Halaman

16 Oktober 2020

Malang Tak Dapat Ditolak

 

Rabu, 7 Oktober 2020, seorang anak laki-laki yang baru saja memasuki masa transisi dari remaja ke masa dewasa terjatuh dari sepeda motor karena terserempet mobil di daerah Pondok Indah. Akibat peristiwa tersebut kaki anak lelaki itu terkilir dan memar. Sementara sepeda motornya tak kalah parah. Tukit pengganti gigi mengalami pelingkaran seratus delapan puluh derajat. Begitu pula dengan foot step sebelah kiri juga mengalami hal yang sama. Di bagian lain body motor mengalami pecah parah, bahkan spack board depan pecah harus diganti. Lumayan biaya pengobatan dan perbaikan sepeda motornya.

Selang tak lama hanya dalam hitungan hari, tepatnya pada hari Ahad, 11 Oktober 2020, mbah uti dari anak laki-laki itu, juga mengalami kaki terkilir dan memar bahkan bengkak. Hal itu terjadi karena terpeleset di serambi rumah sang nenek. Singkat cerita mbah uti membuka pintu depan rumahnya. Beliau ingin keluar setelah sibuk di dapur. Begitu pintu terbuka tanpa curiga sedikit pun kaki mbah uti melangkah keluar, namun apa yang terjadi kemudian. Mbah uti terpelanting dan terduduk. Kaki kiri beliau terkilir, sakitnya……bukan main. Memar sudahlah pasti.

Pertolongan diperoleh dari tetangga, ada yang membawakan minyak gosok, ada yang mendatangkan orang yang diyakini mampu mengurut.

Jika kita telaah kedua kajadian yang dialami oleh cucu dan nenek tersebut. Maka aka nada pelajaran berharga bagi yang mau memikirkannya. Mari kita sedikit jabarkan :

1.       Anak laki-laki itu terjatuh di jalan.

2.       Neneknya jatuh di serambi rumahnya.

 

Keduanya terjatuh, keduanya terkilir dan keduanya pula harus ditolong dengan cara diurut, meskipun orang yang mengurutnya berbeda.

Pelajarannya adalah….Malang Tak Dapat Ditolak. Di jalan mau pun di rumah. Musibah tak bisa dielakkan , tapi harus disikapi dengan cara yang benar….(wy)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar