Media untuk menuangkan segala hal yang terlintas dalam benak. Sebuah harapan kiranya dapat berguna bagi khalayak ramai.
1 November 2022
Buku Skripsi untuk biMBA-AlUEO
15 Juli 2022
Gerak Cepat Tim PMR Barunawati
Satu tim Palang Merah Remaja
Barunawati yang terdiri dari delapan siswi SMA dengan gesit dan cekatan bergegas
menuju ke lapangan. Satu orang siswa SMA Barunawati terkapar setelah
bertabrakan dengan lawan main futsalnya. Awalnya diduga bagian kepala korban
yang terluka. Beberapa anggota tim PMR akan membalut bagian kepala. Namun
korban yang memang tidak pingsan berseru bahwa kakinyalah yang harus ditangani.
Maka dengan cekatan anggota tim PMR tersebut melakukan tugasnya dengan trampil.
Sebagian anggota tim yang lain menyiapkan tandu bambu.
Tidak butuh waktu lama, korban
pun selesai dibalut dengan rapi. Persoalan belum selesai yaitu memindahkan korban
dari tanah lapang ke atas tandu. Mengingat seluruh anggota tim PMR adalah
perempuan dan dengan ukuran tubuh masing-masing tak sebesar korban. Untunglah korban
yang dalam keadaan terjaga penuh dapat menggeserkan tubuhnya dari tanah lapang ke atas tandu walau dengan
cara yang tak mudah. Maka tahap berikut adalah mengevakuasi korban dari tanah lapang
ke pinggir lapangan untuk mendapat pertolongan selanjutnya.
Sementara suasana lapangan
sekolah yang multi fungsi itu masih
penuh dengan para siswa sekolah Barunawati dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK .
Mereka memang sedari awal menonton pertandingan futsal internal tim futsal SMA
Barunawati. Suasana yang semula riuh reda oleh tepuk-tangan dan sorak-sorai menyaksikan
serunya pertandingan, kini tak kalah riuhnya. Suara teriakan , sorak-sorai dan
tepuk tangan berbaur melihat korban yang senyum-senyum kadang tertawa saat dievakuasi
ke pinggir lapangan dengan ditandu oleh anggota tim PMR. Ada pula suara
penonton yang setengah berteriak “ Ya, keberatan ya ….?” Mengomentari tim yang terlihat
kesulitan saat menggotong tandu berisi korban.
Peristiwa itu adalah simulasi
penanganan korban kecelakan tabrakan
antara pemain futsal. Simulasi tersebut hasil kolaborasi antara tim PMR dan futsal
SMA Barunawati Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 14 Juli
2022. (wy)
8 Maret 2022
Sumbangsih Untuk Kalianyar
Menjelang tengah hari pada hari
Rabu, 2 Maret 2022 tim Humas biMBA-AlUEO Kantor Pusat tiba di biMBA-AlUEO Unit
Kalianyar yang sudah berpindah lokasi
beberapa puluh meter dari lokasi semula yang belum lama ini ikut hangus terbakar. Tim Humas disambut oleh
dua orang murid biMBA-AlUEO beserta masing-masing orangtua mereka dan mitra
biMBA-AlUEO unit Kalianyar, Bapak Bambang Winarko beserta istri yang sekaligus
sebagai kepala unit. Selain penyambutan dari mereka , Tim Humas juga disambut
oleh turunnya hujan, walau pun tidak begitu deras.
Setelah sesaat beramah tamah,
Kepala Adm Humas biMBA-AlUEO pun memberi penjelasan terkait donasi yang akan
segera diserahkan kepada komunitas biMBA yang ikut menjadi korban di akhir
bulan Januari 2022 di daerah kelurahan Kaianyar, kecamatan Tambora, Jakarta
Barat. Penjelasan tersebut berisi asal donasi, yaitu dari Yayasan Pengembangan
Anak Indonesia sebagai penaung biMBA-AlUEO berupa beasiswa bagi murid biMBA
serta logistik biMBA-AlUEO unit Kalianyar juga donasi yang berasal dari
komunitas biMBA-AlUEO, yaitu para mitra, relawan dan orangtua murid biMBA-AlUEO
berupa uang tunai yang nantinya dapat dipergunakan berbagai kebutuhan para
penerima donasi.
Penyerahan donasi dari Yayasan
Pengembangan Anak berupa voucher beasiswa dilaksanakan oleh Kepala Adm Humas,
Wiwi Yunianto kepada dua orang anak murid, yaitu Afrizal Rohimawilah dan Linkia
Kinan Syahannia yang diterima oleh orangtua masing-masing. Sementara voucher logistik diserahkan kepada
mitra biMBA-AlUEO unit Kalianyar, Bapak Bambang Winarko. Besarnya voucher
beasiswa masing-masing murid menerima Rp. 1.500.000,- ( Satu Juta Lima Ratus
Ribu Rupiah) dan voucher logistic untuk
biMBA-AlUEO unit Kalianyar sebesar Rp. 2000.000,- ( Dua Juta Rupiah).
Sementara penyerahan donasi dari
komunitas biMBA-AlUEO berupa uang tunai dilaksanakan oleh salah satu staf
Humas, Isti Aulia Giri Anjani kepada masing-masing murid yang diterima oleh
masing-masing orangtua mereka sebesar Rp. 2.235.000,- ( Dua Juta Dua Ratus Tiga
Puluh Lima Ribu Rupiah) dan kepada Bapak Bambang Winarko, mitra biMBA-AlUEO
unit Kalianyar sebesar Rp.2.980.000,- ( Dua Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh
Ribu Rupiah). Sesuai dengan sertifikat yang diserahkan kepada masing-masing
penerima donasi. Namun karena ada donasi yang masuk sesaat tim Humas akan
berangkat dari ke kantor ke Kalianyar, artinya sertifikat donasi telah selesai
dicetak dan dilaminating, maka penyerahan donasi susulan tersebut ditandai
dengan tanda terima saja sebesar masing-masing Rp. 100.000,-(Seratus Ribu
Rupiah). Dan pada hari Jumatnya, karena hari Kamis bertepatan dengan hari
Nyepi, libur nasional bahwa ada donasi yang masuk kembali rencananya akan
disalurkan kembali dalam pekan
berikutnya.
Baik orangtua murid penerima
donasi dan mitra biMBA-AlUEO Unit Kalianyar
sangat berterima kasih kepada para donatur. Donasi tersebut dirasa
sangat membantu mereka. Sebelum Tim Humas pamit meninggalkan tempat untuk
kembali ke kantor, beberapa kali baik
orangtua murid dan mitra meminta Tim Humas untuk menyampaikan rasa terima kasih
kepada para donatur. ( Wy )
17 Februari 2022
Peresmian Gedung Kantor Sekretariat RW 016 Palmerah Jakarta Barat
Palmerah, Rabu, 16 Februari 2022
Tepat pukul 09.19 WIB, Bu Evi,
selaku MC membuka acara dengan pembacaan Basmallah yang kemudian dilanjutkan
dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dilakukan oleh semua
yang hadir. Begitu hikmat terasa. Kecuali Indonesia, tak banyak negara di dunia yang rakyatnya
begitu hapal lagu kebangsaannya.
Acara berlanjut dengan
sambutan-sambutan mulai dari Ketua RW 016. Bapak Ahmad Sauqi, SE yang
menekankan fungsi tiga pilar dari Kantor sektretariat RW, yaitu kantor BABINSA,
BABINMAS dan kesektretariatn RW 016 sendiri itu sendiri. Sambutan selanjutan
dari Bapak Muhammad Adnan, selaku LMK kelurahan Palmerah dari RW 016. Sambutan
terakhir dari Komandan Komando Rayon Militer 03/GP, Kapten Infantri Sriyanto.
Danramil menekankan fungsi sektretariat selain untuk kepentingan layanan kepada
masyarakat tetapi lebih jauh sebagai
pengabdian terhadap bangsa dan negara.
Setelah sambutan-sambutan selesai
berlanjut dengan peresmian penggunaan gedung, ditandai dengan pengguntingan
pita secara bersama oleh Ketua RW 016 dan Danramil 03/GP. Pembukaan tabir prasasti
oleh Danramil kemudian Danramil pun membuka pintu yang selanjutnya kunci pintu Gedung tersebut
diserahkan oleh Danramil kepada Ketua RW 016 sebagai tanda bahwa Gedung Kantor Sekretariat RW016 sudah dapat digunakan
sebagaimana fungsinya. Sebelum acara ditutup oleh MC, Bu EVI, diadakan satu
acara lagi yaitu pemotongan tumpeng oleh Danramil yang kemudian diserahkan
kepada salah satu tokoh masyarakat RW 016, yaitu bapak Sumardjono.
Setelah acara ditutup secara
remi, tinggallah para hadirin menikmati hidangan yang telah disediakan oleh
panitia penyelenggara acara Peresmian Gedung Sektretarian RW 016. Acara itu
sendiri cukup meriah karena dihadiri oleh bukan saja pimpinan Rukun Warga 016
beserta jajarannya, namun juga berkenan hadir Ketua RW 03 dan Ketua RW 04
beserta jajarannya masing-masing dan tetntu saja kehadiran Danramil 03/GP
beserta jajarannya merupakan kehormatan tersendiri bagi acara tersebut. Selesai
18 Juni 2021
Motivator biMBA Tak Sekedar Mentransfer Pengetahuan
16 Oktober 2020
Malang Tak Dapat Ditolak
Rabu, 7 Oktober 2020, seorang
anak laki-laki yang baru saja memasuki masa transisi dari remaja ke masa dewasa
terjatuh dari sepeda motor karena terserempet mobil di daerah Pondok Indah.
Akibat peristiwa tersebut kaki anak lelaki itu terkilir dan memar. Sementara
sepeda motornya tak kalah parah. Tukit pengganti gigi mengalami pelingkaran seratus
delapan puluh derajat. Begitu pula dengan foot step sebelah kiri juga mengalami
hal yang sama. Di bagian lain body motor mengalami pecah parah, bahkan spack board
depan pecah harus diganti. Lumayan biaya pengobatan dan perbaikan sepeda motornya.
Selang tak lama hanya dalam
hitungan hari, tepatnya pada hari Ahad, 11 Oktober 2020, mbah uti dari anak laki-laki
itu, juga mengalami kaki terkilir dan memar bahkan bengkak. Hal itu terjadi
karena terpeleset di serambi rumah sang nenek. Singkat cerita mbah uti membuka
pintu depan rumahnya. Beliau ingin keluar setelah sibuk di dapur. Begitu pintu
terbuka tanpa curiga sedikit pun kaki mbah uti melangkah keluar, namun apa yang
terjadi kemudian. Mbah uti terpelanting dan terduduk. Kaki kiri beliau
terkilir, sakitnya……bukan main. Memar sudahlah pasti.
Pertolongan diperoleh dari
tetangga, ada yang membawakan minyak gosok, ada yang mendatangkan orang yang
diyakini mampu mengurut.
Jika kita telaah kedua kajadian
yang dialami oleh cucu dan nenek tersebut. Maka aka nada pelajaran berharga
bagi yang mau memikirkannya. Mari kita sedikit jabarkan :
1. Anak
laki-laki itu terjatuh di jalan.
2. Neneknya
jatuh di serambi rumahnya.
Keduanya terjatuh, keduanya
terkilir dan keduanya pula harus ditolong dengan cara diurut, meskipun orang
yang mengurutnya berbeda.
Pelajarannya adalah….Malang Tak
Dapat Ditolak. Di jalan mau pun di rumah. Musibah tak bisa dielakkan , tapi
harus disikapi dengan cara yang benar….(wy)
28 Juni 2020
Cek Suhu Tubuh dan Main Kadal-Kadalan
11 Maret 2020
Menunggu Waktu yang Semakin Sempit
10 Maret 2020
Gembira Turun Ke Sawah
Bermain angklung
Menari jaipong







