu dipenuhi oleh sepeda motor pengunjung lain yang terparkir. Tak butuh waktu lama para goweser pun tiba di lokasi tujuan.

Selintas pandang Situ Gintung


Langsung selfi sesaat tiba di lokasi Situ Gintung.

Ternyata ada pulau di tengah danau /Situ Gintung



Berpose bareng tiga bocil yang salah satunya menjadi fotografer dadakan.


Inilah hasil foto yang dibidik oleh bocil.


Sesuai menikmati pemandangan air yang terhampar tanpa ombak di atas danau, rombongan pun bergerak ke utara menuju pintu air. Lalu lalang orang-orang yang akan menikmati keindahan danau tak jarang dijumpai. Mungkin karena hari ini hari libur sehingga banyak orang yang keluar rumah dan datang ke lokasi wisata gratis ini. Kira-kira sepuluh atau lima belas menit, rombongan pun keluar dari bantaran/tepi danau. Ada jalan menurun cukup curam...Sebelah jalan curam itu terletak pintu air yang mangatur derasnya air yang menurun ke sungai atau kanal.

Inilah penampakan pintu air yang sudah mengalami perbaikan dan perubahan.

Sebelum menikmati dan berfoto-foto , rombongan melipir terlebih dahulu ke warung tenda. Melaksanakan sarapan yang tertunda. Ketupat sayur menu lengkap. 


Ketupat sayur santen pepaya muda, tahu dan telur semur, kerupuk serta ada bakwan goreng. Menu lengkap ternyata ada kurangnya juga, tak ada kancing lepis istilah untuk jengkol.


Suasana saat rombongan goweser menikmati sarapan yang tertunda, ketupat sayur.


Minum teh hangat yang menyegarkan dengan harga dua ribu rupiah.


Seusai menikmati sarapan, rombongan bergerak ke jembatan di depan pintu air untuk foto-foto. Kali ini fotografernya bukan bocil lagi, tetapi seorang "teteh" salah satu pengunjung juga.


Ini selfi

Foto ini yang hasil bidikan seorang teteh.


Sebelum  meninggalkan objek wisata untuk kembali ke "kampung halaman", para goweser bergeser lokasi foto ke tugu atau prasasti. Kali ini fotografer panggilan adalah bocil yang lain.




Setelah foto-foto di prasasti, para goweser pun bergerak balik ke kampung halaman. Saat berangkat yang penuh semangat dan demikian dengan saat kembali. sekujur tubuh rasanya "ngerentek". Tapi perasaan gembira membuat keinginan segera berada di rumah masing-masing menggerakan kaki menggowes pedal sepeda masing-masing. Menulusuri jalan datar terasa nikmat, begitu bertemu dengan jalan menanjak membuat satu persatu goweser turun dari sepeda masing-masing dan mendorongnya...

Kendala di jalan saat pulang ternyata bukan cuma jalan menanjak. Saat melintasi jalan Ciputat Raya setelah melewati sekolah polisi wanita, salah satu teman goweser terjatuh. Seperti ada batukecil atau kerikil yang sempat terlindas roda depan membuat sepeda tergelincir. Stang sepeda pun sempat menanduk dada teman itu. Untunglah mobil sedan yang berada tepat di belakang teman goweser tersebut sempat mengerem.

Pasca terjatuh sepeda sempat mendapat pertolongan, sementara pesepedanya malah nggak...

Setelah dirasa tak ada yang serius dampak dari tergelincir sebelumnya, maka rombongan pun melanjutkan perjalanan pulang. Gas...Gowes...... 

Namun rasa cape memang tak bisa disamarkan...Menjelang satu kilometer dari kampung halaman, rombongan pun berhenti untuk sekedar menghela napas. Lokasi istirahat seberang pom bensin atau SPBU Kemandoran, jalan Palmerah Barat.


Inilah gaya para goweser saat beristirahat di pinggir jalan...





























28 Maret 2023

 Tarian Wonderland Indonesia Mewarnai Pentas Baca

Tarian Wonderland Indonesia




Bertempat di sebuah aula masjid Al Kautsar daerah Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pentas baca dan lomba mewarnai diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO unit Griya Yasa Lestari pada Sabtu , 18 Maret 2023. Acara dibuka oleh bu Suci, salah satu motivator unit tersebut yang pagi ini bertindak sebagai MC. Acara awal di dibuka dengan berdo'a , yel-yel biMBA lalu dilanjutkan dengan sebuah tari kreasi yang didasarkan pada budaya beberapa daerah, seperti Aceh, Minang dan Kalimantan serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Tarian tersebut cukup penarik perhatian para hadirin yang terdiri dari anak-anak biMBA dan orangtua mereka masing-masing serta beberapa terlihat adik, kakak dan sanak saudara dari para murid biMBA. Jumanaklah murid yang hadir tidak kurang dari 120, sehingga jumlah keseluruh mendekati jumlah 300 orang. Tarian yang bertajuk Indonesia Wonderland memang menarik. Karena selain kostum yang dikenakan menampilkan beberapa daerah yang telah disebutkan di atas tetapi warnanya pun cukup cerah ditambah gerakan -gerakan tarian yang tampak dinamis. Tentu gerakan tersebut dilatih oleh seorang kareografer yang cukup baik. Memang di sana -sini kadang gerakan masih ada kekurangan terutama kekompakan, namun bagi anak seusia mereka sudah cukup baik. Tak jarang para hadirin memberikan aplous tanda salut atau kagum. Penampilan tarian ini pertanda kecintaan kepada tanah air yang telah ditanamkan sejak usia dini.

Sambutan dari kantor pusat dilaksanakan oleh relawan Humas yaitu, Wiwi Yunianto. dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa biMBA-AlUEO membimbing anak memiliki minat baca dan belajar secara instrisik atau minat yang timbul dan tumbuh berkembang dari dalam diri anak itu sendiri. Minat ini sangat penting karena jika seorang anak yang sudah memiliki minat belajar, maka orangtua tinggal mengarahkan saja tidak perlu lagi memaksa agar anaknya mau belajar. Belajar bagi seorang anak yang telah tumbuh dan berkembang minatnya adalah sebuah tantangan yang harus dijawab, bukan beban yang harus dihindari.

Sementara itu kepala unit biMBA-AlUEO unit Griya Yasa Lestari, ibu Debby Mafriana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentas baca dan lomba mewarnai merupakan ajang silaturahmi antara komponen dalam komunitas biMBA di sebuah unit. Disamping itu pentas baca dan lomba mewarnai adalah sebuah wadah untuk menampilkan kemampuan tiap anak biMBA.

Tesimoni di sesi berikutnya disampaikan oleh dua orangtua murid seorang ibu dan seorang ayah dari keluarga yang berbeda tentu saja. Seorang ibu, orangtua murid dari Iona Nouvalin Hawa Mulyadi menyampaikan bahwa anaknya awal masuk bicaranya belum jelas. Belajar di biMBA berjalan satu bulan sudah mulai bisa bicara dan mengenal huruf dan angka walau secara sedikit. Sementara seorang ayah bernama Thony Setiawan adalah orangtua murid dari Thalita Hasna Kayyisa dan Tanisha Khirwa Damitsa. Pak Thony Setiawan menyampaikan bahwa metode belajar di biMBA memang terbukti membuat anak cepat bisa baca. Pak Thony bahkan mencontohkan verbal kata "BUDI" dengan sangat lancar bak seorang motivator biMBA.

Pentas baca dan lomba mewarnai unit Griya Yasa Lestari ini menampilkan sederet acara, seperti pentas baca yang dibagi beberapa sesi dan disesuaikan dengan level, lomba mewarnai yang terdiri dari dua kategori, usia 3 sampai 4 tahun dan 5 sampai enam tahun, berbagai hiburan tari-tarian, senam, testimoni orangtua murid, sambutan dan hiburan badut yang memang seringkali ditunggu-tunggu oleh anak-anak biMBA serta pembagian tropy dan goody bag diakhir acara (Wy)



Anak-anak biMBA tengah menunggu acara dibuka


Pentas baca


Pentas Baca

Paduan suara

Testimoni orangtua murid.


Door prize








26 Maret 2023

 

Pentas Baca Sebagai Pembuktian

Salah satu murid biMBA unit Dayeuh Jonggol tengah melaksanakan pentas baca yang dipandu oleh motivatornya

Saat Pentas Baca dan lomba Mewarnai biMBA-AlUEO unit Dayeuh Jonggol agak berbeda dengan unit-unt sebelumnya. Karena saat pelaksanaan cuaca sangat cerah cenderung terik. Namun karena pelaksanaannya di dalam gedung, sehingga rasa terik tak langsung terasa.

Ada sekitar seratus empat puluh anak yang hadir pada pentas baca dan lomba mewarnai yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Maret 2023. Meraka masing-masing didampingi oleh orangtua meeka. Baik ayah, ibu, nenek, kakek, kakakatau adiknya. Para pendamping ini bisa satu diantaranya atau pun dua atau tiga orang. Seakan mereka ingin menikmati juga acara itu. Atau pun mereka ingin menyaksikan kemampuan mereka tampil di atas panggung. Karena selain pentas baca, ada pula acara lain yang ditampilkan oleh anak-anak biMBA dengan koreografer tentu para pembing mereka pula.

Acara dibuka oleh ibu Maahyuni Rahadi, mantan motivator mobile yang kini masih sangat antusias jika diminta untuk membantu acara sebagai MC. Selain berdo'a, acara pembukaan diisi dengan verbal kata, bernyanyi LabiMBA. yel-yel yang membuat seluruh anak-anak biMBA bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan testimoni. Perwakilan kantor pusat biMBA-AlUEO menyampaikan pentingnya mewarnai, karena dalam kegiatan mewarnai tanpa disadari tiap peserta tengah memperoleh pelajaran mentaati aturan dan ketentuan dalam mewarnai. Sekaligus tentu mendapat pelajaran bebas dalam menentukan warna yang akan digunakan. Selain itu Wiwi Yunianto juga menyampaikan pelajaran dalam pentas baca, yaitu kemandirian dan keberanian tampil di hadapan orang banyak.Keberanian tampil dihadapan orang banyak merupakan keterampilan yang sangat penting di masa depan kala anak-anak biMBAtelah penjadi seorang pemimpin.

Sementara itu kepala unit, ibu Dwi Rini Farianti yang mendapat giliran kedua dalam memberi sambutan, menyampaikan bahwa pentas baca dan mewarnai adalah sebuah pembuktian dari apa yang anak-anak biMBA terima di dalam kelas selama ini.

Orangtua murid yang mendapat kesempatan menyampaikan testimoni adalah orangtua dari Ayasya. Ibu ini menyampaikan bahwa beliau memiliki dua anak yang belajar di biMBA. Anak pertama saat ini sudah belajar di SD. Anak pertama sebelum di SD juga belajar di biMBA. Hasil belajar di biMBA memang sangat bagus. Saat ini sang kakak menjadi juara di kelasnya. Sementara sang adik masih belajar di biMBA. Sang adik sudah mampu membaca padahal baru hitungan bulan belajar di biMBA.

Acara berlanjut dengan tampilan pentas baca yang berurut mulai dari tahapan awal, yaitu verbal kata, membaca kata , kalimat dan paragraf. Setiap pergantian sesi pentas baca diselingi dengan doorprize atau pun hiburan yang ditampilkan anak-anak biMBA itu sendiri. Selain hiburan dari anak-anak biMBA, juga ditampilkan hiburan badut yang cukup segar dan menyegarkan suasana. Anak-anak sejak awal kedatangan badut sudah begitu antusias.

Rangkaian acara pentas baca dan lomba mewarnai ini ditutup dengan pembagian piala peserta. Tiap anak pasti mendapatkan piala dan goody bag. Sehingga setiap anak akan merasa menjadi juara. (Wy)


Wiwi Yunianto, Relawan Humas tengah memberi sambutan dalam kapasitasnya sebagai perwakilan kantor pusat.




Ibu Dwi, kepala unit tengah memberi sambutan


Salah satu orangtua murid tengah memberi testimoni.

Membantu Bu Maahyuni Rahadi, memanggil orangtua murid yang beruntung nomor door prizenya keluar.






 Antara Monas dan Perpusnas

Selvi sebentar di depan anak-anak biMBA Situ Gede


Sedianya kedatangan rombongan pada pukul 08.00 WIB di Monas, akan tetapi kemacetan jalan masuk dari Bogor ke Jakarta dan tiap ruas jalan di dalam kota Jakarta menyebabkan rombongan anak-anak biMBA-AlUEO Situ Gede mengalami keterlambatan hingga sekitar satu sengah jam. Namun begitu anak-anak biMBA terlihat begitu ceria. Meskipun lokasi penurunan dari dua bus yang membawa mereka tidak begitu dekat dengan lokasi tujuan. Mereka diturunkan tepat di depan gedung Perpusnas (Perpustakaan Nasional). Kemudian mereka berjalan beriringan yang dipandu oleh para motivator , kepala unit dan mitra menyeberangi jalan Meredeka Selatan menuju pintu masuk Monas melalui  area parkir IRTI dan pusat souvenir dan jajanan.

Tak lama kemudian rombongan biMBA-AlUEO Situ Gede pun memasuki pintu gerbang taman Monas dan antri di halte kereta wisata (odong-odong) untuk menuju pintu masuk bagunan Monas. Berbagai ekspresi dan tingkah anak-anak biMBA tampak di wajah mereka. Ada guratan lelah setelah menempuh perjalanan. Ada yang sempat menangis, karena merasa ditinggal oleh teman-temannya. Meskipun masih bersama ibunya yang senantiasa mendampinginya sejak tadi. Anak ini memang tertinggal naik kereta wisata. Karena daya tampungnya yang terbatas, sehingga anak ini bersama beberapa anak yang lainnya harus antri lagi menunggu datangnya kereta wisata berikutnya.

Sesampainya di depan pintu masuk monumen, ternyata tidak langsung masuk. Melainkan istirahat di atas rerumputan sambil santap siang. Setelahnya baru antri lagi , tapi kali ini untuk memasuki monumen. Antrian menurun menelusuri lorong bawah tanah, naik ke lagi area menuju pintu masuk diorama. Di ruang ini tempratu udaranya sungguh berbeda di banding di luar sana. Cukup sejuk. Banyak anak -anak dari sekolah lain, ada SD, SMP kebanyakan malah dari luar kota. Di dalam ruang diorama ada informasi dalam bentuk boneka di ruangan-ruangan yang menyerupai akuarium yang menggambarkan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dari pergerakan Indonesia, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, berbagai pembrontakan di berbagai daerah dan lain sebagainya.

Selesai berwisata di monumen nasional atau MONAS, anak-anak biMBA-AlUEO unit Situ Gede menuju gedung Perpustakaan Nasional. Anak-anak langsung menuju lantai 12 . Di sana di gelar acara penyambutan, stori stealing oleh para pustakawan, berbagai sambutan hingga penyerahan plakat kenang-kenangan oleh mitra biMBA-AlUEO, bapak Ismail Marzuki kepada perwakilan pustakawan. Sebelum anak -anak meninggalkan ruangan itu, mereka diberi kesempatan untuk mencari buku-buku dan membacanya. (Wy)


Pose bareng mitra unit Situ Gede, Pak H. Ismail Marzuki


Naik Kereta "odong-odong " wisata dari monumen menuju pintu keluar area Monas


     Foto bareng anak-anak biMBA unit Situ Gede bersama para motivator, mitra dan orangtua mereka masing-masing.


13 Maret 2023

Kembalinya Arya Dalam Pelukan Sang Bunda

 


Menjemput Arya dari Kantor Dinas Sosial Kecamatan Pasar Minggu dan Mengantarkannya Pulang ke Rumah Orangtuanya di Menteng Atas Rt.004/09 No: 28, Manggarai, Jakarta Selatan

Arya dalam pelukan sang bunda

Senin siang, 6 Maret 2017 sekitar pukul 14.00 WIB saya menerima telepon dari Pak Rifqi yang menyampaikan informasi telah ditemukan anak usia dini menggenakan kaos seragam biMBA oleh seorang security di daerah Cilandak , Jakarta Selatan. Posisi anak tersebut saat itu ada di Polsek Pasar Minggu, Pak Ervin, pengawas unit aktif telah mengecek keberadaan anak tersebut dan telah mengirimkan foto anak tersebut pula via WA. Pak rifqi mengusulkan untuk mengadakan pengecekan secara langsung ke Polsek Pasar Minggu.Saya pun menghadap kepada Pak Imam yang kebetulan masih memimpin meeting mingguan. Saya menyampaikan informasi tersebut kepada beliau dan meminta arahan. Pak Imam pun memberi arahan.

Saya ditemani Pak Waluyo (driver) dan Lutfi (Upi) meluncur ke arah Pasar Minggu setelah menerima instruksi dari Pak Imam. Sementara Pak Rifqi menggunakan sepeda motor dengan arah yang sama. Instruksi tersebut berisi  melihat  dan  memastikan anak yang ditemukan yang  saat itu tengah berada di kantor Polsek Pasar Minggu adalah anak murid biMBA. Jika dapat dipastikan anak tersebut murid biMBA , maka harus dibawa ke Graha biMBA. Rencana tindakan selanjutnya setelah anak tersebut sampai di Graha biMBA maka akan dilakukan pencarian orangtua/keluarga yang bersangkutan.

Tiba di kantor Polsek Pasar Minggu tepat saat adzan Ashar berkumandang. Sesaat sebelum saya menunaikan kewajiban sebagai orang yang beragama, saya menerima informasi dari Pak Rifqi bahwa kemungkinan besar anak yang ditemukan itu adalah mantan murid biMBA-AlUEO Unit Saharjo.Informasi ini Pak Rifqi peroleh dari Ibu Yuni kepala unit Saharjo.

Selesai sholat Ashar saya menghubungi Pak Harubimo via telepon untuk meminta penjelasan mengenai informasi yang saya terima dari Pak Rifqi yang awalnya berasal dari Bu Yuni, kepala unit Saharjo. Pak Harubimo pun membenarkan informasi tersebut dan sekaligus meminta tolong kepada saya untuk mencari kepastian bahwa anak tersebut memang pernah di  biMBA-AlUEO Saharjo dengan pengecekan langsung . 

Saya juga menghubungi Pak Rifqi lewat telepon yang ternyata juga sudah tiba. Saya dan Pak Rifqi langsung menuju piket jaga. Dari  dua orang piket jaga diterima keterangan sbb:

Anak tersebut sudah diserahkan ke Dinas Sosial kecamatan Pasar Minggu. Alasan penyerahan karena di kantor Polsek Pasar Minggu tidak tersedianya fasilitas dan tenaga yang akan menemani anak tersebut.  Anak tersebut terlalu aktif dan kadang mengeluarkan kata-kata yang tak pantas

Sebelum anak tersebut diserahkan sudah ada beberapa guru biMBA ( Petugas jaga tidak mengetahui dari unit mana guru biMBA tersebut) sudah datang ke Polsek Minggu dan menemui anak itu. Setelah memastikan bahwa anak itu bukan muridnya, maka guru-guru itu pun meninggalkan kantor Polsek.

Saya dan Pak Pak Rifqi beserta tim meluncur ke kantor Dinas sosial Pasar Minggu yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu yang berjarak sekitar satu kilo meter dari kantor Polsek Pasar Minggu. Setelah bertanya kepada  beberapa orang pegawai di sana saya bersama Pak Rifqi langsung menuju ke lantai 3, sementara Pak Waluyo dan Lutfi tetap di mobil.

Kantor Dinas Sosial suasananya  agak sepi, sepertinya para pegawai sudah meninggalkan kantor. Saya melihat di salah satu meja, seorang pegawai laki-laki dan seorang pegawai perempuan tengah menanyai seorang anak laki-laki yang menggenakan kaos warna biru (bukan kaos seragam biMBA).

Saya dan Pak Rifqi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami kepada pegawai Dinas Sosial yang belakangan kami tahu bernama Nirwan. Dari Bapak Nirwan diperoleh keterangan bahwa anak laki-laki ini bernama Arya , anak tersebut pun menganggukan kepala setelah kami meminta kejelasannya.

Arya diantar oleh seorang laki-laki menggenakan pakaian sipil (bukan pakaian dinas kepolisian), kami diperlihatkan foto dari Hpnya, saat Arya diantar. Tetapi Pak Nirwan menyakini bahwa laki-laki pengantar Arya seorang polisi dilihat dari postur tubuh dan gaya bicaranya. Saat Arya datang ,lanjut Pak Nirwan badannya mengeluarkan aroma tak sedap yang diduga berasal dari kaos biMBA yang digenakannya. Pak Nirwan pun menyuruh Arya mandi dan memberikan kaos biru bertuliskan Dinas Sosial sebagai penggantinya. Arya sempat mengatakan kalau kaosnya kebesaran (ukurannya), namun Pak Nirwan menyampaikan bahwa lebih baik menggenakan kaos tersebut karena kaos biMBAnya sudah bau.

Pak Nirwan pun menyampaikan saat menanyakan tempat tinggal Arya , jawaban Arya selalu berubah-ubah , tetapi mengisyaratkan satu lokasi, seperti dikatakannya : Jembatan Merah, Kuburan Cina-Belanada, Pasar, Minangkabau, Manggarai. Keterangan mengenai keberadaan orangtuanya pun sama saja, sering berubah-ubah. Ada kalanya Arya menyebut orangtuanya sudah meninggal, tapi ada juga disebut ayahnya telah pisah dan nikah lagi. Soal kaos biMBA yang digenakan Arya, dia menyebut boleh dikasih (diberi) oleh bapak yang mengantarkannya dari Polsek.

Saya coba menggali satu informasi, apakah Arya pernah di biMBA dengan menanyakan secara langsung. Beberapa kali saya tanyakan selalu menggelengkan kepala. Kemudian saya coba memverbalkan kata-kata sederhana, seperti : M-A-M-A, P-A-PA, D-E-D-E, M-I-M-I, S-U-S-U, B-O-L-A, M-O-B-I-L , Arya pun secara tepat membacanya. Saya pun yakin Arya adalah Anak biMBA.

Sementara itu Pak Rifqi terus –menerus berkomunikasi dengan Bu Yuni, KU Saharjo. Dari komunikasi tersebut didapat alamat tempat tinggal, nama ibu , nama bapak dan no HP mereka. Kami coba menghubungi no HP baik ayah maupun ibunya, tapi tak tersambung. Pak Rifqi memotret Arya dan kemudian mengirimkannya ke Bu Yuni atas permintaan Pak Nirwan. Bu Yuni pun menginformasikan kepastian bahwa Arya memang pernah bersekolah di biMBA.

Pak Nirwan pun mencoba menghubungi Bu Yuni dan meminta kepastian. Setelah didapat kepastian bahwa Arya pernah bersekolah di biMBA, Pak Nirwan pun mengijinkan saya untuk membawanya dan mengantarkan kepada orangtuanya. Sebelum itu Pak Nirwan menyampaikan bahwa sudah menghubungi petugas dari panti sosial untuk menjemput Arya dan membawanya ke panti sosial, sebelum saya datang.

Pak Ervin datang hampir bersamaan dengan tiga orang petugas dari panti sosial . Pak Ervin sempat memaparkan kronologi ditemukannya Arya oleh seorang petugas security PT Trakindo. Oleh petugas security inilah Arya diserahkan ke Polsek Pasar Minggu yang sebelumnya telah ditolak dan disarankan oleh Pos Polisi terdekat untuk diserahkan ke Polsek Pasar Minggu.

Sebelum kami membawa Arya dari kantor Dinas Sosial untuk diserahkan kepada keluarganya, kami pun diminta untuk foto bersama beberapakali oleh Pak Nirwan. Arya pun kami jemput dan selanjutnya diantar pulang. Arya naik mobil bersama kami . Saya dan Pak Waluyo duduk di depan sementara Arya ditemani Lutfi berada di kursi kedua. Selama dalam perjalan Arya banyak berceloteh macam-macam. Seperti keinginannya masuk biMBA lagi , tapi sesaat kemudian berubah tidak ingin ke biMBA. Dia pun menggenakan kaos biMBA menutupi kaos dari Dinas Sosial.

Mobil yang kami tumpangi meluncur ke arah jalan Saharjo untuk menjemput Bu Yuni dan beberapa guru. Setelah itu kami memasuki jalan Jembatan merah mencari rumah keluarga Arya. Dalam perjalanan bersama Bu Yuni dan para guru, Arya nampak begitu pendiam. Hingga beberapa kali seorang guru menyapanya dengan ungkapan;  "sekarang Arya jadi pendiam".

Selepas magrib , kami baru menemukan tempat tinggal keluarga Arya. Bude, mbah putri, om dan ibunya telah berdiri menanti kedatangan kami. Arya turun dari mobil berjalan menuju tempat tinggal keluarga besarnya. Budenyalah yang pertama menyambut, kemudian ibunya langsung memeluk Arya.  Suasana pun menjadi begitu haru, ibunda Arya, Ibu Nuraini menangis bahagia. Ibu Nuraini mengungkapkan bahwa kali ini adalah kedua kalinya Arya lari dari rumah. Seminggu yang lalu Arya pernah lari dari rumah dan diantarkan ke sekolah SD-nya , sebelum ke rumah. Saat itu Arya menggenakan seragam SD. Ditemukan oleh pengantarnya di daerah Tanjung Priok.

Ibu Nuraini pun  menuturkan seharii-hari dia  bekerja di perusaahaan Susu Anlin, tidak dijelaskan sebagai apa. Sementara ayahnya sudah lama berpisah.Tak jarang Arya menyampaikan keinginannya bertemu dengan ayahnya. (Wy)


Saat Arya di kantor Polsek Pasa Minggu

Pak Polisi sedang menanyai Arya.

Arya di halaman depan kantor polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan



Pose bersama di kantor Dinas Sosial . Sesaat sebelum membawa pulang Arya.


Bu Yuni Kepala Unit Saharjo tengah memberi penjelasan kepada keluarga besar Arya secara kronologis ditemukannya Arya.

Suasana hati masing -masing orang terasa begitu haru biru