Himbauan secara
tegas atau dengan kata lain larangan yang dikeluarkan oleh Gubernur KDKI, Fauzi
Bowo menjelang musim mudik Idul Fitri
tahun 2012, kepada para pemudik dengan mengendarai sepeda motor untuk tidak
mengikut sertakan isri dan anak-anak mereka. Adalah suatu hal yang wajar,
karena memang seakan trend mudik warga DKI menggunakan sepeda motor beberapa
tahun terakhir cukup marak dan semakin meningkat jumlahnya. Padahal mengendarai
sepeda motor untuk jarak jauh dengan beban cukup berat ( karena berboncengan
sekeluarga plus berbagai bawaaan lainnya )
pasti kurang stabil ditambah pula waktu tempuh yang tak sedikit tentu
cukup melelahkan. Kemungkinan sesuatu yang tak diinginkan , seperti kecelakaan
bisa saja terjadi.
Sementara
itu mudik sudah menjadi bagian dari lebaran atau malah tradisi menjelang
lebaran bagi sebagian warga kota-kota besar yang berasal dari daerah
lain.Dengan mudik orang dapat bertemu sanak keluarga, handai tolan guna
bersilaturahmi yang mungkin cuma satu kali setahun.
Jadi apa
salahnya dengan mudik? Tentu jawabnya tidak salah, akan tetapi mudik ke kampung
halaman satu keluarga dengan mengendarai sepeda motor, tentu menghampiri
bahaya. Jadi solusinya bagaimana? Naik
kereta api ? Seperti yang kita ketahui, setiap tahun, saat musim mudik dan arus
balik tiba, penumpang kereta api dapat dipastikan membludak. Tidak nyaman. Naik
Bus? Setali tiga uang. Dengan kendaraan lain, Pesawat terbang ? Tentu biayanya
mahal. Kapal Laut? Hanya untuk daerah tujuan tertentu. Dan itu pun penumpangnya membludak meski tak
separah kereta api dan bus kelas ekonomi. Carteran? Lebih mahal lagi. Jadi ?
Barangkali
setiap pemerintah daerah yang setiap tahun terjadi eksodus warganya. Perlu
mencari solusi. Agar mudik warganya tetap berjalan dalam keadan aman dan yaman
dengan biaya terjangkau.
Beberapa
perusahaan swasta mengadakan mudik masal gratis. Seperti Perusahaan jamu, bagi
pedagang jamu, Penerbit Surat kabar bagi loper koran dan agen. PT jasa Raharja
bekerjasama dengan Station M Radio ( Radio Muara ) bagi pengendara sepeda
motor. Tentu hal ini dapat ditiru oleh perusahaan–perusahaan lain, misal bank,
asuransi, televise swasta, partai politik bahkan para anggota DPR maupun DPRD
secara kolektif dapat menyelenggarakan mudik masal gratis tersebut. Yah,
hitung-hitung balas budi bagi rakyat yang telah memilihnya. Dan tentu bagi
orang-orang berkemampuan ekonomi lebih sangat terbuka untuk berpartisipasi..Selain
meringankan bagi pemudik juga bagi pemerintah terbantu, dan penyelenggara baik perusahaan atau pun anggota
Dewan dapat lebih dikenal. Bukankah
dunia usaha dan politikus perlu publikasi ?
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar