Halaman

6 Agustus 2024

 Gowes ke Situ Gintung

Ahad, 4 Agustus 2024 yang berarti akhir pekan pertama di bulan Agustus 2024. Para goweser dari Komunitas Sepeda Sehat Jamim, pagi itu meluncur menelusuri jalan mulai dari jalan Palmerah Utara II, belok kanan mendagi sedikit di jalan Jend. Gatot Subroto atau flay over Pejompongan, belok kiri menurun melingkar berlanjut ke jalan arteri Tentara Pelajar hingga Pondok Indah. Tiap kali para goweser memang menghindari jalan yang menanjak. Kalau tutunan sih seneng , nggak perlu nggowes sepeda sudah meluncur dengan sendirinya. Istilah para goweser turunan senang , tanjakan seneb, .....Sesampai di simpak empat atau perempatan Pondok Indah sebagian besar atau lima orang dari anggota goweser menungu giliran lampu pengatur lalu-lintas ( Traffict light) sampai menyala hijau. Tetapi ada satu orang yang terlebih dahulu menerobos dan menunggu di seberang jalan atau tepatnya di depan Pondok Indah Mall sebelah timur. Ketika lima orang itu bergerak mengikuti lampu yang menyala hijau. Ternyata satu orang yang telah diseberang mengambil gambar / video shooting.

Para goweser bergembira menggowes "kuda gowesnya"

Selepas perempatan Pondok Indah, para goweser melanjutkan nggowes sepeda masing-masing menuju ke lokasi. Kira-kira baru seperempat jam atau lima belas menit perjalanan dari perempatan Pondok Indah para goweser istirahat di bawah stasiun LRT Lebak Bulus untuk minum dan menikmati kue pancong yang di bawa oleh salah satu anggota.

Istirahat di bawah stasiun LRT



Selesai istirahat kembali melanjutkan perjalanan dengan menunggangi "kuda gowes" masing-masing. Mungkin begitu semangat hingga tak terasa sudah  melewati Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah dan belok kekiri, baru menyadari dua goweser ternyata tertinggal. Empat orang goweser berhenti untuk menunggu, sambil ada yang mencoba menghubungi dua orang gowesr yang terpisah tersebut. 

                                         Bukan sedang mejeng, tapi terik cahaya matahari pagi menjelang siang itu                                                                 memang cukup menyilaukan.



Selalu selfi di mana  dan kapanpun termasuk sesaat sebelum nggowes kembali menuju lokasi



Dua orang yang terpisah menginformasikan mereka belok di sekitar rumah sakit Hermina. Memang sebenarnya komunitas goweser ini sebelumnya sudah akan berbelok ke kiri jauh  sebelum tiba dekat rumah sakit tersebut, Namun atas saran dari salah seorang goweser perjalanan dilanjutkan alais tak jadi berbelok.

Informasi kemudian diterima dari dua orang yang terpisah tersebut bahwa mereka sudah tiba di Situ Gintung dengan buku foto yang mereka share.

Musthapa membidikkan kameranya ke danau/Situ Gintung


Musthapa dan Arya berpose secara selfi di tepi danau


Empat goweser pun bergerak maju menuju Situ Gintung tanpa berbalik arah. Dalam perjalanan sesekali komunikasi terhubung dan berbalik arah setelah sampai di depan rumah Sakit Hermina. Setelah berbalik arah sesuai arahan dua teman yang sudah lebih dahulu tiba, para goweser yang empat orang tersebut belok kanan dan tak lama kemudian bertemu dengan salah satu dari dua orang yang terpisah tersebut. 

Jalan atau tepatnya gang menuju Situ Gintung yang sudah tak jauh itu dipenuhi oleh sepeda motor pengunjung lain yang terparkir. Tak butuh waktu lama para goweser pun tiba di lokasi tujuan.

Selintas pandang Situ Gintung


Langsung selfi sesaat tiba di lokasi Situ Gintung.

Ternyata ada pulau di tengah danau /Situ Gintung



Berpose bareng tiga bocil yang salah satunya menjadi fotografer dadakan.


Inilah hasil foto yang dibidik oleh bocil.


Sesuai menikmati pemandangan air yang terhampar tanpa ombak di atas danau, rombongan pun bergerak ke utara menuju pintu air. Lalu lalang orang-orang yang akan menikmati keindahan danau tak jarang dijumpai. Mungkin karena hari ini hari libur sehingga banyak orang yang keluar rumah dan datang ke lokasi wisata gratis ini. Kira-kira sepuluh atau lima belas menit, rombongan pun keluar dari bantaran/tepi danau. Ada jalan menurun cukup curam...Sebelah jalan curam itu terletak pintu air yang mangatur derasnya air yang menurun ke sungai atau kanal.

Inilah penampakan pintu air yang sudah mengalami perbaikan dan perubahan.

Sebelum menikmati dan berfoto-foto , rombongan melipir terlebih dahulu ke warung tenda. Melaksanakan sarapan yang tertunda. Ketupat sayur menu lengkap. 


Ketupat sayur santen pepaya muda, tahu dan telur semur, kerupuk serta ada bakwan goreng. Menu lengkap ternyata ada kurangnya juga, tak ada kancing lepis istilah untuk jengkol.


Suasana saat rombongan goweser menikmati sarapan yang tertunda, ketupat sayur.


Minum teh hangat yang menyegarkan dengan harga dua ribu rupiah.


Seusai menikmati sarapan, rombongan bergerak ke jembatan di depan pintu air untuk foto-foto. Kali ini fotografernya bukan bocil lagi, tetapi seorang "teteh" salah satu pengunjung juga.


Ini selfi

Foto ini yang hasil bidikan seorang teteh.


Sebelum  meninggalkan objek wisata untuk kembali ke "kampung halaman", para goweser bergeser lokasi foto ke tugu atau prasasti. Kali ini fotografer panggilan adalah bocil yang lain.




Setelah foto-foto di prasasti, para goweser pun bergerak balik ke kampung halaman. Saat berangkat yang penuh semangat dan demikian dengan saat kembali. sekujur tubuh rasanya "ngerentek". Tapi perasaan gembira membuat keinginan segera berada di rumah masing-masing menggerakan kaki menggowes pedal sepeda masing-masing. Menulusuri jalan datar terasa nikmat, begitu bertemu dengan jalan menanjak membuat satu persatu goweser turun dari sepeda masing-masing dan mendorongnya...

Kendala di jalan saat pulang ternyata bukan cuma jalan menanjak. Saat melintasi jalan Ciputat Raya setelah melewati sekolah polisi wanita, salah satu teman goweser terjatuh. Seperti ada batukecil atau kerikil yang sempat terlindas roda depan membuat sepeda tergelincir. Stang sepeda pun sempat menanduk dada teman itu. Untunglah mobil sedan yang berada tepat di belakang teman goweser tersebut sempat mengerem.

Pasca terjatuh sepeda sempat mendapat pertolongan, sementara pesepedanya malah nggak...

Setelah dirasa tak ada yang serius dampak dari tergelincir sebelumnya, maka rombongan pun melanjutkan perjalanan pulang. Gas...Gowes...... 

Namun rasa cape memang tak bisa disamarkan...Menjelang satu kilometer dari kampung halaman, rombongan pun berhenti untuk sekedar menghela napas. Lokasi istirahat seberang pom bensin atau SPBU Kemandoran, jalan Palmerah Barat.


Inilah gaya para goweser saat beristirahat di pinggir jalan...





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar