Menjemput Arya dari Kantor Dinas Sosial Kecamatan Pasar
Minggu dan Mengantarkannya Pulang ke Rumah Orangtuanya di Menteng Atas
Rt.004/09 No: 28, Manggarai, Jakarta Selatan
Arya dalam pelukan sang bundaSenin siang, 6 Maret 2017 sekitar pukul 14.00 WIB saya
menerima telepon dari Pak Rifqi yang menyampaikan informasi telah ditemukan
anak usia dini menggenakan kaos seragam biMBA oleh seorang security di daerah
Cilandak , Jakarta Selatan. Posisi anak tersebut saat itu ada di Polsek Pasar
Minggu, Pak Ervin, pengawas unit aktif telah mengecek keberadaan anak tersebut
dan telah mengirimkan foto anak tersebut pula via WA. Pak rifqi mengusulkan
untuk mengadakan pengecekan secara langsung ke Polsek Pasar Minggu.Saya pun
menghadap kepada Pak Imam yang kebetulan masih memimpin meeting mingguan. Saya
menyampaikan informasi tersebut kepada beliau dan meminta arahan. Pak Imam pun
memberi arahan.
Saya ditemani Pak Waluyo (driver) dan Lutfi (Upi) meluncur
ke arah Pasar Minggu setelah menerima instruksi dari Pak Imam. Sementara Pak
Rifqi menggunakan sepeda motor dengan arah yang sama. Instruksi tersebut
berisi melihat dan
memastikan anak yang ditemukan yang
saat itu tengah berada di kantor Polsek Pasar Minggu adalah anak murid
biMBA. Jika dapat dipastikan anak tersebut murid biMBA , maka harus dibawa ke
Graha biMBA. Rencana tindakan selanjutnya setelah anak tersebut sampai di Graha
biMBA maka akan dilakukan pencarian orangtua/keluarga yang bersangkutan.
Tiba di kantor Polsek Pasar Minggu tepat saat adzan Ashar
berkumandang. Sesaat sebelum saya menunaikan kewajiban sebagai orang yang
beragama, saya menerima informasi dari Pak Rifqi bahwa kemungkinan besar anak
yang ditemukan itu adalah mantan murid biMBA-AlUEO Unit Saharjo.Informasi ini
Pak Rifqi peroleh dari Ibu Yuni kepala unit Saharjo.
Selesai sholat Ashar saya menghubungi Pak Harubimo via
telepon untuk meminta penjelasan mengenai informasi yang saya terima dari Pak Rifqi yang awalnya berasal dari Bu Yuni, kepala unit Saharjo. Pak Harubimo pun
membenarkan informasi tersebut dan sekaligus meminta tolong kepada saya untuk
mencari kepastian bahwa anak tersebut memang pernah di biMBA-AlUEO Saharjo dengan pengecekan
langsung .
Saya juga menghubungi Pak Rifqi lewat telepon yang ternyata
juga sudah tiba. Saya dan Pak Rifqi langsung menuju piket jaga. Dari dua orang piket jaga diterima keterangan sbb:
Anak tersebut sudah diserahkan ke Dinas Sosial kecamatan
Pasar Minggu. Alasan penyerahan karena di kantor Polsek Pasar Minggu tidak
tersedianya fasilitas dan tenaga yang akan menemani anak tersebut. Anak tersebut terlalu
aktif dan kadang mengeluarkan kata-kata yang tak pantas
Sebelum anak tersebut diserahkan sudah ada beberapa guru
biMBA ( Petugas jaga tidak mengetahui dari unit mana guru biMBA tersebut) sudah
datang ke Polsek Minggu dan menemui anak itu. Setelah memastikan bahwa anak itu
bukan muridnya, maka guru-guru itu pun meninggalkan kantor Polsek.
Saya dan Pak Pak Rifqi beserta tim meluncur ke kantor Dinas
sosial Pasar Minggu yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu yang berjarak
sekitar satu kilo meter dari kantor Polsek Pasar Minggu. Setelah bertanya
kepada beberapa orang pegawai di sana
saya bersama Pak Rifqi langsung menuju ke lantai 3, sementara Pak Waluyo dan
Lutfi tetap di mobil.
Kantor Dinas Sosial suasananya agak sepi, sepertinya para pegawai sudah
meninggalkan kantor. Saya melihat di salah satu meja, seorang pegawai laki-laki
dan seorang pegawai perempuan tengah menanyai seorang anak laki-laki yang
menggenakan kaos warna biru (bukan kaos seragam biMBA).
Saya dan Pak Rifqi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan
kami kepada pegawai Dinas Sosial yang belakangan kami tahu bernama Nirwan. Dari
Bapak Nirwan diperoleh keterangan bahwa anak laki-laki ini bernama Arya , anak
tersebut pun menganggukan kepala setelah kami meminta kejelasannya.
Arya diantar oleh seorang laki-laki menggenakan pakaian
sipil (bukan pakaian dinas kepolisian), kami diperlihatkan foto dari Hpnya,
saat Arya diantar. Tetapi Pak Nirwan menyakini bahwa laki-laki pengantar Arya
seorang polisi dilihat dari postur tubuh dan gaya bicaranya. Saat Arya datang
,lanjut Pak Nirwan badannya mengeluarkan aroma tak sedap yang diduga berasal
dari kaos biMBA yang digenakannya. Pak Nirwan pun menyuruh Arya mandi dan
memberikan kaos biru bertuliskan Dinas Sosial sebagai penggantinya. Arya sempat
mengatakan kalau kaosnya kebesaran (ukurannya), namun Pak Nirwan menyampaikan
bahwa lebih baik menggenakan kaos tersebut karena kaos biMBAnya sudah bau.
Pak Nirwan pun menyampaikan saat menanyakan tempat tinggal
Arya , jawaban Arya selalu berubah-ubah , tetapi mengisyaratkan satu lokasi,
seperti dikatakannya : Jembatan Merah, Kuburan Cina-Belanada, Pasar,
Minangkabau, Manggarai. Keterangan mengenai keberadaan orangtuanya pun sama
saja, sering berubah-ubah. Ada kalanya Arya menyebut orangtuanya sudah
meninggal, tapi ada juga disebut ayahnya telah pisah dan nikah lagi. Soal kaos
biMBA yang digenakan Arya, dia menyebut boleh dikasih (diberi) oleh bapak yang
mengantarkannya dari Polsek.
Saya coba menggali satu informasi, apakah Arya pernah di
biMBA dengan menanyakan secara langsung. Beberapa kali saya tanyakan selalu
menggelengkan kepala. Kemudian saya coba memverbalkan kata-kata sederhana,
seperti : M-A-M-A, P-A-PA, D-E-D-E, M-I-M-I, S-U-S-U, B-O-L-A, M-O-B-I-L , Arya
pun secara tepat membacanya. Saya pun yakin Arya adalah Anak biMBA.
Sementara itu Pak Rifqi terus –menerus berkomunikasi dengan
Bu Yuni, KU Saharjo. Dari komunikasi tersebut didapat alamat tempat tinggal, nama
ibu , nama bapak dan no HP mereka. Kami coba menghubungi no HP baik ayah maupun
ibunya, tapi tak tersambung. Pak Rifqi memotret Arya dan kemudian
mengirimkannya ke Bu Yuni atas permintaan Pak Nirwan. Bu Yuni pun
menginformasikan kepastian bahwa Arya memang pernah bersekolah di biMBA.
Pak Nirwan pun mencoba menghubungi Bu Yuni dan meminta
kepastian. Setelah didapat kepastian bahwa Arya pernah bersekolah di biMBA, Pak
Nirwan pun mengijinkan saya untuk membawanya dan mengantarkan kepada
orangtuanya. Sebelum itu Pak Nirwan menyampaikan bahwa sudah menghubungi
petugas dari panti sosial untuk menjemput Arya dan membawanya ke panti sosial,
sebelum saya datang.
Pak Ervin datang hampir bersamaan dengan tiga orang petugas
dari panti sosial . Pak Ervin sempat memaparkan kronologi ditemukannya Arya
oleh seorang petugas security PT Trakindo. Oleh petugas security inilah Arya
diserahkan ke Polsek Pasar Minggu yang sebelumnya telah ditolak dan disarankan
oleh Pos Polisi terdekat untuk diserahkan ke Polsek Pasar Minggu.
Sebelum kami membawa Arya dari kantor Dinas Sosial untuk
diserahkan kepada keluarganya, kami pun diminta untuk foto bersama beberapakali
oleh Pak Nirwan. Arya pun kami jemput dan selanjutnya diantar pulang. Arya naik
mobil bersama kami . Saya dan Pak Waluyo duduk di depan sementara Arya ditemani
Lutfi berada di kursi kedua. Selama dalam perjalan Arya banyak berceloteh
macam-macam. Seperti keinginannya masuk biMBA lagi , tapi sesaat kemudian
berubah tidak ingin ke biMBA. Dia pun menggenakan kaos biMBA menutupi kaos dari
Dinas Sosial.
Mobil yang kami tumpangi meluncur ke arah jalan Saharjo
untuk menjemput Bu Yuni dan beberapa guru. Setelah itu kami memasuki jalan
Jembatan merah mencari rumah keluarga Arya. Dalam perjalanan bersama Bu Yuni
dan para guru, Arya nampak begitu pendiam. Hingga beberapa kali seorang guru
menyapanya dengan ungkapan; "sekarang Arya jadi pendiam".
Selepas magrib , kami baru menemukan tempat tinggal keluarga
Arya. Bude, mbah putri, om dan ibunya telah berdiri menanti kedatangan kami. Arya
turun dari mobil berjalan menuju tempat tinggal keluarga besarnya. Budenyalah yang pertama
menyambut, kemudian ibunya langsung memeluk Arya. Suasana pun menjadi begitu haru, ibunda Arya,
Ibu Nuraini menangis bahagia. Ibu Nuraini mengungkapkan bahwa kali ini adalah kedua kalinya
Arya lari dari rumah. Seminggu yang lalu Arya pernah lari dari rumah dan
diantarkan ke sekolah SD-nya , sebelum ke rumah. Saat itu Arya menggenakan
seragam SD. Ditemukan oleh pengantarnya di daerah Tanjung Priok.
Ibu Nuraini pun
menuturkan seharii-hari dia bekerja
di perusaahaan Susu Anlin, tidak dijelaskan sebagai apa. Sementara ayahnya
sudah lama berpisah.Tak jarang Arya menyampaikan keinginannya bertemu dengan
ayahnya. (Wy)
Saat Arya di kantor Polsek Pasa Minggu
Pak Polisi sedang menanyai Arya.
Arya di halaman depan kantor polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Pose bersama di kantor Dinas Sosial . Sesaat sebelum membawa pulang Arya.
Bu Yuni Kepala Unit Saharjo tengah memberi penjelasan kepada keluarga besar Arya secara kronologis ditemukannya Arya.
Suasana hati masing -masing orang terasa begitu haru biru