Gerak Cepat Tim PMR Barunawati
Satu tim Palang Merah Remaja
Barunawati yang terdiri dari delapan siswi SMA dengan gesit dan cekatan bergegas
menuju ke lapangan. Satu orang siswa SMA Barunawati terkapar setelah
bertabrakan dengan lawan main futsalnya. Awalnya diduga bagian kepala korban
yang terluka. Beberapa anggota tim PMR akan membalut bagian kepala. Namun
korban yang memang tidak pingsan berseru bahwa kakinyalah yang harus ditangani.
Maka dengan cekatan anggota tim PMR tersebut melakukan tugasnya dengan trampil.
Sebagian anggota tim yang lain menyiapkan tandu bambu.
Tidak butuh waktu lama, korban
pun selesai dibalut dengan rapi. Persoalan belum selesai yaitu memindahkan korban
dari tanah lapang ke atas tandu. Mengingat seluruh anggota tim PMR adalah
perempuan dan dengan ukuran tubuh masing-masing tak sebesar korban. Untunglah korban
yang dalam keadaan terjaga penuh dapat menggeserkan tubuhnya dari tanah lapang ke atas tandu walau dengan
cara yang tak mudah. Maka tahap berikut adalah mengevakuasi korban dari tanah lapang
ke pinggir lapangan untuk mendapat pertolongan selanjutnya.
Sementara suasana lapangan
sekolah yang multi fungsi itu masih
penuh dengan para siswa sekolah Barunawati dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK .
Mereka memang sedari awal menonton pertandingan futsal internal tim futsal SMA
Barunawati. Suasana yang semula riuh reda oleh tepuk-tangan dan sorak-sorai menyaksikan
serunya pertandingan, kini tak kalah riuhnya. Suara teriakan , sorak-sorai dan
tepuk tangan berbaur melihat korban yang senyum-senyum kadang tertawa saat dievakuasi
ke pinggir lapangan dengan ditandu oleh anggota tim PMR. Ada pula suara
penonton yang setengah berteriak “ Ya, keberatan ya ….?” Mengomentari tim yang terlihat
kesulitan saat menggotong tandu berisi korban.
Peristiwa itu adalah simulasi
penanganan korban kecelakan tabrakan
antara pemain futsal. Simulasi tersebut hasil kolaborasi antara tim PMR dan futsal
SMA Barunawati Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 14 Juli
2022. (wy)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar