Halaman

28 Maret 2023

 Tarian Wonderland Indonesia Mewarnai Pentas Baca

Tarian Wonderland Indonesia




Bertempat di sebuah aula masjid Al Kautsar daerah Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pentas baca dan lomba mewarnai diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO unit Griya Yasa Lestari pada Sabtu , 18 Maret 2023. Acara dibuka oleh bu Suci, salah satu motivator unit tersebut yang pagi ini bertindak sebagai MC. Acara awal di dibuka dengan berdo'a , yel-yel biMBA lalu dilanjutkan dengan sebuah tari kreasi yang didasarkan pada budaya beberapa daerah, seperti Aceh, Minang dan Kalimantan serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Tarian tersebut cukup penarik perhatian para hadirin yang terdiri dari anak-anak biMBA dan orangtua mereka masing-masing serta beberapa terlihat adik, kakak dan sanak saudara dari para murid biMBA. Jumanaklah murid yang hadir tidak kurang dari 120, sehingga jumlah keseluruh mendekati jumlah 300 orang. Tarian yang bertajuk Indonesia Wonderland memang menarik. Karena selain kostum yang dikenakan menampilkan beberapa daerah yang telah disebutkan di atas tetapi warnanya pun cukup cerah ditambah gerakan -gerakan tarian yang tampak dinamis. Tentu gerakan tersebut dilatih oleh seorang kareografer yang cukup baik. Memang di sana -sini kadang gerakan masih ada kekurangan terutama kekompakan, namun bagi anak seusia mereka sudah cukup baik. Tak jarang para hadirin memberikan aplous tanda salut atau kagum. Penampilan tarian ini pertanda kecintaan kepada tanah air yang telah ditanamkan sejak usia dini.

Sambutan dari kantor pusat dilaksanakan oleh relawan Humas yaitu, Wiwi Yunianto. dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa biMBA-AlUEO membimbing anak memiliki minat baca dan belajar secara instrisik atau minat yang timbul dan tumbuh berkembang dari dalam diri anak itu sendiri. Minat ini sangat penting karena jika seorang anak yang sudah memiliki minat belajar, maka orangtua tinggal mengarahkan saja tidak perlu lagi memaksa agar anaknya mau belajar. Belajar bagi seorang anak yang telah tumbuh dan berkembang minatnya adalah sebuah tantangan yang harus dijawab, bukan beban yang harus dihindari.

Sementara itu kepala unit biMBA-AlUEO unit Griya Yasa Lestari, ibu Debby Mafriana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentas baca dan lomba mewarnai merupakan ajang silaturahmi antara komponen dalam komunitas biMBA di sebuah unit. Disamping itu pentas baca dan lomba mewarnai adalah sebuah wadah untuk menampilkan kemampuan tiap anak biMBA.

Tesimoni di sesi berikutnya disampaikan oleh dua orangtua murid seorang ibu dan seorang ayah dari keluarga yang berbeda tentu saja. Seorang ibu, orangtua murid dari Iona Nouvalin Hawa Mulyadi menyampaikan bahwa anaknya awal masuk bicaranya belum jelas. Belajar di biMBA berjalan satu bulan sudah mulai bisa bicara dan mengenal huruf dan angka walau secara sedikit. Sementara seorang ayah bernama Thony Setiawan adalah orangtua murid dari Thalita Hasna Kayyisa dan Tanisha Khirwa Damitsa. Pak Thony Setiawan menyampaikan bahwa metode belajar di biMBA memang terbukti membuat anak cepat bisa baca. Pak Thony bahkan mencontohkan verbal kata "BUDI" dengan sangat lancar bak seorang motivator biMBA.

Pentas baca dan lomba mewarnai unit Griya Yasa Lestari ini menampilkan sederet acara, seperti pentas baca yang dibagi beberapa sesi dan disesuaikan dengan level, lomba mewarnai yang terdiri dari dua kategori, usia 3 sampai 4 tahun dan 5 sampai enam tahun, berbagai hiburan tari-tarian, senam, testimoni orangtua murid, sambutan dan hiburan badut yang memang seringkali ditunggu-tunggu oleh anak-anak biMBA serta pembagian tropy dan goody bag diakhir acara (Wy)



Anak-anak biMBA tengah menunggu acara dibuka


Pentas baca


Pentas Baca

Paduan suara

Testimoni orangtua murid.


Door prize








26 Maret 2023

 

Pentas Baca Sebagai Pembuktian

Salah satu murid biMBA unit Dayeuh Jonggol tengah melaksanakan pentas baca yang dipandu oleh motivatornya

Saat Pentas Baca dan lomba Mewarnai biMBA-AlUEO unit Dayeuh Jonggol agak berbeda dengan unit-unt sebelumnya. Karena saat pelaksanaan cuaca sangat cerah cenderung terik. Namun karena pelaksanaannya di dalam gedung, sehingga rasa terik tak langsung terasa.

Ada sekitar seratus empat puluh anak yang hadir pada pentas baca dan lomba mewarnai yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Maret 2023. Meraka masing-masing didampingi oleh orangtua meeka. Baik ayah, ibu, nenek, kakek, kakakatau adiknya. Para pendamping ini bisa satu diantaranya atau pun dua atau tiga orang. Seakan mereka ingin menikmati juga acara itu. Atau pun mereka ingin menyaksikan kemampuan mereka tampil di atas panggung. Karena selain pentas baca, ada pula acara lain yang ditampilkan oleh anak-anak biMBA dengan koreografer tentu para pembing mereka pula.

Acara dibuka oleh ibu Maahyuni Rahadi, mantan motivator mobile yang kini masih sangat antusias jika diminta untuk membantu acara sebagai MC. Selain berdo'a, acara pembukaan diisi dengan verbal kata, bernyanyi LabiMBA. yel-yel yang membuat seluruh anak-anak biMBA bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan testimoni. Perwakilan kantor pusat biMBA-AlUEO menyampaikan pentingnya mewarnai, karena dalam kegiatan mewarnai tanpa disadari tiap peserta tengah memperoleh pelajaran mentaati aturan dan ketentuan dalam mewarnai. Sekaligus tentu mendapat pelajaran bebas dalam menentukan warna yang akan digunakan. Selain itu Wiwi Yunianto juga menyampaikan pelajaran dalam pentas baca, yaitu kemandirian dan keberanian tampil di hadapan orang banyak.Keberanian tampil dihadapan orang banyak merupakan keterampilan yang sangat penting di masa depan kala anak-anak biMBAtelah penjadi seorang pemimpin.

Sementara itu kepala unit, ibu Dwi Rini Farianti yang mendapat giliran kedua dalam memberi sambutan, menyampaikan bahwa pentas baca dan mewarnai adalah sebuah pembuktian dari apa yang anak-anak biMBA terima di dalam kelas selama ini.

Orangtua murid yang mendapat kesempatan menyampaikan testimoni adalah orangtua dari Ayasya. Ibu ini menyampaikan bahwa beliau memiliki dua anak yang belajar di biMBA. Anak pertama saat ini sudah belajar di SD. Anak pertama sebelum di SD juga belajar di biMBA. Hasil belajar di biMBA memang sangat bagus. Saat ini sang kakak menjadi juara di kelasnya. Sementara sang adik masih belajar di biMBA. Sang adik sudah mampu membaca padahal baru hitungan bulan belajar di biMBA.

Acara berlanjut dengan tampilan pentas baca yang berurut mulai dari tahapan awal, yaitu verbal kata, membaca kata , kalimat dan paragraf. Setiap pergantian sesi pentas baca diselingi dengan doorprize atau pun hiburan yang ditampilkan anak-anak biMBA itu sendiri. Selain hiburan dari anak-anak biMBA, juga ditampilkan hiburan badut yang cukup segar dan menyegarkan suasana. Anak-anak sejak awal kedatangan badut sudah begitu antusias.

Rangkaian acara pentas baca dan lomba mewarnai ini ditutup dengan pembagian piala peserta. Tiap anak pasti mendapatkan piala dan goody bag. Sehingga setiap anak akan merasa menjadi juara. (Wy)


Wiwi Yunianto, Relawan Humas tengah memberi sambutan dalam kapasitasnya sebagai perwakilan kantor pusat.




Ibu Dwi, kepala unit tengah memberi sambutan


Salah satu orangtua murid tengah memberi testimoni.

Membantu Bu Maahyuni Rahadi, memanggil orangtua murid yang beruntung nomor door prizenya keluar.






 Antara Monas dan Perpusnas

Selvi sebentar di depan anak-anak biMBA Situ Gede


Sedianya kedatangan rombongan pada pukul 08.00 WIB di Monas, akan tetapi kemacetan jalan masuk dari Bogor ke Jakarta dan tiap ruas jalan di dalam kota Jakarta menyebabkan rombongan anak-anak biMBA-AlUEO Situ Gede mengalami keterlambatan hingga sekitar satu sengah jam. Namun begitu anak-anak biMBA terlihat begitu ceria. Meskipun lokasi penurunan dari dua bus yang membawa mereka tidak begitu dekat dengan lokasi tujuan. Mereka diturunkan tepat di depan gedung Perpusnas (Perpustakaan Nasional). Kemudian mereka berjalan beriringan yang dipandu oleh para motivator , kepala unit dan mitra menyeberangi jalan Meredeka Selatan menuju pintu masuk Monas melalui  area parkir IRTI dan pusat souvenir dan jajanan.

Tak lama kemudian rombongan biMBA-AlUEO Situ Gede pun memasuki pintu gerbang taman Monas dan antri di halte kereta wisata (odong-odong) untuk menuju pintu masuk bagunan Monas. Berbagai ekspresi dan tingkah anak-anak biMBA tampak di wajah mereka. Ada guratan lelah setelah menempuh perjalanan. Ada yang sempat menangis, karena merasa ditinggal oleh teman-temannya. Meskipun masih bersama ibunya yang senantiasa mendampinginya sejak tadi. Anak ini memang tertinggal naik kereta wisata. Karena daya tampungnya yang terbatas, sehingga anak ini bersama beberapa anak yang lainnya harus antri lagi menunggu datangnya kereta wisata berikutnya.

Sesampainya di depan pintu masuk monumen, ternyata tidak langsung masuk. Melainkan istirahat di atas rerumputan sambil santap siang. Setelahnya baru antri lagi , tapi kali ini untuk memasuki monumen. Antrian menurun menelusuri lorong bawah tanah, naik ke lagi area menuju pintu masuk diorama. Di ruang ini tempratu udaranya sungguh berbeda di banding di luar sana. Cukup sejuk. Banyak anak -anak dari sekolah lain, ada SD, SMP kebanyakan malah dari luar kota. Di dalam ruang diorama ada informasi dalam bentuk boneka di ruangan-ruangan yang menyerupai akuarium yang menggambarkan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dari pergerakan Indonesia, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, berbagai pembrontakan di berbagai daerah dan lain sebagainya.

Selesai berwisata di monumen nasional atau MONAS, anak-anak biMBA-AlUEO unit Situ Gede menuju gedung Perpustakaan Nasional. Anak-anak langsung menuju lantai 12 . Di sana di gelar acara penyambutan, stori stealing oleh para pustakawan, berbagai sambutan hingga penyerahan plakat kenang-kenangan oleh mitra biMBA-AlUEO, bapak Ismail Marzuki kepada perwakilan pustakawan. Sebelum anak -anak meninggalkan ruangan itu, mereka diberi kesempatan untuk mencari buku-buku dan membacanya. (Wy)


Pose bareng mitra unit Situ Gede, Pak H. Ismail Marzuki


Naik Kereta "odong-odong " wisata dari monumen menuju pintu keluar area Monas


     Foto bareng anak-anak biMBA unit Situ Gede bersama para motivator, mitra dan orangtua mereka masing-masing.


13 Maret 2023

Kembalinya Arya Dalam Pelukan Sang Bunda

 


Menjemput Arya dari Kantor Dinas Sosial Kecamatan Pasar Minggu dan Mengantarkannya Pulang ke Rumah Orangtuanya di Menteng Atas Rt.004/09 No: 28, Manggarai, Jakarta Selatan

Arya dalam pelukan sang bunda

Senin siang, 6 Maret 2017 sekitar pukul 14.00 WIB saya menerima telepon dari Pak Rifqi yang menyampaikan informasi telah ditemukan anak usia dini menggenakan kaos seragam biMBA oleh seorang security di daerah Cilandak , Jakarta Selatan. Posisi anak tersebut saat itu ada di Polsek Pasar Minggu, Pak Ervin, pengawas unit aktif telah mengecek keberadaan anak tersebut dan telah mengirimkan foto anak tersebut pula via WA. Pak rifqi mengusulkan untuk mengadakan pengecekan secara langsung ke Polsek Pasar Minggu.Saya pun menghadap kepada Pak Imam yang kebetulan masih memimpin meeting mingguan. Saya menyampaikan informasi tersebut kepada beliau dan meminta arahan. Pak Imam pun memberi arahan.

Saya ditemani Pak Waluyo (driver) dan Lutfi (Upi) meluncur ke arah Pasar Minggu setelah menerima instruksi dari Pak Imam. Sementara Pak Rifqi menggunakan sepeda motor dengan arah yang sama. Instruksi tersebut berisi  melihat  dan  memastikan anak yang ditemukan yang  saat itu tengah berada di kantor Polsek Pasar Minggu adalah anak murid biMBA. Jika dapat dipastikan anak tersebut murid biMBA , maka harus dibawa ke Graha biMBA. Rencana tindakan selanjutnya setelah anak tersebut sampai di Graha biMBA maka akan dilakukan pencarian orangtua/keluarga yang bersangkutan.

Tiba di kantor Polsek Pasar Minggu tepat saat adzan Ashar berkumandang. Sesaat sebelum saya menunaikan kewajiban sebagai orang yang beragama, saya menerima informasi dari Pak Rifqi bahwa kemungkinan besar anak yang ditemukan itu adalah mantan murid biMBA-AlUEO Unit Saharjo.Informasi ini Pak Rifqi peroleh dari Ibu Yuni kepala unit Saharjo.

Selesai sholat Ashar saya menghubungi Pak Harubimo via telepon untuk meminta penjelasan mengenai informasi yang saya terima dari Pak Rifqi yang awalnya berasal dari Bu Yuni, kepala unit Saharjo. Pak Harubimo pun membenarkan informasi tersebut dan sekaligus meminta tolong kepada saya untuk mencari kepastian bahwa anak tersebut memang pernah di  biMBA-AlUEO Saharjo dengan pengecekan langsung . 

Saya juga menghubungi Pak Rifqi lewat telepon yang ternyata juga sudah tiba. Saya dan Pak Rifqi langsung menuju piket jaga. Dari  dua orang piket jaga diterima keterangan sbb:

Anak tersebut sudah diserahkan ke Dinas Sosial kecamatan Pasar Minggu. Alasan penyerahan karena di kantor Polsek Pasar Minggu tidak tersedianya fasilitas dan tenaga yang akan menemani anak tersebut.  Anak tersebut terlalu aktif dan kadang mengeluarkan kata-kata yang tak pantas

Sebelum anak tersebut diserahkan sudah ada beberapa guru biMBA ( Petugas jaga tidak mengetahui dari unit mana guru biMBA tersebut) sudah datang ke Polsek Minggu dan menemui anak itu. Setelah memastikan bahwa anak itu bukan muridnya, maka guru-guru itu pun meninggalkan kantor Polsek.

Saya dan Pak Pak Rifqi beserta tim meluncur ke kantor Dinas sosial Pasar Minggu yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu yang berjarak sekitar satu kilo meter dari kantor Polsek Pasar Minggu. Setelah bertanya kepada  beberapa orang pegawai di sana saya bersama Pak Rifqi langsung menuju ke lantai 3, sementara Pak Waluyo dan Lutfi tetap di mobil.

Kantor Dinas Sosial suasananya  agak sepi, sepertinya para pegawai sudah meninggalkan kantor. Saya melihat di salah satu meja, seorang pegawai laki-laki dan seorang pegawai perempuan tengah menanyai seorang anak laki-laki yang menggenakan kaos warna biru (bukan kaos seragam biMBA).

Saya dan Pak Rifqi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami kepada pegawai Dinas Sosial yang belakangan kami tahu bernama Nirwan. Dari Bapak Nirwan diperoleh keterangan bahwa anak laki-laki ini bernama Arya , anak tersebut pun menganggukan kepala setelah kami meminta kejelasannya.

Arya diantar oleh seorang laki-laki menggenakan pakaian sipil (bukan pakaian dinas kepolisian), kami diperlihatkan foto dari Hpnya, saat Arya diantar. Tetapi Pak Nirwan menyakini bahwa laki-laki pengantar Arya seorang polisi dilihat dari postur tubuh dan gaya bicaranya. Saat Arya datang ,lanjut Pak Nirwan badannya mengeluarkan aroma tak sedap yang diduga berasal dari kaos biMBA yang digenakannya. Pak Nirwan pun menyuruh Arya mandi dan memberikan kaos biru bertuliskan Dinas Sosial sebagai penggantinya. Arya sempat mengatakan kalau kaosnya kebesaran (ukurannya), namun Pak Nirwan menyampaikan bahwa lebih baik menggenakan kaos tersebut karena kaos biMBAnya sudah bau.

Pak Nirwan pun menyampaikan saat menanyakan tempat tinggal Arya , jawaban Arya selalu berubah-ubah , tetapi mengisyaratkan satu lokasi, seperti dikatakannya : Jembatan Merah, Kuburan Cina-Belanada, Pasar, Minangkabau, Manggarai. Keterangan mengenai keberadaan orangtuanya pun sama saja, sering berubah-ubah. Ada kalanya Arya menyebut orangtuanya sudah meninggal, tapi ada juga disebut ayahnya telah pisah dan nikah lagi. Soal kaos biMBA yang digenakan Arya, dia menyebut boleh dikasih (diberi) oleh bapak yang mengantarkannya dari Polsek.

Saya coba menggali satu informasi, apakah Arya pernah di biMBA dengan menanyakan secara langsung. Beberapa kali saya tanyakan selalu menggelengkan kepala. Kemudian saya coba memverbalkan kata-kata sederhana, seperti : M-A-M-A, P-A-PA, D-E-D-E, M-I-M-I, S-U-S-U, B-O-L-A, M-O-B-I-L , Arya pun secara tepat membacanya. Saya pun yakin Arya adalah Anak biMBA.

Sementara itu Pak Rifqi terus –menerus berkomunikasi dengan Bu Yuni, KU Saharjo. Dari komunikasi tersebut didapat alamat tempat tinggal, nama ibu , nama bapak dan no HP mereka. Kami coba menghubungi no HP baik ayah maupun ibunya, tapi tak tersambung. Pak Rifqi memotret Arya dan kemudian mengirimkannya ke Bu Yuni atas permintaan Pak Nirwan. Bu Yuni pun menginformasikan kepastian bahwa Arya memang pernah bersekolah di biMBA.

Pak Nirwan pun mencoba menghubungi Bu Yuni dan meminta kepastian. Setelah didapat kepastian bahwa Arya pernah bersekolah di biMBA, Pak Nirwan pun mengijinkan saya untuk membawanya dan mengantarkan kepada orangtuanya. Sebelum itu Pak Nirwan menyampaikan bahwa sudah menghubungi petugas dari panti sosial untuk menjemput Arya dan membawanya ke panti sosial, sebelum saya datang.

Pak Ervin datang hampir bersamaan dengan tiga orang petugas dari panti sosial . Pak Ervin sempat memaparkan kronologi ditemukannya Arya oleh seorang petugas security PT Trakindo. Oleh petugas security inilah Arya diserahkan ke Polsek Pasar Minggu yang sebelumnya telah ditolak dan disarankan oleh Pos Polisi terdekat untuk diserahkan ke Polsek Pasar Minggu.

Sebelum kami membawa Arya dari kantor Dinas Sosial untuk diserahkan kepada keluarganya, kami pun diminta untuk foto bersama beberapakali oleh Pak Nirwan. Arya pun kami jemput dan selanjutnya diantar pulang. Arya naik mobil bersama kami . Saya dan Pak Waluyo duduk di depan sementara Arya ditemani Lutfi berada di kursi kedua. Selama dalam perjalan Arya banyak berceloteh macam-macam. Seperti keinginannya masuk biMBA lagi , tapi sesaat kemudian berubah tidak ingin ke biMBA. Dia pun menggenakan kaos biMBA menutupi kaos dari Dinas Sosial.

Mobil yang kami tumpangi meluncur ke arah jalan Saharjo untuk menjemput Bu Yuni dan beberapa guru. Setelah itu kami memasuki jalan Jembatan merah mencari rumah keluarga Arya. Dalam perjalanan bersama Bu Yuni dan para guru, Arya nampak begitu pendiam. Hingga beberapa kali seorang guru menyapanya dengan ungkapan;  "sekarang Arya jadi pendiam".

Selepas magrib , kami baru menemukan tempat tinggal keluarga Arya. Bude, mbah putri, om dan ibunya telah berdiri menanti kedatangan kami. Arya turun dari mobil berjalan menuju tempat tinggal keluarga besarnya. Budenyalah yang pertama menyambut, kemudian ibunya langsung memeluk Arya.  Suasana pun menjadi begitu haru, ibunda Arya, Ibu Nuraini menangis bahagia. Ibu Nuraini mengungkapkan bahwa kali ini adalah kedua kalinya Arya lari dari rumah. Seminggu yang lalu Arya pernah lari dari rumah dan diantarkan ke sekolah SD-nya , sebelum ke rumah. Saat itu Arya menggenakan seragam SD. Ditemukan oleh pengantarnya di daerah Tanjung Priok.

Ibu Nuraini pun  menuturkan seharii-hari dia  bekerja di perusaahaan Susu Anlin, tidak dijelaskan sebagai apa. Sementara ayahnya sudah lama berpisah.Tak jarang Arya menyampaikan keinginannya bertemu dengan ayahnya. (Wy)


Saat Arya di kantor Polsek Pasa Minggu

Pak Polisi sedang menanyai Arya.

Arya di halaman depan kantor polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan



Pose bersama di kantor Dinas Sosial . Sesaat sebelum membawa pulang Arya.


Bu Yuni Kepala Unit Saharjo tengah memberi penjelasan kepada keluarga besar Arya secara kronologis ditemukannya Arya.

Suasana hati masing -masing orang terasa begitu haru biru 




 

 

 


25 November 2022

Hari Guru di R.A. Al Jaronah

 


Sesampai di sekolah anak saya yang duduk di kelas sebelas (di zaman saya dulu kelas dua SMA), saya belum paham kenapa di lapangan sekolah itu berdiri tenda seperti akan ada acara. Selain itu terdengar cukup keras dari sound system  lagu Hymne Guru. Sepulang mengantar, saya pun belum paham, sesekali berpapasan atau melihat anak-anak sekolah yang membawa bucket yang berisi makanan ringan seperti coklat atau uang kertas yang dibentuk seperti bunga. Begitu indah bunga uang kertas itu, tentu yang membuatnya dengan segenap rasa simpati.

Saat mengantar anak bungsu saya yang masih duduk di bangku TK atau RA ( Raudhatul Athfal), barulah saya paham kalau hari ini Jumat, 25 Nopember 2022 adalah peringatan Hari Guru Indonesia.  Orangtua murid di RA anak saya pun mempersiapkan acara yang cukup surprise . Rencana mereka akan memberikan karangan bunga yang dibentuk dari uang kertas pecahan lima ribuan. Ada empat guru dan kepala sekolah. Jadi ada lima karangan bunga terbuat dari uang kertas yang telah disiapkan.

Saat menjelang pulang sekolah, para orangtua murid yang semuanya kaum ibu “menerobos’ masuk kelas,mengucapkan selamat Hari Guru sekaligus menyerahkan karangan bunga tersebut. Suasana seketika berubah jadi haru. Bahkan satu orang guru sempat larut dalam perasaan. Mungkin bu Guru Eva tak menyadari kalau  air matanya meleleh membasahi pipinya. Tapi anak-anak RA Al JARONA justru bergembira dalam suasana. Mereka menyampaikan ucapan selamat kepada para guru dan kepala sekolah. (Wy)




20 November 2022

Kabar dari Kota Serang Banten

 



Serang – Apa kabar dari kota Serang Banten? Tantangan utama yang dihadapi oleh hampir semua pengelola biMBA-AlUEO di berbagai daerah adalah belum sampainya informasi perihal biMBA-AlUEO pada calon orangtua murid dan masyarakat secara umum. Tantangan ini pulalah yang selama ini dihadapi oleh Bapak Abdu Ra’uf dan Ibu Deasy sebagai pengelola biMBA-AlUEO Motivator Mandiri Kebon Jahe, Serang, Banten.

Lokasi yang strategis di jantung kota Serang, Banten, lebih tepatnya di Jalan KH. Abdul Hadi No. 105 samping Hotel Ratu Kebon Jahe Serang, kelurahan Cipare, kecamatan Serang, Kota Serang, Banten dengan nomor telepon : 0254 9142 177, tidak serta merta membuat biMBA-AlUEO Unit ke-619 Kebon Jahe tersebut lantas terkenal dan dibanjiri calon orangtua murid untuk mendaftarkan anaknya di sana. Bapak Abdu Ra’uf dan Ibu Deasy harus berjuang sangat keras untuk mensosialisasikan sejak dibukanya unit tersebut pada 6 Oktober 2012 hingga detik ini.

Berbagai upaya dan kegiatan pun dilaksanakan, mulai dari pentas baca di unit hingga touring seperti outbound, juga beberapa kali mengadakan kerjasama dengan pihak lain dalam penyelenggaraan pameran di pusat-pusat perbelanjaan di kota Serang.

“Pemahaman orangtua pada umumnya keliru terhadap biMBA-AlUEO. Mereka mengira biMBA-AlUEO adalah calistung yang berorientasi pada hasil atau kemampuan. Padahal orientasi biMBA-AlUEO pada prosesnya yang menyenangkan bagi anak serta bimbingan minat. Sementara kemampuan adalah dampak dari hasil yang berupa minat,”demikian yang diterangkan Ibu Deasy kepada penulis.

Tidak ada usaha yang tidak menghasilkan sesuatu, begitu juga dengan usaha sangat keras Bapak Abdu Ra’uf dan Ibu Deasy yang juga didukung oleh keluarga besarnya. Kini biMBA-AlUEO cabang ke-619 Unit Kebon Jahe telah menampakan perkembangannya. Meskipun tidak melesat, namun perkembangan cukup berarti, kini jumlah murid ada tujuh puluh anak dengan tiga orang motivator sebagai pembimbing dan ada tiga ruang kelas. Saat ini tengah dipersiapkan satu ruang kelas untuk English biMBA.

“Harapan kami biMBA-AlUEO yang kami kelola terus berkembang dan memberikan banyak manfaat untuk dunia pendidikan Indonesia ,” kata Bu Deasy, “Dan bisa buka cabang baru,” kata Pak Abdu Ra’uf menambahkan dan diaminkan oleh sang istri.

Kerja keras yang dilakukan oleh Bapak Abdu Ra’uf dan Ibu Deasy suatu saat bukan perkara yang mustahil, jika di masa mendatang sebaran unit biMBA-AlUEO di tiap wilayah rukun warga/RW akan terwujud. Sehingga di wilayah Serang Banten tidak ada lagi anak usia dini yang tidak dibiMBAkan. Aamiin! (Wy/10 Februari 2015)

Pak Abdur Rouf dan Bu Desy di antara para motivator

Pentas Baca


Flaying Fox

Kegiatan di luar kelas







14 November 2022

biMBA-AlUEO Sangat Membantu Anak

 


Seorang anak murid biMBA -AlUEO unit KHD sedang Pentas Baca
didampingi oleh Bu Adinda Siti Sarah dan Ibu Nur Ahyana

Tidak kurang  seratus delapan puluh tiga anak dari seratus delapan puluh empat anak murid memenuhi ruang yang ada untuk mengikuti pentas baca dan mewarnai di biMBA-AlUEO unit Ki Hajar Dewantoro atau biasa disebut dengan KHD. Sejak pagi secara bergelombang murid-murid biMBA berdatangan dengan diantar oleh orangtua atau pun orang yang biasa mengantarkan mereka. Ruang samping dan belakang biMBA-AlUEO unit KHD yang biasa terasa lapang hari ini penuh sesak.

Menurut ibu Nurti Agus Susilawati, kepala unit biMBA-AlUEO KHD dalam sambutannya ; Kegiatan pentas baca dan mewarnai baru dilaksanakan hari ini setelah lebih dari dua tahun vakum karena adanya pandemi Covid-19. Vakum dua tahun sama sekali tidak menyurutkan semangat anak-anak biMBA, justru mereka tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang dibuka mulai pukul 08.00 WIB. Ibu Siti Adinda Sarah dan Ibu Nur Ahyana selaku MC seusai membuka acara memimpin tepuk semangat dan yel-yel anak biMBA yang diikuti oleh anak-anak biMBA dengan sangat semarak.

Perwakilan Kantor Pusat biMBA-AlUEO, bapak Wiwi Yunianto dalam kesempatan memberi sambutan menyampaikan pentingnya minat baca dan minat belajar. “ Minat Baca dan minat belajar merupakan penggerak seorang anak dalam mengikuti setiap pelajaran mulai dari awal mereka belajar hingga sepanjang hayat.” Selain hal tersebut perwakilan kantor pusat itu pun menyampaikan soal NISN. Menurut informasi yang
diterimanya dari testimoni orangtua murid saat pentas baca di unit lain, bahwa kedua anak orangtua murid tersebut saat mendaftar SD tidak ditanyakan soal NISN. Kedua anak orangtua murid tersebut hanya menjalani tes yang dilaksanakan SD tersebut.Hasil tes menyatakan kedua anak orangtua murid itu lulus dengan hasil yang memuaskan.

Dalam kesempatan berikut dua orangtua murid dalam waktu yang berbeda  memberikan testimoni mereka. Mereka adalah Bunda Annisa Rahma, ibunda dari Afifah Nahda Rafanda dan Bunda Tara Widyasari, ibunda dari Nazra Khalwa Almahyra. Pada prinsipnya kedua orangtua murid tersebut puas dengan hasil bimbingan dari biMBA-AlUEO.  Masing-masing anak-anak mereka mengalami perubahan yang cukup mengembirakan. Anak-anak mereka jadi begitu semangat melakukan kegiatan membaca.  Apa saja yang bisa dibaca akan dibacanya. Bahkan saat sedang berada di jalanan, papan reklame atau spanduk menjadi “santapan” bacanya.

Pentas baca dan mewarnai biMBA AlUEO unit KHD diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Nopember 2022. Acara yang digelar sejak bagi hingga tengah hari itu menampilkan serangkaian acara. Mulai dari mewarnai, pentas baca , sambutan, testimoni orangtua murid, berbagai hiburan baik yang ditampilkan oleh anak-anak murid dan para motivator termasuk kepala unit. serta hiburan badut. Sebagai penutup seluruh rangkaian acara adalah pembagian piala peserta dan foto Bersama. ( Wy)


Mewarnai gambar


   Sambutan  Wiwi Yunianto
                    Perwakilan Kantor Pusat                  


Bunda Annisa Rahma, 
ibunda dari Afifah Nahda Rafanda


Bunda Tara Widyasari.
ibunda dari Nazra Khalwa Almahyra



     Berfose bersama di atas panggung
                  seusai acara           .


   Berpose di boot karya
                Seniman Serba bisa Subandiyo Waluyo             








11 November 2022

Lulusan biMBA-AlUEO Mudah Diterima di Sekolah Dasar



Bagi bu Sutiana menitipkan dua orang anaknya mengikuti bimbingan di biMBA-AlUEO unit Poris Indah suatu hal yang sangat membantu. Karena Klarisa dan sebelumnya kakaknya Klarisa dapat berubah yang semula sangat aktif menjadi anak yang fokus dalam menerima pembelajaran.

Menurut bu Sutiana,  Klarisa jauh lebih (dalam menerima pembelajaran) dibanding teman sebayanya yang belajar di Lembaga Pendidikan lain. Klarisa sudah pandai membaca menjelang masuk SD. Bahkan saat tes masuk SD , Klarisa dapat mengerjakan tes tersebut dengan sangat baik dan dinyatakan diterima di SD, tanpa ditanyakan NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional), begitu pun kakak dari Klarisa  sebelumnya.  Bu Sutiana pun menghimbau kepada orangtua murid lain. Agar tidak  khawatir anak-anak mereka tidak akan diterima di SD karena cuma belajar di biMBA saja. Klarisa dan kakanya adalah bukti bahwa lulusan biMBA dapat di terima di SD.

Senada dengan hal tersebut perwakilan kantor pusat  dalam sambutan sebelumnya menyatakan bahwa NISN akan diberikan saat anak sudah duduk di bangku SD, meskipun beberapa Lembaga Pendidikan sebelum SD yang dapat mengeluarkan NISN. Artinya NISN bukanlah syarat mutlak masuk SD, melainkan usia yang menjadi syarat utamanya. “Jika anak sudah berusia tujuh tahun, SD harus menerimanya”, begitu yang dikatakan oleh Wiwi Yunianto yang sehari-hari bertugas pada divisi Humas kantor pusat biMBA-AlUEO.

Dua pernyataan diatas disampaikan saat acara Pentas Baca dan Lomba Mewarnai yang diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO unit Poris Indah, Tangerang, Banten. Acara yang digelar pada Sabtu, 15 Oktober 2022 bertempat di halaman sekretariat RW setempat dihadiri tidak kurang dari seratus delapan puluh anak murid beserta orangtua atau pendamping mereka. Selain itu ada juga tamu undangan yang berasal dari unit -unit biMBA yang berada di sekitar unit Poris Indah.

Pentas Baca dan Lomba mewarnai dibuka oleh para MC yaitu, Bu Nur Hikmah dan bu Cecil.  Acara berlangsung sejak pagi hingga tengah hari. Selain Pentas baca dan lomba mewarnai juga ditampilkan banyak acara oleh para murid dan para motivator serta kepala unit. Diantara rangkaian acara ada tari-tarian baik tradisional maupun modern, senam gemu fa mire, pembagian door prize juga penampilan badut serta sebagai penutup acara adalah penyerahan piala kepada para juara dan seluruh peserta.(Wy)


Testimoni Orangtua Murid, Ibu Sutiana

Bu Nur sebagai MC

Ibu Cecil sebagai MC









8 November 2022

Tumpanganku Tersambar Bus Tingkat



Saat ini kalau melihat foto bus PPD tingkat , jadi teringat peristiwa yang saya alami beberapa dasawarsa yang lalu. Saat itu Rabu malam di tahun 1993, tapi lupa tanggal dan bulannya. Malam itu sesaat setelah sholat Isya, saya menerima tugas dari store manager, Pak Riscal untuk mengambil sesuatu, mungkin es batu yang berbentuk kristal atau pun ayam potong yang sudah diproses di store Pasar Baru.

Kali pertama saya mengendarai motor di malam hari dan saat hujan turun cukup deras pula. Awalnya perjalanan dari Plaza Indonesia menelusuri jalan M.H Thamrin biasa-biasa saja. Jalan cukup licin oleh air hujan. lalu-lintas tak padat, cahaya lampu jalanan  pun cukup terang karena bertebaran sepanjang jalan, malam terkesan agak lengang. Perjalanan  sepeda motor berkepala kuda terasa tak  ada masalah melaju hingga mencapai bundaran Indosat atau patung kuda Arjuna  Tanding . Tapi Ketika sampai di jalan Merdeka Barat tepatnya di depan museum Nasional atau sering disebut juga museum Gajah, sebuah mobil sedan , kalau tak salah ingat berwarna putih berputar arah dengan sangat mendadak di depan sepeda motor yang saya kendarai. Saya kaget, secara spontan saya menginjak pedal rem. Karena saya cuma  gunakan rem belakang, maka akibatnya cukup fatal. Roda belakang terhenti, sementara roda depan seakan terus berputar, kondisi jalanan licin oleh air hujan. Motor pun sempat terseok. Tangan saya yang seharusnya menggemgam dengan erat ke stang sepeda motor,  terlepas karena kaget. Saya pun terjatuh, mungkin tepatnya tercecer di jalan Medan Merdeka Barat itu. Parahnya  sepeda motor berkepala kuda masih tetap berjalan ke arah kanan. Saya berusaha untuk segera bangun dan mengejar. . Namun belum sempat kaki saya melangkah, saya harus mengurungkan niat. Bus PPD bertingkat dengan No.70 trayek Blok M – Kota dengan cukup cepat melaju dan menghantam bagian belakang sepeda motor berkepala kuda itu. Masih beruntung langkah saya terhenti sehingga saya tak sempat tersambar juga., Alhamdulillah….

Sekuat tenaga saya mengayunkan langkah kaki sambil kedua tangan terangkat dan telapak tangan terbuka, meminta supir bus menghentikan laju kendaraannya. Saya dibantu beberapa orang SATPAM dari pos jaga museum nasional berupaya membangunkan sepeda motor itu. Mesin sepeda motor itu mati, saya berupaya menghidupkan secara manual, Alhamdulillah sekali lagi, mesin hidup. Saya cek beberapa bagian dari sepeda motor, setelah saya yakin sepertinya baik-baik saja. Saya pun meminta supir bus itu untuk bergerak meninggalkan tempat.

Dibantu beberapa SATPAM yang tadi menolong , saya menepikan sepeda motor ke pos jaga. Saya diberikan segelas air teh hangat oleh seorang SATPAM lain yang sejak tadi  tetap berada di pos jaga. Beberapa pertanyaan dilontarkan secara bergantian oleh beberapa SATPAM. Setelah mereka yakin saya tidak mengalami hal serius, maka mereka pun mengizinkan saya meninggalkan tempat. Saya pun menyampaikan ucapan terima kasih. Kemudian melanjutkan tugas, menembus derasnya  hujan dan hawa dingin  di bawah cahaya lampu penerangan jalan menuju store Pasar Baru. (Wy).


Inilah sepeda motor berkepala kuda itu




 

1 November 2022

Buku Skripsi untuk biMBA-AlUEO





Kemarin, Senin, 24 Oktober 2022 di meja kerja saya tergeletak paket. Agak penasaran sih, dari siapa paket itu? Selain jarang sekali saya pesan sesuatu melalui pembelian on line dan memang beberapa hari belakangan rasanya tak ada pesan.
Setelah saya baca pengirimnya barulah saya tau. Bahwa pengirim paket itu adalah seorang mahasiswi. Beberapa waktu lalu mahasiswi tersebut melakukan penelitian sebagai bahan skripsinya.
Adalah Thania Arisandi seorang mahasiwi dari STIKOM PROSIA mengajukan permohonan untuk mengadakan penelitian pada akhir Mei 2022 yang lalu. Setelah saya sampaikan kepada pimpinan, permohonan itu pun dapat diterima dan dilaksanakan.
Sesuai aturan setiap yang melakukan penelitian sebagai bahan skripsi. Maka copy dari buku skripsi itu harus ditinggalkan di kantor pusat biMBA-AlUEO. Hal ini sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan penelitiannya di biMBA-AlUEO baik di kantor pusat atau di unit pasif maupun di unit aktif. (Wy)


Buku Skripsi

Sesaat setelah penyerahan surat izin penelitian.




 

15 Juli 2022

Gerak Cepat Tim PMR Barunawati 











Satu tim Palang Merah Remaja Barunawati yang terdiri dari delapan siswi SMA dengan gesit dan cekatan bergegas menuju ke lapangan. Satu orang siswa SMA Barunawati terkapar setelah bertabrakan dengan lawan main futsalnya. Awalnya diduga bagian kepala korban yang terluka. Beberapa anggota tim PMR akan membalut bagian kepala. Namun korban yang memang tidak pingsan berseru bahwa kakinyalah yang harus ditangani. Maka dengan cekatan anggota tim PMR tersebut melakukan tugasnya dengan trampil. Sebagian anggota tim yang lain menyiapkan tandu bambu.

Tidak butuh waktu lama, korban pun selesai dibalut dengan rapi. Persoalan belum selesai yaitu memindahkan korban dari tanah lapang ke atas tandu. Mengingat seluruh anggota tim PMR adalah perempuan dan dengan ukuran tubuh masing-masing tak sebesar korban. Untunglah korban yang dalam keadaan terjaga penuh dapat menggeserkan tubuhnya  dari tanah lapang ke atas tandu walau dengan cara yang tak mudah. Maka tahap berikut adalah mengevakuasi korban dari tanah lapang ke pinggir lapangan untuk mendapat pertolongan selanjutnya.

Sementara suasana lapangan sekolah yang multi fungsi itu  masih penuh dengan para siswa sekolah Barunawati dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK . Mereka memang sedari awal menonton pertandingan futsal internal tim futsal SMA Barunawati. Suasana yang semula riuh reda oleh tepuk-tangan dan sorak-sorai menyaksikan serunya pertandingan, kini tak kalah riuhnya. Suara teriakan , sorak-sorai dan tepuk tangan berbaur melihat korban yang senyum-senyum kadang tertawa saat dievakuasi ke pinggir lapangan dengan ditandu oleh anggota tim PMR. Ada pula suara penonton yang setengah berteriak “ Ya, keberatan  ya ….?” Mengomentari tim yang terlihat kesulitan saat menggotong tandu berisi korban.

Peristiwa itu adalah simulasi penanganan  korban kecelakan tabrakan antara pemain futsal. Simulasi tersebut hasil kolaborasi antara tim PMR dan futsal SMA Barunawati Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 14 Juli 2022. (wy)