Halaman

21 Februari 2019

Pentas Baca & Pentas Seni biMBA-AlUEO Unit Basmol




Sabtu, 16 Februari 2019 bertempat di sebuah restauran keluarga siap saji di daerah Kedoya Jakarta Barat, biMBA-AlUEO Unit Basmol bekerjasama dengan restauran tersebut menyelenggarakan            Pentas Baca & Lomba Mewarnai. Murid-murid biMBA-AlUEO dari unit Basmol yang mengikuti acara berjumlah 115 anak yang masing-masing didampingi oleh orangtua mereka, bahkan tak sedikit adik mau pun kakak di antara mereka yang hadir. Disamping itu ada juga para undangan.
Sesuai dengan judulnya, acara ini ada dua pentas yaitu Pentas Baca dan Pentas Seni yang di tampilkan oleh anak-anak biMBA-AlUEO, salah satu pentas seni yang ditampilkan adalah Tari Topeng. Tarian dari daerah Betawi/Jakarta yang ditampilkan oleh alumni biMBA yang saat ini sudah duduk di bangku sekolah dasar.

Sementara itu Pentas Baca terbagi menjadi beberapa bagian berdasarkan level mereka di kelas, yaitu level 1, 2,3 dan 4. Pentas baca sendiri menampilkan materi perlevel tersebut.

Sambutan oleh Kepala unit dan  Kepala Divsi Humas biMBA-AlUEO Kantor Pusat juga mewarnai acara yang cukup meriah tersebuut. Dalam sambutannya, Bu Vivi Kepala Unit biMBA-AlUEO Basmol menyampaikan bahwa  tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai sosialisasi biMBA kepada orangttu/wali murid. Karena tidak semua orangtua murid faham apa itu biMBA. Rata-rata mereka, orangtua/wali murid  memahami biMBA sebagai les atau kursus baca.

Di samping itu juga penyelenggaraan acara ini sebagai sarana melatih keberanian anak tampil di depan orang banyak dengan pentas baca. Dan melatih kreatifitas mereka, tambah Bu Vivi.Sambutan yang berlangsung sekitar 10 menit itu, kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala Divisi Humas, Wiwi Yunianto

Dalam sambutan tersebut Wiwi Yunianto menyampaikan bahwa biMBA-AlUEO bukanlah les atau kursus baca, tetapi bimbingan minat baca, di mana tiap murid biMBA dibimbing agar memiliki minat baca dan belajar. Sehingga nantinya tiap murid biMBA yang lulus akan memiliki minat baca dan belajar yang tinggi. “ Belajar bukanlah beban atau suatu hal yang harus ditakuti, tetapi sebuah tantangan yang harus dijawab,” begitu tegasnya.

Selama berlangsungnya acara pentas baca ini tampak antusias anak-anak dan juga para orangtua mereka yang mendampingi. Terlihat antusias tersebut adalah makin majunya barisan orangtua murid mendekati panggung.

Menjelang penutpan acara dilangsungkan pembagian hadiah dan piala bagi para juara dan seluruh peserta. Acara yang dibuka oleh dua orang MC ygang merupakan staf dari  restauran tersebut, juga ditutp oleh mereka. Namun acara tidaklah ditutup dengan sebenarnya, secara tidak resmi sesi foto-foto pun berlangsung. ( Wy)






28 Januari 2019

Wisuda Bersama biMBA-AlUEO Unit Ciherang dan Situ Gede




Bapak Haji, Ismail Marzuki, S.Kom, Mitra biMBA-AlUEO Unit Ciherang dengan mewisuda salah seorang lulusan.


Sabtu, 19 Januari 2019 bertempat di sebuah restauran khas Pasundan, Sekarwangi Bubulak, Bogor prosesi wisuda bersama antara biMBA-AlUEO Unit Ciherang dan Unit Situ Gede dilaksanakan. Menurut Bapak Haji ismail Marzuki, S.Kom Mitra biMBA-AlUEO Unit Ciherang jumlah peserta wisuda seluruhnya 99 anak yang terdiri dari Unit Ciherang 64 anak dan Unit Situ Gede 35 anak.

Latar belakang dan tujuan acara wisuda ini diselenggarakan secara bersama antara kedua unit tersebut adalah karna dimiliki oleh satu orang yang sama dan lokasinya berdekatan

Acara ini diselenggarakan dengan kemasan tidak meninggalkan tradisi daerah Jawa Barat. Sebelum para wisudawan dan wisudawati menempati kursi-kursi yang telah disediakan di sisi sebelah kiri panggung, maka mereka harus memasuki ruangan dari pintu sebelah kanan dengan dipandu semacam tarian dari daerah Jawa Barat. Pemandunya adalah Ibu Fitri. Begitu memasuki ruangan yang tentu dihujani lampu-lampu kilat (blizt) kamera foto dan camera video juga perhatian ratusan pasang mata para hadirin, baik itu orangtua mereka atau pun undangan lainnya.

Sesampainya mereka di kursi-kursi yang tersedia, mereka duduk menunggu panggilan giliran dari MC , yaitu bu Tyas, motivator dari biMBA-AlUEO Unit Bely Pekayon,  ibu Vivi  dan bu Hana dari Unit Ciherang .untuk menjalani prosesi wisuda. Wisuda di atas panggung, setelah seorang peserta dipanggil MC adalah pemindahan tali topi dan pengalungan medali oleh Mitra unit Ciherang, Bapak Ismail Marzuki, kemudian penyerahan piala penghargaan oleh Kepala divisi Humas Kantor Pusat biMBA-AlUEO, Bapak Wiwi Yunianto juga ada penyerahan boneka Maskot oleh ibu Dewi Yulandari serta penyerahan sertifikat. Setelah terkumpul satu unit para wisudawan dan wisudawati di atas panggung maka diadakan pemotretan dan pengambilan gambar camera video oleh para hadirin dan tim peliputan dari Kantor Pusat biMBA-AlUEO.

Selama proses wisuda berlangsung suasana  terasa begitu haru dan hikmat. Tak jarang motivator atau pun orangtua murid dan para undangan tak sanggup menahan lelehan air mata.

Di samping acara utama wisuda ada juga acara lain yang ditampilkan seperti pembacaan Kalam Illahi oleh Ananda Sholihah Rubian, sambutan Mitra Unit Ciherang, sambutan Kepala Divisi Humas Kantor Pusat, penampilan tari-tarian dari para peserta bimbingan kedua unit secara bergantian, testimoni orangtua murid  juga dari kedua unit tsb dan lomba mewarnai yang diikuti oleh seluruh murid kedua unt. Pembagian Hadiah dan foto bersama menandai berakhirnya
seluruh rangkaian acara. (Wy)



Mitra biMBA-AlUEO Unit Ciherang, Bapak Haji Ismail Marzuki, S.Kom tengah berbincang -bincang dengan Kepala Divisi Humas Kantor Pusat, Bapak Wiwi Yunianto dan juga Kepala Unit Merak Dadali, Ibu Yanti


Senam Pinguin

Kepala Divisi Humas, Bapak Wiwi Yunianto memberi sambutan

Salah satu orangtua murid memberi testimoni

Lomba mewarnai

Pentas Baca

Foto bersama menjelang prosesi wisuda

Salah satu prosesi wisuda

Foto bersama seusai prosesi wisuda

Foto bersama para penyelenggara acara dan para undangan.


4 September 2018

Pentas Baca & Lomba Mewarnai biMBA-AlUEO Unit Parung Jaya

Salah satu murid tengah membaca 

Baru kali ini kami menyelenggarakan  Pentas Baca dan Lomba Mewarnai. Tentu di sana – sini masih ada hal yang kurang memadai, baik itu cara penyelenggaraan maupun tempat penyelenggaraan itu sendiri…” , itulah salah satu hal  yang dikatakan oleh Ibu Dwi Amalya Agustine, kepala unit biMBA-AlUEO Parung Jaya dalam sambutannya, disamping juga rasa bahagia karena acara tersebut mendapat sambutan baik oleh murid-murid biMBA dan orangtua mereka maupun para peserta lomba dari TK atau pun PAUD di lingkungan setempat.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Divisi Humas biMBA-AlUEO pusat, Wiwi Yunianto meyampaikan bahwa perkembangan biMBA-AlUEO sangat cepat. Tujuh tahun silam jumlah cabang barulah 150 unit namun saat ini telah berkembang di atas 2000-an unit. Hal ini tidak lain karena manfaat  biMBA – AlUEO yang sangat baik dirasakan oleh murid dan orangtuanya. Sehingga keberadaannya pun diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia. Kepala Divisi Humas  ini pun menyakini jumlah murid biMBA-AlUEO Unit Parung Jaya yang terletak di daerah Karang Tengah , Tangerang ini akan mengalami perkembangan yang pesat dalam waktu yang  tidak akan lama lagi.

Acara Pentas Baca dan Lomba mewarnai yang di selenggarakan pada Sabtu, 20 Agustus 2016 ini diikuti oleh empat puluh delapan murid biMBA dan tidak kurang dari dua puluh lima murid TK dan PAUD lingkungan setempat. Deretan acara yang ditampilkan selain sambutan juga ada senam penguin yang dipandu oleh Kepala unit dan dibantu oleh para motivatornya serta diikuti oleh seluruh peserta, pentas tari oleh murid-murid biMBA, pentas baca dan lomba mewarnai. Acara yang dimulai sekitar jam sembilan pagi itu berakhir dengan pengumuman juara lomba dan penyerahan piala juara dan piala peserta juga goody bag sekitar pukul dua belas siang hari. (Wy)

Ibu Dwi, Kepala unit biMBA-AlUEO Parung Jaya tengah memberi sambutan


                                                      Wiwi Yunianto, Kadiv Humas biMBA-AlUEO kantor pusat                                                        tengah menyampaikan sambutan

Murid-murid biMBA-AlUEO unit Parung Jaya tengah mengikuti lomba mewarnai


Bapak Yusup Prihandono, mitra unit Parung Jaya berkenan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba.



3 September 2018

Membuka Unit biMBA-AlUEO Untuk Berbagi Manfaat



Dari Launching Unit Kayu Putih

Bapak Adam Saiffudin, orangtua murid biMBA-AlUEO tiga tahun belakangan  telah menjadi mitra biMBA-AlUEO Unit Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Bapak Adam begitu keranjingan ingin mengembangkan biMBA.  Sejak awal menjadi mitra sudah bertekad akan mengembangkan biMBA dengan membuka unit baru setiap dua tahun sekali.

“ Sebenarnya , saya terlambat satu tahun membuka unit Kayu Putih ini,” begitu pengakuan Pak Adam saat memberi sambutan dalam launching unit Kayu Putih, Pondok Cabe Illir, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Sabtu, 10 September 2016 yang lalu.

Pak Adam begitu semangat mengembangkan biMBA-AlUEO dengan membuka unit baru, karena beliau sudah menerima dan merasakan mafaatnya bagi murid dan orangtuanya. Saat itu anak Pak Adam dalam kurun waktu sembilan bulan belajar di biMBA,  telah lancar membaca surat kabar. Dari situlah Pak Adam ingin juga memberi manfaat biMBA kepada orangtua yang memiliki anak usia dini di banyak tempat. biMBA-AlUEO Unit Kayu Putih yang merupakan unit ke -2139 adalah unit ke-2 yang dibuka oleh Pak Adam.  

Acara launching yang berlangsung sejak pukul 09.45 WIB hingga tengah hari itu  selain dihadiri oleh keluarga besar Bapak Adam, juga dihadiri oleh para motivator unit Pondok Cabe, tim peliput majalah Sahabat biMBA dan biMBA TV, perwakilan kantor pusat biMBA, para undangan /tokoh masyarakat setempat serta para orangtua murid. Meskipun  baru hitungan hari dibuka pendaftaran,biMBA-AlUEO unit Kayu Putih telah memiliki murid sebanyak tujuh belas anak.

Dalam sambutannya di acara tersebut , perwakilan kantor pusat, Kepala Divisi Humas menyampaikan bahwa membimbingan murid dengan hati akan menimbulkan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Hal itu membuat murid akan merasa nyaman dalam menerima bimbingan sehingga dalam penyerapannya pun akan optimal. Sementara itu Bu Niken, trainer biMBA-AlUEO pusat pun menambahkan bahwa coba gratis berguna untuk memantapkan keyakinan calon orangtua murid untuk menitipkan anaknya di biMBA-AlUEO.

Menjelang akhir acara launching dilakukan pemotongan tumpeng oleh Pak Adam yang kemudian diserahkan kepada ibundanya.  Seluruh rangkaian acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh ustad setempat. (Wy)

Bu Niken Retno Susilawaty,  Trainner tengah memberi penjelas 

Mitra biMBA-AlUEO Unit Kayu Putih, Bapak Adam Saefudin tengah memotong tumpeng.

Bapak Adam Saefudin tengah menyerahkan potongan tumpeng kepada ibunda tercinta.

                               Tim Peliputan dari kantor Pusat biMBA-AlUEO berpose bersama                     mitra dan KU serta para motivator unit Kayu Putih.




29 Desember 2016

Semangat Anak-Anak biMBA dari Desa Pucung dan Pangulah Utara



Tepat pukul 08.30 WIB di hari Sabtu, 17 Desember 2016 tim dari Kantor Pusat biMBA –AlUEO tiba di rumah belajar biMBA-AlUEO unit Pucung, Karawang, Jawa Barat.  Di atas panggung yang terletak di hamparan tanah lapang yang tak jauh dari rumah belajar tersebut, tampak dua orang tengah memandu yel-yel biMBA. Mereka adalah Ibu Sri Mulyati ,motivator unit Pucung dan Ibu Fitri , kepala unit Pangulah Utara. Mereka berdua mengisi acara selama menanti kedatangan tim dari kantor pusat.

Sesaat kemudian Bu Niken , trainner dari kantor pusat didampingi oleh Bu Sri Mulyati , motivator unit Pucung  bertindak sebagai MC mulai membuka acara. Selanjutnya Bu Niken dan Bu Sri secara bersama  menghitung satu sampai tiga sebagai pertanda lomba mewarnai dimulai. Ada sekitar seratus lima belas anak dari dua unit yaitu Pucung dan Pangulah Utara mengikuti lomba mewarnai, dan di antara mereka juga mengikuti pentas baca.

Saat lomba mewarnai gambar berlangsung dilaksanakan pula sambutan-sambutan diantaranya oleh Ibu Arini Sorayah, kepala unit biMBA-AlUEO Pucung yang menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan penuh dari seluruh orangtua murid. Sementara itu Wiwi Yunianto, Kadiv Humas kantor pusat biMBA-AlUEO dalam sambutannya menyampaikan perihal perbedaan biMBA-AlUEO dengan lembaga kursus atau les .

Seusai lomba mewarnai di atas panggung ditampilkan pentas baca, tari-tarian daerah mau pun kreasi dan beberapa senam. Penampilan tersebut dilaksanakan secara bergantian oleh murid-murid dari dua unit tersebut. Semangat dan keceriaan anak-anak biMBA dari kedua unit tersebut cukup dapat dibanggakan.  Baik peserta pentas baca,  tari-tarian maupun senam dengan penuh semangat mereka melakukannya. Bahkan sebelum dipanggil ke atas panggung pun anak-anak biMBA telah bersiap-siap, bahkan tak sedikit yang tak sabar menunggu giliran langsung naik ke atas panggung dari berbagai sisi.

Sebelum akhir acara, yaitu penyerahan piala peserta dan bingkisan, juga diadakan  pengundian doorprize bagi seluruh orangtua murid dari kedua unit tersebut. Penuh harap-harap cemas tiap kali MC menyebutkan nomor undian yang keluar sebagai pemenang. Senyum merekah bagi yang nomornya terpanggil, tetapi tetap gembira pula bagi yang belum beruntung. (Selesai)



                                                                         Bu Fitri, Kepala Unit Pangulah Utara dan                                                                     Bu Sri Mulyati , motivator unit Pucung mengisi kekosongan waktu




Bu Niken & Bu Sri Mulyati membuka acara


Anak-anak biMBA siap mengikuti rangkaian acara



Kepala Unit Pucung, Ibu Arini Soraya tengah menyampaikan sambutan


Sambutan perwakilan kantor pusat disampaikan oleh Kepala Divisi Humas


Salah satu peserta tengah mewarnai

Senam Pinguin




Tari Mama Papa Janga Marah Dong

Foto bersama seluruh peserta


Foto bersama penyelenggara acara









Murid –Murid biMBA-AlUEO Unit Meruya Selatan Ramai-Ramai Menangkap Ikan



Seluruh anak turun ke dalam kolam untuk menangkap ikan

Menangkap ikan adalah salah satu acara dalam deretan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO Unit Meruya Selatan pada hari Minggu , 9 Nopember 2014 bertempat di “Kuntum Farm Field”. Sebuah kawasan wisata peternakan yang terletak di daerah Tajur, Bogor, Jawa Barat. Ada pun rangkaian acara yang diselenggarakan sejak pukul 10.00 pagi di antaranya adalah : pentas baca , lomba mewarnai, lomba mengarang, tkar kado, pengumumana juara, pembagian piala, chiken dance, member pakan hewan ternak mulai dari kelinci, kambing, bermacam unggas , melihatlihat perkebunan dan terakhir adalah menangkap ikan.

Dua buah kolam yang sudah terisi air dan ikan disiapkan untuk acara itu. Anak-anak dengan sangat gembira langsung terjun ke dalam air. Mereka sangat semangat berupaya menangkap ikan-ikan yang jumlahnya menurut petugas lebih dari seratus ekor. Anak-anak menggunakan keranjang plastic untuk menangkap ikan. Beberapa anak berhasil menggap buruannya, namun tak sedikit yang hingga selesai acaratak seekor pun berhasil tertangkap. Namun kegembiraan tak surut karenanya. Penyelenggara memberikan masing-masing satu kantong plastik berisi dua ekor tiap peserta.


Mejelang sore dua bus yang mengangkut keluarga besar biMBA-AlUEO Unit Meruya selatan bergerak menembus derai hujan yang cukup lebat kembali ke Jakarta. (Wy)

Berkumpul di saung sesaat turun dari bus

Para juara dengan piala kebanggaannya


Ibu Yuni memandu acara


Memberi pakan kepada kelinci


Dalam Kandang Angsa



Dalam kanadang unggas


Memberi pakan angsa



16 September 2015

Berlebaran di Bekasi

Berlebaran dibawah atap darurat, tapi tetap terasa silaturahminya

Tahun-tahun sebelumnya kumpul lebaran sanak saudara dari garis ibu selalu diadakan di rumah Bude Sri, karena beliaulah yang paling sepuh, anak pertama dari almarhum Mbah Mardio Utomo dan Almarhummah Mbah Siti Aminah, namun mulai tahun ini sepertinya tidak lagi di sana, karena Bude Sri telah menghadap sang Khaliq beberapa minggu menjelang bulan suci di tahun ini. Sehingga kumpul Lebaran pun dipindahkan ke rumah Pakde Sunarto, tapi seringnya aku memanggil beliau Pakde Yatmo. 

Ide pindah tempat kumpul lebaran memang atas usulanku. Kupikir tepatlah rumah tinggal Pakde Sunarto yang menjadi titik kumpul. 

Semula aku ingin membantu menyediakan terpal sebagai atap bongkar -pasang/portable yang akan di pasang di samping rumahnya sebagai tempat berkumpul jika nanti di dalam rumah tak dapat tertampung. Keinginanku itu sepertinya tak dapat terwujud di tahun ini, mudah-mudahan di tahun depan Allah masih mengizinkan aku dapat menlaksanakan keinginanku itu. Jadi aku hanya membantu biaya sekedarnya saja. Tetapi soal tenda bukan berati gagal, tanpa kutahu dari mana asalnya, area di samping rumah Pakde Sunarto terpasang juga atap bongkar -pasang seadanya. Alhamdulillah !

Sanak saudara yang hadir pada hari kedua lebaran, seperti halnya tahun-tahun lalu, Sabtu, 18 Juli 2015 selain anak, menantu dan para cucu dari Pakde Yatmo-Bude Dami, juga dari para cucu almh Bude Sri dari Almh Mba Iis - Mas Prayit, keluarga ibu-ayahku, serta anak , menantu dan cucu. Dari keluarga ibuku cucu yang tak hadir ada dua, mereka anak-anak dari adikku Slamet-Uni, yaitu Rani dan Ria. Sementara dari keluargaku semuanya hadir, aku, Tari, kedua anakku Ridwan dan Arief. Sementara Patno hadir dengan Yanti, istrinya. 

Kelurga Le Kesih- Le Kuat hampir semuanya hadir, anak, menantu dan para cucu, cuma Widji, anak perempuan Le Kesih tak ikut hadir, karena harus kerja hari itu.

Ada lagi keluarga adik ibuku yang hadir yaitu Le Srini berserta suami dan anak lelaki semata wayangnya.  (Wy)


27 Maret 2014

Tidaklah Bijak Jika Terlalu Mudah Menyimpulkan...

Teman saya ragu untuk menerima pinangan seorang pemuda yang selama ini dikenal sebagai orang yang baik prilakunya. Teman saya itu menduga-duga , kalau-kalau masa lalu pemuda itu tidak baik,sehingga Tuhan tidak meridhoi kehidupannya. Hal itu terbukti dengan keadaannya saat ini yang belum juga mencapai sukses. Sementara teman-teman pemuda itu rata-rata telah mengenyam kesusksesan sejak lama.

Teman saya tersebut menyakini ada kaitan erat antara kesuksesan dan kegagalan hidup seorang manusia dengan prilaku baik atau buruknya. Teman saya tidak melihat dengan pikiran dan hati jernih, bahwa ada ujian dalam kehidupan tiap manusia.

Kebanyakan dari pendapat kita, bahwa ujian hidup bagi manusia adalah hal-hal yang dirasa tidak menyenangkan, menyusahkan, tidak enak, penuh dengan pahit getir. Oh…tentu tidak benar seluruhnya , walau pun tidak salah secara keseluruhan pula.

Ujian adalah apa pun yang dirasakan, dialami atau pun dijalani oleh manusia. Enak atau tidak, pahit getir atau pun manis, senang atau sengsara, kaya atau miskin, cantik- tampan atau pun buruk rupa.

Menurut saya kegagalan dan kesuksesan di dunia bukanlah imbalan perbuatan baik dan buruk manusia dari Tuhan, melainkan ujian. Imbalan hakikinya diberikan diakhirat kelak. Jadi tidak semestinya kita menilai prilaku seseorang di masa lalu dengan melihat fakta kehidupannya di masa kini..(Wy 270314) 

22 Februari 2013

Mudik dengan Sepeda Motor, Bolehkah?


Himbauan secara tegas atau dengan kata lain larangan yang dikeluarkan oleh Gubernur KDKI, Fauzi Bowo  menjelang musim mudik Idul Fitri tahun 2012, kepada para pemudik dengan mengendarai sepeda motor untuk tidak mengikut sertakan isri dan anak-anak mereka. Adalah suatu hal yang wajar, karena memang seakan trend mudik warga DKI menggunakan sepeda motor beberapa tahun terakhir cukup marak dan semakin meningkat jumlahnya. Padahal mengendarai sepeda motor untuk jarak jauh dengan beban cukup berat ( karena berboncengan sekeluarga plus berbagai bawaaan lainnya )  pasti kurang stabil ditambah pula waktu tempuh yang tak sedikit tentu cukup melelahkan. Kemungkinan sesuatu yang tak diinginkan , seperti kecelakaan bisa saja terjadi.
            Sementara itu mudik sudah menjadi bagian dari lebaran atau malah tradisi menjelang lebaran bagi sebagian warga kota-kota besar yang berasal dari daerah lain.Dengan mudik orang dapat bertemu sanak keluarga, handai tolan guna bersilaturahmi yang mungkin cuma satu kali setahun.
Jadi apa salahnya dengan mudik? Tentu jawabnya tidak salah, akan tetapi mudik ke kampung halaman satu keluarga dengan mengendarai sepeda motor, tentu menghampiri bahaya. Jadi solusinya  bagaimana? Naik kereta api ? Seperti yang kita ketahui, setiap tahun, saat musim mudik dan arus balik tiba, penumpang kereta api dapat dipastikan membludak. Tidak nyaman. Naik Bus? Setali tiga uang. Dengan kendaraan lain, Pesawat terbang ? Tentu biayanya mahal. Kapal Laut? Hanya untuk daerah tujuan tertentu.  Dan itu pun penumpangnya membludak meski tak separah kereta api dan bus kelas ekonomi. Carteran? Lebih mahal lagi. Jadi ?
Barangkali setiap pemerintah daerah yang setiap tahun terjadi eksodus warganya. Perlu mencari solusi. Agar mudik warganya tetap berjalan dalam keadan aman dan yaman dengan biaya terjangkau.  
Beberapa perusahaan swasta mengadakan mudik masal gratis. Seperti Perusahaan jamu, bagi pedagang jamu, Penerbit Surat kabar bagi loper koran dan agen. PT jasa Raharja bekerjasama dengan Station M Radio ( Radio Muara ) bagi pengendara sepeda motor. Tentu hal ini dapat ditiru oleh perusahaan–perusahaan lain, misal bank, asuransi, televise swasta, partai politik bahkan para anggota DPR maupun DPRD secara kolektif dapat menyelenggarakan mudik masal gratis tersebut. Yah, hitung-hitung balas budi bagi rakyat yang telah memilihnya. Dan tentu bagi orang-orang berkemampuan ekonomi lebih sangat terbuka untuk berpartisipasi..Selain meringankan bagi pemudik juga bagi pemerintah terbantu, dan  penyelenggara baik perusahaan atau pun anggota Dewan  dapat lebih dikenal. Bukankah dunia usaha dan politikus perlu publikasi ?

SELESAI

22 Januari 2013

HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS



Di ruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya kelaparan ...Namun manajer PT X** ( Y ** grup ) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', katanya sambil memandang nenek itu,.Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU'.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi , membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang sejumlah 1jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin...

"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya....

" Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa ." 
Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah...

Termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT X *** yang tersipu malu karena telah menuntutnya.


SELESAI

Disadur dari : grup FB Beranda Utama 
"KISAH SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARENA KELAPARAN , DAN HAKIM MENANGIS SAAT    MENJATUHKAN VONIS"  



22 November 2012

Menipu Lewat Telepon


Penulis : Wiwi Yunianto

22 Nopember 2012

Berbagai cara penipuan dilakukan para penjahat. Pagi ini seseorang menghubungi saya mengaku bernama Asep. Dia mengaku sebagai kemenakan saya. Saya bingung, karena dari nama dan logat bicara tentu kami berbeda suku. Aneh! Tapi saya tetap mendengarkan apa yang dituturkannya.


Mengocehlah dia, bahwa tadi ia hendak ke rumah saya, dalam perjalanan ke rumah saya, sepeda motor yang ditungganginya menyerempet anak kecil. Saya bertanya , anak kecil siapa. Dia jawab ya anak kecil.Kemudian ia menuturkan bahwa biaya pengobatan anak tersebut sebesar Rp. 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah). Sementara ia cuma punya lima ratus ribu rupiah. Ia ingin agar saya bicara dengan polisi yang menangani perkara itu, tentu saja lewat telepon/HP, agar perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Saat ia bicara soal sejumlah uang, saya sudah mulai curiga . Tapi tetap saya dengarkan ocehannya. Bahkan  saya mengamati warna suaranya. Saya yakin , saya belum pernah mendengar suara ini. Apalagi mengenalnya. Terlebih kalau dirunut dari no kode area telepon, sama sekali saya tidak tahu yaitu : 0267…

Secara spontan saya katakan, bahwa saya tidak kenal dengan lawan bicara ini. Dia bersikeras menyakinkan saya, kalau dia adalah kemenakan saya. Tetapi berkali-kali saya katakan bahwa sama sekali saya tidak mengenalnya.

Mungkin dia sudah kesal dan tak tau cara untuk menyakinkan saya. Sebelum menutup teleponnya, ia sempat memaki saya.

Saya malah tersenyum menertawakan kekalahannya….he..he..he…

Selesai


30 Juli 2012

Mengenang Pembakaran Album The Beatles


The Beatles


Peristiwa Pembakaran Album The Beatles
Pada 31 Juli 1966, terjadi pembakaran album The Beatles besar-besaran di Birmingham. Aksi pembakaran tersebut dipicu oleh pernyataan kontroversial John Lennon dalam sebuah wawancara dengan London Evening Standard pada 4 Maret 1966 yang berkata:
"Agama Kristen akan berlalu. Agama itu akan mengecil dan hilang. Saya tidak perlu berargumen tentang hal itu. Saya benar dan akan terbukti benar. Kami lebih populer dari Yesus sekarang. Saya tidak tahu yan gmana yang akan tumbang lebih dahulu - rock n roll atau Kristen. Yesus masih oke, tetapi murid-muridnya lah yang keras kepala dan orang biasa saja. Perubahan-Perubahan yang mereka buat yang telah merusak semuanya."
Pernyataan tersebut, yang merupakan bagian dari wawancara sepanjang dua halaman tersebut, tidak dihiraukan di Inggris pada saat itu.
John berkata bahwa The Beatles lebih populer dari Yesus, yang berarti bahwa agama Kristen (dan agama lainnya secara umum) menjadi lebih lemah dan tidak populer sampai grup rock seperti The Beatles menjadi lebih populer dari pada mereka pada saat itu. Dia mengeluarkan pernyataan itu sebagai contoh atas maksudnya, bahwa agama Kristen tidak populer di antara anak muda, dan dia tidak bermaksud membandingkan The Beatles dengan Yesus atau bahwa dirinya lebih hebat dari Yesus. Tetapi ketika pernyataan di atas dicetak di sebuah majalah remaja di Amerika Serikat bernama "Datebook" beberapa bulan kemudian, kehebohan besar pecah.
Stasiun radio AS melarang diputarnya lagu The Beatles. Beberapa bahkan membakar foto dan album Beatles, dan terlihat anak-anak muda menginjak-injak album Beatles, memegang foto Beatles yang sedang terbakar sambil tersenyum dan memegang spanduk bertuliskan "Yesus mati untuk Anda John Lennon" dan "John Lennon itu Setan!" (Kami masih sering mendengar orang berkata bahwa The Beatles itu "antikristus" sampai saat ini, tetapi tampaknya Tuhan memihak kepada The Beatles, karena salah satu stasiun radio yang mengorganisir pembakaran album tersebut tersambar petir keesokan paginya, yang menghancurkan peralatan stasiun tersebut dan dikabarkan turut menghantam direktur pemberitaan stasiun tersebut sampai tak sadarkan diri!)
Seorang anggota Ku Klux Klan berkata bahwa The Beatles kemungkinan telah "dicuci otaknya oleh para komunis." Dengan tur AS The Beatles hanya tinggal beberapa hari lagi, manajer band tersebut, Brian Epstein, berkata kepada American Press bahwa pernyataan John sangat disalah artikan. Tetapi masyarakat yang membakar album The Beatles tidak mengerti, atau tidak mau mengerti.
Setelah mereka tiba di AS, The Beatles mengadakan konferendi pers. Untuk pertama kalinya tidak ada pertanyaan tentang gaya rambut mereka, atau kapan mereka akan menikah. John dan anggota The Beatles lainnya duduk bersama dan menjawab pertanyaan seputar pernyataan "Yesus" John, dan mencoba menjelaskannya ke wartawan AS.
Masyarakat yang marah masih tidak mau mengerti (yang terbukti dengan masyarakat agamis yang membenci John dan mengatakan pernyataannya adalah "penghujatan"). Tetapi, saat surat kabar mencetak bahwa John Lennon telah meminta maaf (yang memang dia lakukan, secara tidak langsung), masyarakat mulai tenang. Tetapi kehebohan tersebut berdampak besar terhadap menurunnya minat di tur The Beatles.

Disadur dari plasa MSN

2 Maret 2012

Desaku


Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda dan handai tolanku

Tak mudah kulupakan tak mudah bercerai
Selalu kuimpikan desaku yang permai