Ahad, 12 Januari 2025, rombongan goweser yang
baru saja menikmati perjalanan dari Eco Park melanjutkan rute mereka melintasi
aspal di kawasan Tebet, tepatnya di Jalan Raya Sahardjo. Namun, perjalanan yang
awalnya lancar berubah menjadi sedikit menantang saat salah satu sepeda anggota
rombongan mengalami masalah teknis. Tepat di depan komplek perumahan AKABRI,
rombongan terpaksa berhenti untuk menangani sepeda yang macet dan tidak bisa
digerakkan.
Para goweser dengan sigap memeriksa kondisi roda
belakang sepeda tersebut. Meski telah berulang kali melepas dan memasang roda
belakang, masalah tetap belum teratasi. Setelah diskusi, diputuskan untuk
membongkar as roda belakang. Ternyata, penyebab utama masalah adalah mur yang
macet dan tidak bisa dilepas. Sayangnya, kunci pas ukuran 16 yang diperlukan
tidak tersedia, sehingga rombongan mencoba meminta bantuan ke bengkel sepeda
motor di sekitar lokasi. Namun, montir di sana menyatakan tidak bisa membantu.
Setelah bertanya kepada beberapa warga sekitar,
rombongan akhirnya sepakat membawa sepeda tersebut ke bengkel sepeda yang
jaraknya cukup jauh. Karena roda belakang hanya terpasang sementara, sepeda
tidak bisa dikendarai. Pemilik sepeda pun berjalan sambil menuntun sepedanya,
diikuti oleh beberapa anggota rombongan lainnya yang turut berjalan menuntun
sepeda mereka. Sementara itu, dua goweser mengambil inisiatif untuk melaju
lebih dulu guna mencari lokasi bengkel yang dimaksud.
Tak lama kemudian, dua goweser yang mendahului
berhasil menemukan bengkel sepeda dan memberi arahan kepada rombongan.
Sesampainya di bengkel, montir langsung menangani kerusakan sepeda. Setelah
memeriksa kondisi roda belakang, montir menawarkan penggantian as dan gotri.
Pemilik sepeda, yang akrab disapa Oe, memutuskan untuk mengganti gotri dengan
bearing atau klaher demi kualitas yang lebih baik.
Proses perbaikan sepeda memakan waktu sekitar
setengah jam. Selagi menunggu, salah satu goweser memanfaatkan waktu untuk
mengisi perut dengan makan bubur, mengaku sudah tidak tahan lapar. Setelah
sepeda selesai diperbaiki, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju
tujuan akhir mereka. Namun, sebelum pulang ke rumah masing-masing, mereka
sepakat untuk mampir terlebih dahulu ke warung burjo di kawasan Pejompongan,
Jakarta Pusat. Di sana, dua goweser yang sempat melaju lebih dahulu sudah
menunggu rombongan.
Perjalanan kali ini tidak hanya menjadi ajang
olahraga, tetapi juga momen yang memperlihatkan solidaritas di antara para
goweser. Saling membantu dalam menghadapi masalah di tengah perjalanan
menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam komunitas ini. (Wy)


.jpeg)


tetap sehat dan semangat kawans
BalasHapus