Halaman

14 November 2022

biMBA-AlUEO Sangat Membantu Anak

 


Seorang anak murid biMBA -AlUEO unit KHD sedang Pentas Baca
didampingi oleh Bu Adinda Siti Sarah dan Ibu Nur Ahyana

Tidak kurang  seratus delapan puluh tiga anak dari seratus delapan puluh empat anak murid memenuhi ruang yang ada untuk mengikuti pentas baca dan mewarnai di biMBA-AlUEO unit Ki Hajar Dewantoro atau biasa disebut dengan KHD. Sejak pagi secara bergelombang murid-murid biMBA berdatangan dengan diantar oleh orangtua atau pun orang yang biasa mengantarkan mereka. Ruang samping dan belakang biMBA-AlUEO unit KHD yang biasa terasa lapang hari ini penuh sesak.

Menurut ibu Nurti Agus Susilawati, kepala unit biMBA-AlUEO KHD dalam sambutannya ; Kegiatan pentas baca dan mewarnai baru dilaksanakan hari ini setelah lebih dari dua tahun vakum karena adanya pandemi Covid-19. Vakum dua tahun sama sekali tidak menyurutkan semangat anak-anak biMBA, justru mereka tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang dibuka mulai pukul 08.00 WIB. Ibu Siti Adinda Sarah dan Ibu Nur Ahyana selaku MC seusai membuka acara memimpin tepuk semangat dan yel-yel anak biMBA yang diikuti oleh anak-anak biMBA dengan sangat semarak.

Perwakilan Kantor Pusat biMBA-AlUEO, bapak Wiwi Yunianto dalam kesempatan memberi sambutan menyampaikan pentingnya minat baca dan minat belajar. “ Minat Baca dan minat belajar merupakan penggerak seorang anak dalam mengikuti setiap pelajaran mulai dari awal mereka belajar hingga sepanjang hayat.” Selain hal tersebut perwakilan kantor pusat itu pun menyampaikan soal NISN. Menurut informasi yang
diterimanya dari testimoni orangtua murid saat pentas baca di unit lain, bahwa kedua anak orangtua murid tersebut saat mendaftar SD tidak ditanyakan soal NISN. Kedua anak orangtua murid tersebut hanya menjalani tes yang dilaksanakan SD tersebut.Hasil tes menyatakan kedua anak orangtua murid itu lulus dengan hasil yang memuaskan.

Dalam kesempatan berikut dua orangtua murid dalam waktu yang berbeda  memberikan testimoni mereka. Mereka adalah Bunda Annisa Rahma, ibunda dari Afifah Nahda Rafanda dan Bunda Tara Widyasari, ibunda dari Nazra Khalwa Almahyra. Pada prinsipnya kedua orangtua murid tersebut puas dengan hasil bimbingan dari biMBA-AlUEO.  Masing-masing anak-anak mereka mengalami perubahan yang cukup mengembirakan. Anak-anak mereka jadi begitu semangat melakukan kegiatan membaca.  Apa saja yang bisa dibaca akan dibacanya. Bahkan saat sedang berada di jalanan, papan reklame atau spanduk menjadi “santapan” bacanya.

Pentas baca dan mewarnai biMBA AlUEO unit KHD diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Nopember 2022. Acara yang digelar sejak bagi hingga tengah hari itu menampilkan serangkaian acara. Mulai dari mewarnai, pentas baca , sambutan, testimoni orangtua murid, berbagai hiburan baik yang ditampilkan oleh anak-anak murid dan para motivator termasuk kepala unit. serta hiburan badut. Sebagai penutup seluruh rangkaian acara adalah pembagian piala peserta dan foto Bersama. ( Wy)


Mewarnai gambar


   Sambutan  Wiwi Yunianto
                    Perwakilan Kantor Pusat                  


Bunda Annisa Rahma, 
ibunda dari Afifah Nahda Rafanda


Bunda Tara Widyasari.
ibunda dari Nazra Khalwa Almahyra



     Berfose bersama di atas panggung
                  seusai acara           .


   Berpose di boot karya
                Seniman Serba bisa Subandiyo Waluyo             








11 November 2022

Lulusan biMBA-AlUEO Mudah Diterima di Sekolah Dasar



Bagi bu Sutiana menitipkan dua orang anaknya mengikuti bimbingan di biMBA-AlUEO unit Poris Indah suatu hal yang sangat membantu. Karena Klarisa dan sebelumnya kakaknya Klarisa dapat berubah yang semula sangat aktif menjadi anak yang fokus dalam menerima pembelajaran.

Menurut bu Sutiana,  Klarisa jauh lebih (dalam menerima pembelajaran) dibanding teman sebayanya yang belajar di Lembaga Pendidikan lain. Klarisa sudah pandai membaca menjelang masuk SD. Bahkan saat tes masuk SD , Klarisa dapat mengerjakan tes tersebut dengan sangat baik dan dinyatakan diterima di SD, tanpa ditanyakan NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional), begitu pun kakak dari Klarisa  sebelumnya.  Bu Sutiana pun menghimbau kepada orangtua murid lain. Agar tidak  khawatir anak-anak mereka tidak akan diterima di SD karena cuma belajar di biMBA saja. Klarisa dan kakanya adalah bukti bahwa lulusan biMBA dapat di terima di SD.

Senada dengan hal tersebut perwakilan kantor pusat  dalam sambutan sebelumnya menyatakan bahwa NISN akan diberikan saat anak sudah duduk di bangku SD, meskipun beberapa Lembaga Pendidikan sebelum SD yang dapat mengeluarkan NISN. Artinya NISN bukanlah syarat mutlak masuk SD, melainkan usia yang menjadi syarat utamanya. “Jika anak sudah berusia tujuh tahun, SD harus menerimanya”, begitu yang dikatakan oleh Wiwi Yunianto yang sehari-hari bertugas pada divisi Humas kantor pusat biMBA-AlUEO.

Dua pernyataan diatas disampaikan saat acara Pentas Baca dan Lomba Mewarnai yang diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO unit Poris Indah, Tangerang, Banten. Acara yang digelar pada Sabtu, 15 Oktober 2022 bertempat di halaman sekretariat RW setempat dihadiri tidak kurang dari seratus delapan puluh anak murid beserta orangtua atau pendamping mereka. Selain itu ada juga tamu undangan yang berasal dari unit -unit biMBA yang berada di sekitar unit Poris Indah.

Pentas Baca dan Lomba mewarnai dibuka oleh para MC yaitu, Bu Nur Hikmah dan bu Cecil.  Acara berlangsung sejak pagi hingga tengah hari. Selain Pentas baca dan lomba mewarnai juga ditampilkan banyak acara oleh para murid dan para motivator serta kepala unit. Diantara rangkaian acara ada tari-tarian baik tradisional maupun modern, senam gemu fa mire, pembagian door prize juga penampilan badut serta sebagai penutup acara adalah penyerahan piala kepada para juara dan seluruh peserta.(Wy)


Testimoni Orangtua Murid, Ibu Sutiana

Bu Nur sebagai MC

Ibu Cecil sebagai MC









8 November 2022

Tumpanganku Tersambar Bus Tingkat



Saat ini kalau melihat foto bus PPD tingkat , jadi teringat peristiwa yang saya alami beberapa dasawarsa yang lalu. Saat itu Rabu malam di tahun 1993, tapi lupa tanggal dan bulannya. Malam itu sesaat setelah sholat Isya, saya menerima tugas dari store manager, Pak Riscal untuk mengambil sesuatu, mungkin es batu yang berbentuk kristal atau pun ayam potong yang sudah diproses di store Pasar Baru.

Kali pertama saya mengendarai motor di malam hari dan saat hujan turun cukup deras pula. Awalnya perjalanan dari Plaza Indonesia menelusuri jalan M.H Thamrin biasa-biasa saja. Jalan cukup licin oleh air hujan. lalu-lintas tak padat, cahaya lampu jalanan  pun cukup terang karena bertebaran sepanjang jalan, malam terkesan agak lengang. Perjalanan  sepeda motor berkepala kuda terasa tak  ada masalah melaju hingga mencapai bundaran Indosat atau patung kuda Arjuna  Tanding . Tapi Ketika sampai di jalan Merdeka Barat tepatnya di depan museum Nasional atau sering disebut juga museum Gajah, sebuah mobil sedan , kalau tak salah ingat berwarna putih berputar arah dengan sangat mendadak di depan sepeda motor yang saya kendarai. Saya kaget, secara spontan saya menginjak pedal rem. Karena saya cuma  gunakan rem belakang, maka akibatnya cukup fatal. Roda belakang terhenti, sementara roda depan seakan terus berputar, kondisi jalanan licin oleh air hujan. Motor pun sempat terseok. Tangan saya yang seharusnya menggemgam dengan erat ke stang sepeda motor,  terlepas karena kaget. Saya pun terjatuh, mungkin tepatnya tercecer di jalan Medan Merdeka Barat itu. Parahnya  sepeda motor berkepala kuda masih tetap berjalan ke arah kanan. Saya berusaha untuk segera bangun dan mengejar. . Namun belum sempat kaki saya melangkah, saya harus mengurungkan niat. Bus PPD bertingkat dengan No.70 trayek Blok M – Kota dengan cukup cepat melaju dan menghantam bagian belakang sepeda motor berkepala kuda itu. Masih beruntung langkah saya terhenti sehingga saya tak sempat tersambar juga., Alhamdulillah….

Sekuat tenaga saya mengayunkan langkah kaki sambil kedua tangan terangkat dan telapak tangan terbuka, meminta supir bus menghentikan laju kendaraannya. Saya dibantu beberapa orang SATPAM dari pos jaga museum nasional berupaya membangunkan sepeda motor itu. Mesin sepeda motor itu mati, saya berupaya menghidupkan secara manual, Alhamdulillah sekali lagi, mesin hidup. Saya cek beberapa bagian dari sepeda motor, setelah saya yakin sepertinya baik-baik saja. Saya pun meminta supir bus itu untuk bergerak meninggalkan tempat.

Dibantu beberapa SATPAM yang tadi menolong , saya menepikan sepeda motor ke pos jaga. Saya diberikan segelas air teh hangat oleh seorang SATPAM lain yang sejak tadi  tetap berada di pos jaga. Beberapa pertanyaan dilontarkan secara bergantian oleh beberapa SATPAM. Setelah mereka yakin saya tidak mengalami hal serius, maka mereka pun mengizinkan saya meninggalkan tempat. Saya pun menyampaikan ucapan terima kasih. Kemudian melanjutkan tugas, menembus derasnya  hujan dan hawa dingin  di bawah cahaya lampu penerangan jalan menuju store Pasar Baru. (Wy).


Inilah sepeda motor berkepala kuda itu




 

1 November 2022

Buku Skripsi untuk biMBA-AlUEO





Kemarin, Senin, 24 Oktober 2022 di meja kerja saya tergeletak paket. Agak penasaran sih, dari siapa paket itu? Selain jarang sekali saya pesan sesuatu melalui pembelian on line dan memang beberapa hari belakangan rasanya tak ada pesan.
Setelah saya baca pengirimnya barulah saya tau. Bahwa pengirim paket itu adalah seorang mahasiswi. Beberapa waktu lalu mahasiswi tersebut melakukan penelitian sebagai bahan skripsinya.
Adalah Thania Arisandi seorang mahasiwi dari STIKOM PROSIA mengajukan permohonan untuk mengadakan penelitian pada akhir Mei 2022 yang lalu. Setelah saya sampaikan kepada pimpinan, permohonan itu pun dapat diterima dan dilaksanakan.
Sesuai aturan setiap yang melakukan penelitian sebagai bahan skripsi. Maka copy dari buku skripsi itu harus ditinggalkan di kantor pusat biMBA-AlUEO. Hal ini sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan penelitiannya di biMBA-AlUEO baik di kantor pusat atau di unit pasif maupun di unit aktif. (Wy)


Buku Skripsi

Sesaat setelah penyerahan surat izin penelitian.




 

15 Juli 2022

Gerak Cepat Tim PMR Barunawati 











Satu tim Palang Merah Remaja Barunawati yang terdiri dari delapan siswi SMA dengan gesit dan cekatan bergegas menuju ke lapangan. Satu orang siswa SMA Barunawati terkapar setelah bertabrakan dengan lawan main futsalnya. Awalnya diduga bagian kepala korban yang terluka. Beberapa anggota tim PMR akan membalut bagian kepala. Namun korban yang memang tidak pingsan berseru bahwa kakinyalah yang harus ditangani. Maka dengan cekatan anggota tim PMR tersebut melakukan tugasnya dengan trampil. Sebagian anggota tim yang lain menyiapkan tandu bambu.

Tidak butuh waktu lama, korban pun selesai dibalut dengan rapi. Persoalan belum selesai yaitu memindahkan korban dari tanah lapang ke atas tandu. Mengingat seluruh anggota tim PMR adalah perempuan dan dengan ukuran tubuh masing-masing tak sebesar korban. Untunglah korban yang dalam keadaan terjaga penuh dapat menggeserkan tubuhnya  dari tanah lapang ke atas tandu walau dengan cara yang tak mudah. Maka tahap berikut adalah mengevakuasi korban dari tanah lapang ke pinggir lapangan untuk mendapat pertolongan selanjutnya.

Sementara suasana lapangan sekolah yang multi fungsi itu  masih penuh dengan para siswa sekolah Barunawati dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK . Mereka memang sedari awal menonton pertandingan futsal internal tim futsal SMA Barunawati. Suasana yang semula riuh reda oleh tepuk-tangan dan sorak-sorai menyaksikan serunya pertandingan, kini tak kalah riuhnya. Suara teriakan , sorak-sorai dan tepuk tangan berbaur melihat korban yang senyum-senyum kadang tertawa saat dievakuasi ke pinggir lapangan dengan ditandu oleh anggota tim PMR. Ada pula suara penonton yang setengah berteriak “ Ya, keberatan  ya ….?” Mengomentari tim yang terlihat kesulitan saat menggotong tandu berisi korban.

Peristiwa itu adalah simulasi penanganan  korban kecelakan tabrakan antara pemain futsal. Simulasi tersebut hasil kolaborasi antara tim PMR dan futsal SMA Barunawati Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 14 Juli 2022. (wy)






8 Maret 2022

Sumbangsih Untuk Kalianyar

 


Menjelang tengah hari pada hari Rabu, 2 Maret 2022 tim Humas biMBA-AlUEO Kantor Pusat tiba di biMBA-AlUEO Unit Kalianyar yang sudah berpindah  lokasi beberapa puluh meter dari lokasi semula yang belum lama ini  ikut hangus terbakar. Tim Humas disambut oleh dua orang murid biMBA-AlUEO beserta masing-masing orangtua mereka dan mitra biMBA-AlUEO unit Kalianyar, Bapak Bambang Winarko beserta istri yang sekaligus sebagai kepala unit. Selain penyambutan dari mereka , Tim Humas juga disambut oleh turunnya hujan, walau pun tidak begitu deras.

Setelah sesaat beramah tamah, Kepala Adm Humas biMBA-AlUEO pun memberi penjelasan terkait donasi yang akan segera diserahkan kepada komunitas biMBA yang ikut menjadi korban di akhir bulan Januari 2022 di daerah kelurahan Kaianyar, kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Penjelasan tersebut berisi asal donasi, yaitu dari Yayasan Pengembangan Anak Indonesia sebagai penaung biMBA-AlUEO berupa beasiswa bagi murid biMBA serta logistik biMBA-AlUEO unit Kalianyar juga donasi yang berasal dari komunitas biMBA-AlUEO, yaitu para mitra, relawan dan orangtua murid biMBA-AlUEO berupa uang tunai yang nantinya dapat dipergunakan berbagai kebutuhan para penerima donasi.

Penyerahan donasi dari Yayasan Pengembangan Anak berupa voucher beasiswa dilaksanakan oleh Kepala Adm Humas, Wiwi Yunianto kepada dua orang anak murid, yaitu Afrizal Rohimawilah dan Linkia Kinan Syahannia yang diterima oleh orangtua masing-masing.  Sementara voucher logistik diserahkan kepada mitra biMBA-AlUEO unit Kalianyar, Bapak Bambang Winarko. Besarnya voucher beasiswa masing-masing murid menerima Rp. 1.500.000,- ( Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan  voucher logistic untuk biMBA-AlUEO unit Kalianyar sebesar Rp. 2000.000,- ( Dua Juta Rupiah).

Sementara penyerahan donasi dari komunitas biMBA-AlUEO berupa uang tunai dilaksanakan oleh salah satu staf Humas, Isti Aulia Giri Anjani kepada masing-masing murid yang diterima oleh masing-masing orangtua mereka sebesar Rp. 2.235.000,- ( Dua Juta Dua Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) dan kepada Bapak Bambang Winarko, mitra biMBA-AlUEO unit Kalianyar sebesar Rp.2.980.000,- ( Dua Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah). Sesuai dengan sertifikat yang diserahkan kepada masing-masing penerima donasi. Namun karena ada donasi yang masuk sesaat tim Humas akan berangkat dari ke kantor ke Kalianyar, artinya sertifikat donasi telah selesai dicetak dan dilaminating, maka penyerahan donasi susulan tersebut ditandai dengan tanda terima saja sebesar masing-masing Rp. 100.000,-(Seratus Ribu Rupiah). Dan pada hari Jumatnya, karena hari Kamis bertepatan dengan hari Nyepi, libur nasional bahwa ada donasi yang masuk kembali rencananya akan disalurkan kembali dalam  pekan berikutnya.

Baik orangtua murid penerima donasi dan mitra biMBA-AlUEO Unit Kalianyar  sangat berterima kasih kepada para donatur. Donasi tersebut dirasa sangat membantu mereka. Sebelum Tim Humas pamit meninggalkan tempat untuk kembali ke kantor,  beberapa kali baik orangtua murid dan mitra meminta Tim Humas untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur. ( Wy )





17 Februari 2022

 

          Peresmian Gedung Kantor Sekretariat RW 016                 Palmerah Jakarta Barat



Palmerah, Rabu, 16  Februari 2022

Tepat pukul 09.19 WIB, Bu Evi, selaku MC membuka acara dengan pembacaan Basmallah yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dilakukan oleh semua yang hadir. Begitu hikmat terasa. Kecuali Indonesia,  tak banyak negara di dunia yang rakyatnya begitu hapal lagu kebangsaannya.

Acara berlanjut dengan sambutan-sambutan mulai dari Ketua RW 016. Bapak Ahmad Sauqi, SE yang menekankan fungsi tiga pilar dari Kantor sektretariat RW, yaitu kantor BABINSA, BABINMAS dan kesektretariatn RW 016 sendiri itu sendiri. Sambutan selanjutan dari Bapak Muhammad Adnan, selaku LMK kelurahan Palmerah dari RW 016. Sambutan terakhir dari Komandan Komando Rayon Militer 03/GP, Kapten Infantri Sriyanto. Danramil menekankan fungsi sektretariat selain untuk kepentingan layanan kepada masyarakat tetapi lebih jauh  sebagai pengabdian terhadap bangsa dan negara.

Setelah sambutan-sambutan selesai berlanjut dengan peresmian penggunaan gedung, ditandai dengan pengguntingan pita secara bersama oleh Ketua RW 016 dan Danramil 03/GP. Pembukaan tabir prasasti oleh Danramil kemudian Danramil pun membuka  pintu yang selanjutnya kunci pintu Gedung tersebut diserahkan oleh Danramil kepada Ketua RW 016 sebagai tanda bahwa Gedung Kantor  Sekretariat RW016 sudah dapat digunakan sebagaimana fungsinya. Sebelum acara ditutup oleh MC, Bu EVI, diadakan satu acara lagi yaitu pemotongan tumpeng oleh Danramil yang kemudian diserahkan kepada salah satu tokoh masyarakat RW 016, yaitu bapak Sumardjono.

Setelah acara ditutup secara remi, tinggallah para hadirin menikmati hidangan yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara acara Peresmian Gedung Sektretarian RW 016. Acara itu sendiri cukup meriah karena dihadiri oleh bukan saja pimpinan Rukun Warga 016 beserta jajarannya, namun juga berkenan hadir Ketua RW 03 dan Ketua RW 04 beserta jajarannya masing-masing dan tetntu saja kehadiran Danramil 03/GP beserta jajarannya merupakan kehormatan tersendiri bagi acara tersebut. Selesai

Bu Evi, selaku MC membuka acra peresmian Gedung Kantor Sekretariat RW 016


Ketua RW 016, Bapak Ahmad Sauqi, SE

Bapak Muhammad Adnan, LMK Kelurahan Palmerah dari RW 016


Komandan Komando Rayon Militer 03/GP, Kapten Infantri Sriyanto


Pengguntingan pita bersama oleh Ketua RW 016 dan Danramil 03/GP
sebagai tanda resminya penggunaan Gedung Kantor Sekretariat RW 016


 Pembukaan tabir prasasti Gedung Sekretariat RW 016


                                               Penyerahan potongan tumpeng dari Danramil 03/GP                                                             kepada tokoh masyarakat RW 016 Bapak Sumardjono



 

 

18 Juni 2021

Motivator biMBA Tak Sekedar Mentransfer Pengetahuan


Orangtua murid dari Honesto unit Mekar Wangi mengatakan dalam testimoninya di atas panggung, bahwa motivator biMBA tak sekedar mentransfer pengetahuan seperti apa  bentuk huruf A, I,  U , E, O dan seterusnya. Tetapi menumbuh kembangkan minat baca dan belajar kepada setiap anak bimbingannya dengan cara-cara yang sangat menyenangkan. Sehingga setiap anak tidak merasa jika dirinya tengah belajar, yang dia ketahui bahwa dirinya tengah bermain.

Hampir senada dengan ungkapan itu, orangtua murid dari Mahira unit Taman Tirta Cimanggu pun   menyampaikan bahwa anaknya dengan sangat cepat menyerap setiap apa yang disampaikan oleh pembimbingnya. Hal ini  karena setiap penyampaian materi bimbingan dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan.

Sebelumnya, Ibu Linda, mitra kedua unit tersebut dalam sambutan, beliau menyampaikan bahwa pentas baca gabungan dua unit ini diselenggarakan dengan tujuan mewadahi atau mengaspreasi anak-anak biMBA untuk tampil berkreasi di atas panggung di samping mengasah bakat,minat dan kemampuan mereka. Selain itu sebagai penghargaan dan diharapkan menjadi kenangan indah nantinya bagi para lulusan yang hari ini akan diwisuda.

Sementara perwakilan kantor pusat dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Divisi Humas, Wiwi Yunianto, bahwa keputusan setiap orangtua murid menitipkan anak-anak mereka di biMBA-AlUEO sebuah keputusan yang sangat tepat. Karena biMBA bukan cuma mencetak generasi yang mampu dan pandai membaca. Tetapi lebih dari itu , biMBA menciptakan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Di mana tiap anak biMBA akan memiliki minat yang luar biasa dalam belajar. Sehingga orangtua sangat terbantu dalam mencegah atau pun mengatasi kemalasan belajar bagi anak-anak mereka.

Pentas baca dan lomba mewarnai yang diselenggarakan pada Sabtu, 7 Desember 2019 berlokasi di sebuah mall di jalan Sholeh Iskandar, Bogor, Jawa Barat tersebut sejak pukul 08.30 hingga hampir pukul 15.00 berlangsung tertib dan lancar. Berbagai acara ditampilkan mulai dari pentas baca, lomba mewarnai, beberapa sambutan dan testimoni orangtua murid, berbagai hiburan yang ditampilkan oleh anak-anak biMBA berupa tari-tarian tradisional dan kreasi modern. Acara yang bekerjasama antara biMBA-AlUEO unit Mekar Wangi dan Taman Tirta Cimanggu dengan sebuah restauran cepat saji ini ditutup dengan pembagaian piala serta goody bag bagi seluruh peserta. (Wy)

16 Oktober 2020

Malang Tak Dapat Ditolak

 

Rabu, 7 Oktober 2020, seorang anak laki-laki yang baru saja memasuki masa transisi dari remaja ke masa dewasa terjatuh dari sepeda motor karena terserempet mobil di daerah Pondok Indah. Akibat peristiwa tersebut kaki anak lelaki itu terkilir dan memar. Sementara sepeda motornya tak kalah parah. Tukit pengganti gigi mengalami pelingkaran seratus delapan puluh derajat. Begitu pula dengan foot step sebelah kiri juga mengalami hal yang sama. Di bagian lain body motor mengalami pecah parah, bahkan spack board depan pecah harus diganti. Lumayan biaya pengobatan dan perbaikan sepeda motornya.

Selang tak lama hanya dalam hitungan hari, tepatnya pada hari Ahad, 11 Oktober 2020, mbah uti dari anak laki-laki itu, juga mengalami kaki terkilir dan memar bahkan bengkak. Hal itu terjadi karena terpeleset di serambi rumah sang nenek. Singkat cerita mbah uti membuka pintu depan rumahnya. Beliau ingin keluar setelah sibuk di dapur. Begitu pintu terbuka tanpa curiga sedikit pun kaki mbah uti melangkah keluar, namun apa yang terjadi kemudian. Mbah uti terpelanting dan terduduk. Kaki kiri beliau terkilir, sakitnya……bukan main. Memar sudahlah pasti.

Pertolongan diperoleh dari tetangga, ada yang membawakan minyak gosok, ada yang mendatangkan orang yang diyakini mampu mengurut.

Jika kita telaah kedua kajadian yang dialami oleh cucu dan nenek tersebut. Maka aka nada pelajaran berharga bagi yang mau memikirkannya. Mari kita sedikit jabarkan :

1.       Anak laki-laki itu terjatuh di jalan.

2.       Neneknya jatuh di serambi rumahnya.

 

Keduanya terjatuh, keduanya terkilir dan keduanya pula harus ditolong dengan cara diurut, meskipun orang yang mengurutnya berbeda.

Pelajarannya adalah….Malang Tak Dapat Ditolak. Di jalan mau pun di rumah. Musibah tak bisa dielakkan , tapi harus disikapi dengan cara yang benar….(wy)

 

28 Juni 2020

Cek Suhu Tubuh dan Main Kadal-Kadalan

Gambar hanya sebuah ilustrasi saja. Tidak terkait dengan isi tulisan.


Seorang teman ditolak oleh security memasuki sebuah bank. Alasannya karena setelah dilakukan tes temperature di keningnya dengan alat pengukur suhu berbentuk dan penggunaannya pun seperti senjata api genggam, menunjukan angka 37,8. Teman saya pun meminta solusi atau jalan keluar yang terbaik agar transfer tetap dapat dilakukan , meskipun dirinya tak diizinkan masuk ke bank tersebut, mengingat untuk pembayaran via transfer hanya dapat dilakukan pada tanggal di hari tersebut saja.

Security itu pun meminta maaf, mungkin menurut si security caranya sudah sangat baik dan sopan. Security tersebut menyarankan teman saya untuk pulang ke rumah dan melakukan transfer melalui M-Banking dari rumah….Sopan ya , security itu ?

Teman saya marah…cuma memang ditahan , tidak dikeluarkan hanya dilampiaskan dengan membuang kertas tissue yang belum selesai digunakan untuk mengeringan tangannya setelah dibasahi tadi. Tissue itu bukan sekedar dibuang, tetapi dilempar ke dalam pot tanaman yang ada di dekat situ dengan sangat keras. Barangkali jika yang dilempar benda kaca pastilah akan hancur berantakan dengan suara yang cukup keras, tetapi untungnya cuma selembar kertas tissue yang tidak menimbulkan suara gemericik sekali pun.

Teman saya langsung membalikan badan tanpa menyampaikan sepatah kata apa pun, apalagi permisi atau ucapan terima kasih, hatinya kesal bukan main. Karena bukan solusi yang dia terima tetapi penolakan.  Tidak taukah SATPAM itu, bahwa transfer ini sangat penting dan cuma berlaku satu hari pada tanggal tersebut?

“ Aku pasti bisa mentransfer hari ini , tak perlu di bank ini, “ katanya dalam hati. Teman saya itu pun bergegas menuju sepeda motornya. Ia stater mesin sepeda motornya yang sudah tidak baru lagi itu, tetapi cukuplah kalau untuk mamacu kecepatan hingga 100 Km/jam. Teman saya memacu sepeda motor sejadi-jadinya. Cepat, melesat di antara kendaraan bermotor lainnya. Menuju sebuah bank yang sama , tetapi di cabang lain di tempat lain.

Sesampainya di sebuah komplek gedung pemerintah, di mana bank yang sama dengan yang sebelumnya berada, teman saya langsung menuju area parker. Dari area parker , teman saya tidak langsung menuju bank, melainkan mampir sejenak ke toilet untuk sekedar cuci muka. Kemudian teman saya menuju ke sebuah danau buatan tak jauh dari area parkir. Teman saya duduk sebentar di pinggiran danau buatan itu. Menghirup udara segar, duduk di bawah rindangnya pepohonan besar yang tumbuh di pinggiran danau. Sekitar sepuluh menit, barulah teman saya beranjak dari situ menuju gedung yang di sana ada bank yang dimaksud. Sesampainya di gedung yang dituju, teman saya tak lantas memasukinya. Teman saya berdiri sesaat meyakinkan dirinya, bahwa suhu di kepalanya sudah turun, dengan cara menempelkan punggung tangan kanannya di kening, seperti ibunya sering melakukan itu saat dia masih kanak-kanak dulu kalau sedang sakit.

Setelah yakin , barulah teman saya memasuki gedung, benar saja suhu di kepalanya sudah turun. Angka pada alat pengukur menunjukan 36, 1…..he..he..he…tertawalah hatinya. Kemudian dia pun dicek lagi suhunya dengan cara yang sama sesaat sebelum masuk bank, angka yang tercantum 36, 2 naik….sih…tetapi masih sangat mungkin diperbolehkan masuk ke bank dan mengurus urusananya yaitu transfer.

Ach…..di negeri ini soal main kadal-kadalan sih….banyak orang yang jago…..(WY)


11 Maret 2020

Menunggu Waktu yang Semakin Sempit

Le Kesi menoleh ke belakang bertepatan dengan saat aku memotret ketenangan dalam gerbong kereta api

Berbabagai pikiran berkecamuk dalam kepala. Bermacam perasaan pun mengunjang –gunjang hati. Kenapa belum datang juga, padahal waktu yang tersedia semakin sempit. Tinggal lima menit lagi...Tetapi bayangannya pun belum nampak. Beberapa kali sudah kuhubungi via WA dan HP, tapi tak dibalas apalagi diangkat teleponnya. Ugh.....perasaan ini semakin tak menentu.

“Pak coba dihubungi lagi, suruh lari aja.!” Begitu usul salah seorang security.

“ Nggak mungkin Pak, “ kataku. Beliau sudah tidak muda lagi.

“Kalau begitu , saya ambilkan kursi roda,”kata security menawarkan bantuan.

“Itu dia , Pak,” security menunjuk ke depan setengah berteriak. Aku menoleh tertuju ke arah yang ditunjukan. Betul, dia Indra , suami Tami , menantu le Kesi melambai-lambaikan tangan. Aku pun langsung berlari sambil mendorong kursi roda yang barusan begitu saja kuterima dari security yang lain.

“ Ayo le !”, kataku mengajak Le Kesi untuk segera naik ke kursi roda. Aku sempat melihat Indra menarik bagian belakang tas yang dikenakan Farel, anak laki-lakinya. Anak seumuran anak SD itu pun terhenti secara mendadak dari larinya, kemudian berbalik arah.

“Ayu...mana?” tanyaku entah kepada siapa, sambil berlari dan mendorong kursi roda yang telah diduduki Le kesi. Sesaat kemudian security yang lainnya lagi mengambil alih kursi roda untuk di dorong. Bersamaan Ayu, ada di sampingku yang langsung aku sambar tangannya dan kutarik mengajaknya berlari ke arah tangga untuk naik ke lantai dua. Aku tak sempat berpikir dari arah mana Ayu tadi datang.

Aku,  Ayu yang kutarik  dan Le Kesi yang duduk di kursi roda di dorong oleh seorang security, sama-sama berlari sekencang-kencangnya menuju ke arah tangga , tetapi salah satu security yang rupanya ikut berlari mengarahkan ke lift. Aku langsung masuk ke ruang lift, begitu pintunya terbuka. Aku tersengal-sengal, aku mencoba mengela napas beberapa kali mencoba  memperbaiki deru napasku.

Tak perlu lama, aku dan yang lainnya sudah tiba di lantai dua dan langsung menuju pintu kereta api. Begitu aku dan rombongan tiba di dalam kereta api, rombongan yang sudah lebih dulu sampai di dalamnya langsung mengela napas lega seraya bersyukur.

“Alhamdulillah, terima kasih ya , Pak” kataku kepada seorang security yang ada di dalam kereta api , karena beliau sudah membantu menenangkan ibuku, Pakde Yatmo, istri dan anak-anakku dan yang lainnya.

“Ya, sama-sama Pak,” katanya.

Sesaat kemudian seluruh pintu kereta api tertutup dan kereta api pun mulai bergerak meninggalkan stasiun Gambir di sore itu, sekitar pukul 17.10 WIB hari Jumat, 20 Desember 2019 menuju stasiun Kutoajo salah satunya, di sana aku dan rombongan akan turun dan selanjutnya menuju ke Prembun. (Wy)

 Anak bungsuku, Dyah Rahmahsari Ananto sangat menikmati perjalan dengan kereta api menuju kampung halaman mbah utinya, Prembun, Kebumen.

10 Maret 2020

Gembira Turun Ke Sawah


Memandikan kerbau

Hampir seluruh peserta dengan sangat antusias dan semangat turun ke sawah. Mereka belajar bercocok tanam padi dan memandikan kerbau. Mereka tak menghiraukan lumpur yang mengakibatkan badan mereka kotor. Mereka sangat menikmati . Mereka bergembira. Mereka adalah anak-anak biMBA AlUEO unit Dwi Putra yang tengah mengikuti acara out bond di Kampoeng Wisata Cianangneng, Ciampea  Bogor, Jawa Barat. Menurut ibu Robiatun Adawiyah, kepala unit diselenggarakannya acara out bond ini memang untuk memperkenalkan anak-anak kepada suasana pedesaan dan kegiatan di dalammnya.

Turun ke sawah adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh anak-anak biMBA  saat di kampung wisata tersebut pada hari Sabtu, 7 Maret 2020. Ada sederet kegiatan lain yang dilaksanakan, yaitu : bernyanyi bahasa Sunda, bermain angklung, bermain gamelan Sunda, belajar membuat mainan wayang dari batang daun dan daun singkong, mengenal pembuatan kue dan minuman tradisional berupa kue kembang goyang dan wedang jahe, belajar menari daerah Sunda, melukis topi caping dan saat istirahat menyantap masakan khas daerah Sunda  berupa nasi liwet dengan sayur asem serta lauk – pauknya. Menurut mitra unit Dwi Putra , ibu Merry kegiatan ini merupakan pengalaman baru bagi anak-anak biMBA . karena mereka, anak-anak biMBA bermain sambil belajar kegiatan pedesaan  daerah Sunda.

Sementara itu perwakilan kantor pusat, Wiwi Yunianto dalam sambutannya di awal-awal acara menyampaikan di hadapan anak-anak biMBA dan para orangtua mereka, bahwa proses bermain dan belajar di biMBA tidak terikat dengan ruangan atau lokasi. “Bermain dan belajar bisa di mana saja, asalkan menyenangkan dan aman bagi anak-anak,” begitu yang disampaikan.

Acara yang dibuka oleh MC, Kak Tias sejak pukul 10.15 hingga pukul 14.20 seusai kegiatan turun ke sawah bercocok tanam padi dan memandikan kerbau dan bergerak meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.40 WIB.. (Wy)

 Kak Tyas, MC sedang membuka acara


Perwakilan Kantor Pusat, Wwi Yunianto tengah memberi sambutan

Sambutan dari ibu Robiatun Adawiyah. Kepala Unit

Ibu Merry, mitra unit bersiap memberi pengarahan kepada anak-anak biMBA

Pentas Baca 1

Pentas Baca 2


 Bernyanyi Sunda "Boneka Abdi"


Bermain angklung


Bermain gamelan Sunda

Melukis topi caping

Membuat wayang dari batang dan daun singkong


Menari jaipong


Menerima penjelasan soal pembuatan kue kembang goyang dan wedang jahe


Bersiap turun ke sawah

Bercocok tanam padi