Pentas Baca Sebagai Pembuktian
Ada sekitar seratus empat puluh
anak yang hadir pada pentas baca dan lomba mewarnai yang diselenggarakan pada
Sabtu, 11 Maret 2023. Meraka masing-masing didampingi oleh orangtua meeka. Baik
ayah, ibu, nenek, kakek, kakakatau adiknya. Para pendamping ini bisa satu
diantaranya atau pun dua atau tiga orang. Seakan mereka ingin menikmati juga
acara itu. Atau pun mereka ingin menyaksikan kemampuan mereka tampil di atas
panggung. Karena selain pentas baca, ada pula acara lain yang ditampilkan oleh
anak-anak biMBA dengan koreografer tentu para pembing mereka pula.
Acara dibuka oleh ibu Maahyuni
Rahadi, mantan motivator mobile yang kini masih sangat antusias jika diminta
untuk membantu acara sebagai MC. Selain berdo'a, acara pembukaan diisi dengan
verbal kata, bernyanyi LabiMBA. yel-yel yang membuat seluruh anak-anak biMBA
bersemangat.
Acara dilanjutkan dengan sambutan
dan testimoni. Perwakilan kantor pusat biMBA-AlUEO menyampaikan pentingnya
mewarnai, karena dalam kegiatan mewarnai tanpa disadari tiap peserta tengah
memperoleh pelajaran mentaati aturan dan ketentuan dalam mewarnai. Sekaligus
tentu mendapat pelajaran bebas dalam menentukan warna yang akan digunakan.
Selain itu Wiwi Yunianto juga menyampaikan pelajaran dalam pentas baca, yaitu
kemandirian dan keberanian tampil di hadapan orang banyak.Keberanian tampil
dihadapan orang banyak merupakan keterampilan yang sangat penting di masa depan
kala anak-anak biMBAtelah penjadi seorang pemimpin.
Sementara itu kepala unit, ibu Dwi
Rini Farianti yang mendapat giliran kedua dalam memberi sambutan, menyampaikan
bahwa pentas baca dan mewarnai adalah sebuah pembuktian dari apa yang anak-anak
biMBA terima di dalam kelas selama ini.
Orangtua murid yang mendapat
kesempatan menyampaikan testimoni adalah orangtua dari Ayasya. Ibu ini
menyampaikan bahwa beliau memiliki dua anak yang belajar di biMBA. Anak pertama
saat ini sudah belajar di SD. Anak pertama sebelum di SD juga belajar di biMBA.
Hasil belajar di biMBA memang sangat bagus. Saat ini sang kakak menjadi juara
di kelasnya. Sementara sang adik masih belajar di biMBA. Sang adik sudah mampu
membaca padahal baru hitungan bulan belajar di biMBA.
Acara berlanjut dengan tampilan
pentas baca yang berurut mulai dari tahapan awal, yaitu verbal kata, membaca
kata , kalimat dan paragraf. Setiap pergantian sesi pentas baca diselingi
dengan doorprize atau pun hiburan yang ditampilkan anak-anak biMBA itu sendiri.
Selain hiburan dari anak-anak biMBA, juga ditampilkan hiburan badut yang cukup
segar dan menyegarkan suasana. Anak-anak sejak awal kedatangan badut sudah
begitu antusias.
Rangkaian acara pentas baca dan
lomba mewarnai ini ditutup dengan pembagian piala peserta. Tiap anak pasti
mendapatkan piala dan goody bag. Sehingga setiap anak akan merasa menjadi
juara. (Wy)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar